tanpa infobox

Nashibi

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Nashibi (bahasa Arab: الناصبي ) adalah seorang yang bermusuhan dengan Imam Ali as atau dengan salah satu dari Ahlulbait as dan mengungkapkan permusuhannya secara nyata dengan mereka. Penyangkalan keutamaan-keutamaan Ahlulbait, kutukan dan celaan kepada para imam dan juga permusuhan dengan pengikut Syiah diyakini sebagai perwujudan dan manifestasi dari nashibisme.

Menurut pandangan para fakih Syiah, kaum nashibi atau nawashib dihukumi najis, dan termasuk dalam hukum orang kafir; oleh karena itu, tidak diperbolehkan memakan hewan yang disembelih oleh mereka, memberi sedekah kepada mereka atau menikahi mereka dan mereka tidak mewarisi dari umat Islam.

Menurut sebagian para peneliti kontemporer, nashibisme dimulai dengan pembunuhan Utsman dan diresmikan pada masa pemerintahan Bani Umayyah.

Mencegah publikasi keutamaan-keutamaan Ahlulbait, pembunuhan orang-orang Syiah, dan mencela Imam Ali as di atas mimbar-mimbar adalah salah satu refleksi nashibisme dalam periode ini. Muawiyah bin Abi Sufyan, Khawarij, Utsmaniyah, dan Hariz bin Utsman dianggap sebagai orang-orang nashibi.

Para cendikiawan Syiah telah banyak menulis karya tentang nashibisme; al-Nashb wa al-Nawashib karya Muhsin Muallim, risalah "al-Syahab al-Tsaqib fi Bayan Ma’na al-Nawashib" karya Muhaddits al-Bahrani dan risalah "Mal al-Nashib wa Annahu Laisa Kullu Muhkalifin Nasiba" karya Sayid Abdullah Jazairi adalah di antara materi-materi ini.

Konsep Pemahaman

Nashb berarti permusuhan dengan Ahlulbait atau dengan orang-orang yang mencintai mereka dan menampakkannya. [1] Dengan demikian, permusuhan dengan para pencinta Ahlulbait [2] dan para pengikut mereka [3] hanya bisa dianggap sebagai nashibi jika permusuhan dengan mereka karena kecintaan [4] dan mengikuti Ahlulbait. [5]

Jumhur ulama Muslim, menganggap nashibi adalah seseorang yang memusuhi Ahlulbait dan menampakkan permusuhannya dengan mereka [6] dan menurut sebagian orang, kebencian terhadap Imam Ali as juga termasuk dari agamanya.[7] Mereka, berkeyakinan pada kefasikan dan kekafiran Imam Ali,[8] meyakini superioritas orang lain atas dirinya,[9] melecehkan dan melaknat Ahlulbait,[10] mengingkari keutamaan-keutamaan mereka,[11] dan merasa enggan untuk menyebut dan menyebarkan mereka[12] semua itu termasuk manifestasi dari nashibi.

Hasan bin Farahan al-Maliki, salah seorang ulama Sunni, meyakini bahwa segala penyimpangan dari Imam Ali as dan Ahlulbait adalah perwujudan Nashibi.[13] Dia menganggap lemah hadis-hadis shahih yang memuji Imam Ali, meyakini akan kesalahannya dalam peperangan yang terjadi dalam kekhalifahannya, terlampau banyak memuji musuh-musuhnya, meragukan kekhalifahan dan menolak untuk berbaiat dengannya adalah hal-hal yang ditambahkan sebagai perwujudan dari nashibi.[14]