Pengguna:E.amini/sandbox

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Wahhabisme



Tafsir Alquran al-Karim

[buat] Dokumentasi


Infobox Organization

Location Templat:Unbulleted list
Locations Templat:Unbulleted list
[buat] Dokumentasi


Infobox prophets

Prophets
[buat] Dokumentasi

Infobox ritual

Ritual
E.amini/sandbox
[buat] Dokumentasi

Sahabat Imam Shadiq as

- || a || Yes check.svg || || Yes check.svg || || || Yes check.svg || Yes check.svgeditorial box</td> Al-Riyadhah (bahasa Arab: الرياضَة) dalam beberapa literatur irfan yang dimaksud dengan riyadhah adalah jihad akbar, yaitu meninggalkan hawa nafsu dengan melaksanakan rangkaian ibadah untuk mensucikan jiwa, yang hal ini juga direkomendasikan oleh Islam. Mengurangi makan, menghidupkan malam, sedikit berbicara dan senantiasa menyendiri adalah diantara ritual orang yang melakukan al-riyadhah.

Hasil dari praktik riyadhah sangat berpengaruh pada pembentukan karakter dan akhklak,diantaranya menjadikan pelakunya menjadi pemaaf, pemberani, bersemangat dan tunduk pada kebenaran. Namun terdapat sejumlah amalan dari riyadhah yang dilarang oleh Islam, diantaranya monastisisme (praktik kerahiban). Mulla Shadra berpendapat, riyadah baru bisa dimulai setelah sebelumnya menyempurnakan pengetahuan dan telatan mengamalkan ibadah-ibadah syar'i serta mengenal tindakan-tindakan yang menyimpang.

Defenisi

Al-Riyadhah atau pengendalian diri adalah upaya bersabar atas segala kesulitan, meninggalkan syahwat dan melakukan rangkaian ibadah ritual sebagai upaya pengucian diri dan ruh [1] yang semua ini direkomendasikan dalam ayat Alquran dan riwayat Maksumin as.[2]

Al-Riyadhah dalam pandangan Irfan memiliki defenisi yang berbeda-beda [3] diantaranya melatih diri sehingga perkataan, perbuatan dan niat semata-mata ikhlas karena Allah swt. [[4]] Al-Riyadhah adalah juga jihad akbar sebagaimana yang dikenal, yang amalan-amalannya diantaranya makan sedikit, menghidupkan malam, sedikit berbicara dan senantiasa menyendiri. [5]

Pengaruh dan Hasil

Menghilangkan sifat bakhil, hasad, takabbur, keserakahan kepada dunia adalah diantara pengaruh dan hasil dari al-Riyadhah. [6] Demikian juga mampu melahirkan dan menghasilkan sifat-sifat yang terpuji seperti pemaaf, pemberani, bersemangat, rendah hati dan tunduk pada kebenaran. [7]

Sebagian dari ayat-ayat Alquran, yang oleh Mufassir berkaitan dengan al-Riyadhah [8] diantaranya ayat 40 dan 41 surah An-Nazi'at. Berdasarkan ayat tersebut, barangsiaoa yang takut akan kebesaran Allah swt dengan mengendalikan hawa nafsunnya, maka surga tempat kembalinya. [9] Diriwayatkan dari Imam Ali as, "Barang siapa yang mampu mengendalikan dirinya, maka akan mendapatkan pahala/keuntungan." [10]

Al-Riyadhah yang Terlarang

Selain yang dianjurkan, terdapat pula kategori al-Riyadhah yang terlarang atau tidak syar'i. [11] Seperti misalnya praktik rahbaniyah yang meninggalkan aktvitas duniawi [12], menjadi amalan yang dilarang dalam Islam. [13]

Mulla Shadra berpendapat bahwa al-Riyadhah yang dilakukan sebelum menyempurnakan makrifat (pengatahuan) dan tidak melaksanan amalan-amalan ibadah syar'i adalah sesuatu yang menyimpang. [14] Sehingga ia berkeyakinan, bahwa jika seseorang malas dan lalai dalam melaksanakan ibadah-ibadah syar'i namun melakukan amalan-amalan al-Riyadah maka itu bukan al-Riyadhah yang sesungguhnya, sebab hanya akan menyesatkan dirinya dan menyesatkan orang lain. [15]

Catatan Kaki

  1. Farhang-e Buzurg-e Sukhan, jld. 4, hlm. 3767
  2. Muassasah Dairah al-Ma'arif Fiqh Islami, Farhang-e Fiqh, jld. 4, hlm. 213
  3. Sebagai contoh, lih. Khatimi, Ayaneh Makarim, jld. 1, hlm. 140; Ghuharin, Syarh Istilahat Tashawuf, jld. 6, hlm. 142-143
  4. Al-Qasani, Syarh Manazil al-Sairin, hlm. 218
  5. Al-Qasani, Syarh Manazil al-Sairin, hlm. 218
  6. Muassasah Dairah al-Ma'arif Fiqh Islami, Farhang-e Fiqh, jld. 4, hlm. 213
  7. Muassasah Dairah al-Ma'arif Fiqh Islami, Farhang-e Fiqh, jld. 4, hlm. 213
  8. Nashiruddin Thusi, Aushaf al-Isyraf, hlm. 35
  9. Qs. An-Nazi'at: 40 dan 41
  10. من استدامَ ریاضةَ نفسه انتفعَ(Ghurur al-Hikam, hlm. 608, hadis no. 660)
  11. Ghulpaighani, Irsyad al-Sail, hlm. 197
  12. Shadr al-Din Syirazi, Kasr Ashnam al-Jahiliyah, hlm. 35
  13. Muassasah Dairah al-Ma'arif Fiqh Islami, Farhang-e Fiqh, jld. 4, hlm. 213
  14. Shadr al-Din Syirazi, Kasr Ashnam al-Jahiliyah, hlm. 35
  15. Shadr al-Din Syirazi, Kasr Ashnam al-Jahiliyah, hlm. 38

Daftar Pustaka

  • Amadi, Abdul Wahid bin Muhammad, Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim, riset: Mahdi Rajai, Qom, Dar al-Kitab al-Islami, 1410 H/1990
  • Khatimi, Ruhullah, Ayaneh Makarim: Syarh Du'ai Makarim al-Akhlak Imam Sajjad as, Tehran, Zalal, 1368 HS
  • Al-Qasani, Abdul Razaq, Syarh Manazil al-Sairin Khawajah Abdullah al-Anshari, riset: Muhsin Baidarfur, Qom, Bidar, 1385 HS/1427 H
  • Farhang-e Buzurg-e Sukhan, dengan ketua: DR. Hasan Anwari, jld. 4, Tehran, Sukhan, 1390 HS
  • Ghulpaighani, Muhammad Reza, Irsyad al-Sail, Beirut, Dar al-Shafwah, 1413 H/1993
  • Ghuhairin, Shadiq, Syarh Istilahat-e Tasawuf, Tehran, Zavar, 1380 HS
  • Muassasah Tabrizi, Muhsin, Muqaddimah bar 'Irfan-e 'Ilmi wa Thaharat-e Nafs wa Shenakht-e Insan-e Kamel, Tehran, Muassasah Farhang Nur 'ala Nur, 1387 HS
  • Muassasah Dairah al-Ma'arif Fiqh Islami bar Mazhab Ahlulbait as, Farhang-e Fiqh: Sesuai Mazhab Ahlulbait as, Mahmud Hasyimi Syahrudi, jld. 4, Qom, Muassasah Dairah al-Ma'arif Fiqh Islami, 1389 HS
  • Nashr al-Din Thusi, Muhammad bin Muhammad, Aushaf al-Asyraf, riset: Mahdi Syamsuddin, Tehran, Vezarat Farhang wa Irsyad Islami, 1369 HS