Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah At-Takwir

Dari WikiShia
(Dialihkan dari Surah Al-Takwir)
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Takwir
التّكوير
586-81.jpg
Ayat 1-29
Informasi
Arti: Menggulung
Nama lain: Kuwwirat
Surah ke: 81
No urut pewahyuan: 7
Klasifikasi: Makkiyah
Juz: Juz 30
Statistik
Jumlah ayat: 50
Jumlah kata: 104
Jumlah huruf: 434
Surah sebelumnya 'Abasa
Surah setelahnya Al-Infithar

Surah Al-Takwir(Bahasa Arab: التّكوير, Al-Takwir, Menggulung) adalah surah ke-79 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-81 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini tergolong sebagai surah Makkiyah. Dinamai Takwir karena pada ayat-ayat pertama berbicara tentang takwir (gelapnya matahari). Surah Al-Takwir dimulai dengan deskripsi tentang hari kiamat dan perubahan yang terjadi tatkala hari kebangkitan terjadi. Di samping itu ihwal pertemuan Rasulullah Saw dan Rasul Karim yaitu Jibril.

Nama-nama

Alasan penamaan sebagai Al-Takwir lantaran pada ayat-ayat pertama surah ini disebutkan tentang takwir yaitu tatkala matahari digulung sebagaimana firman Allah Swt:

«إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ»

“Apabila matahari digulung.” (QS Al-Takwir [81]:1)

«کُوِّرَت» adalah kata kerja bentuk lampau (fi’il madhi) yang derivatnya dari kata takwir «تکویر» . Karena itu nama lain dari surah ini adalah «کُوِّرَت» kuwwirat dan kata ini persis disebutkan pada ayat pertama surah ini.

Identitas Surah Al-Takwir

Surah Al-Takwir terdiri dari 29 ayat, 104 kata dan 434 huruf. Berdasarkan susunan mushaf, surah Al-Takwir adalah surah ke-81 dan sesuai dengan urutan pewahyuan merupakan surah ke-7 Al-Quran. Surah Al-Takwir tergolong sebagai salah satu surah Makkiyah. Dari sisi isi, surah Al-Takwir termasuk dalam kelompok surah Al-Mufasshalat yaitu surah-surah yang berukuran relatif dan letaknya pada akhir hizb pertama juz 30. Surah ini merupakan surah ke-3 dari 7 surah yang dimulai dengan kata «‌اذا‌» yang menunjukkan keterangan waktu dan memuat empat ayat yang berisikan sumpah:

«فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ»

“Sungguh, Aku bersumpah demi bintang-bintang” (QS Al-Takwir [81]:15)

«الْجَوَارِ الْكُنَّسِ»

“Yang beredar dan terbenam (sehingga lenyap dari pandangan)” (QS Al-Takwir [81]:16)

«وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ»

“Demi malam apabila telah pergi menyisakan gelap” (QS Al-Takwir [81]:17)

«وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ»

“Demi subuh apabila mulai menyingsing” (QS Al-Takwir [81]:18)

Tema Utama

Surah Al-Takwir dimulai dengan deskripsi tentang hari kiamat dan perubahan yang terjadi tatkala hari kebangkitan terjadi. Di samping itu ihwal pertemuan Rasulullah Saw dan Rasulun Karim yaitu Jibril. [1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1261-1262.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.


Pranala Luar