Prioritas: a, Kualitas: c

Nahjul Balaghah (buku)

Dari WikiShia
(Dialihkan dari Nahj al-Balāghah)
Lompat ke: navigasi, cari
Nahjul Balagahhttp://en.wikishia.net
Penyusun Syarif Radhi
Bahasa Arab
Subyek kumpulan ucapan, surat dan perkataan Imam Ali As
Tanggal Penerbitan 400 H/1010 M


Nahjul Balaghah (Bahasa Arab:نهج البلاغة) adalah pilihan dari ucapan dan tulisan Imam Ali as yang dikumpulkan oleh Sayid Radhi pada akhir abad ke-4 H. Kitab ini dinamakan "Akhul Quran" (Saudara Alquran) oleh sekelompok ulama karena kandungannya yang kaya dan sastranya yang tinggi. Kitab ini terbagi kepada tiga bagian: pidato-pidato, surat-surat dan kata-kata mutiara singkat. Dalam banyak pidatonya, Imam Ali as menyeru masyarakat untuk menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan. Pada sebagian surat-suratnya kepada para gubernur, beliau berwasiat kepada mereka untuk menjaga hak-hak masyarakat.

Sebagian orang ragu akan penisbatan Nahjul Balaghah kepada Imam Ali as, namun sejumlah besar dari ulama Syiah dan sebagian ulama Ahlusunnah seperti Ibnu Abil Hadid Muktazili memandang benar penisbatan kitab ini kepada Imam Ali as dan mereka yakin bahwa Sayid Radhi hanya berperan mengumpulkan ucapan-upcapan tersebut. Untuk menetapkan kebenaran ucapan-ucapan dan kalimat-kalimat Nahjul Balaghah, sebagian ulama Syiah menulis berbagai kitab mengenai sanad-sanad dan bukti-bukti Nahjul Balaghah.

Kitab ini telah diterjemahkan ke 18 bahasa, dan jumlah terjemahan Nahjul Balaghah ke berbagai bahasa lebih dari 100 judul. Telah banyak ditulis penjelasan (syarah) dan mustadrak (pelengap) Nahjul Balaghah dimana sebagian peneliti menjelaskan bahwa jumlahnya mencapai sekitar 300 judul.

Nahjul Balaghah pada periode modern, khususnya setelah terjadi Revolusi Islam Iran, mendapat respon yang baik sehingga ditulis dan disusun berbagai kitab, artikel dan skripsi mengenainya. Sebagian orang mendakwa bahwa Nahjul Balaghah merupakan salah satu kitab yang kini senantiasa ditemukan bersama Alquran di rumah-rumah orang Syiah. Demikian juga pada tahun-tahun terakhir telah dilansungkan berbagai konferensi terkait Nahjul Balaghah oleh berbagai lembaga dan institusi. selain itu, telah dibuat jurusan Nahjul Balaghah pada tingkat S2, dan banyak pendidik dan guru yang telah terdidik dengan tujuan menyemarakkan dan menyiarkan kandungan-kandungan Nahjul Balaghah.

Pengenalan

Nahjul Balaghah adalah sebuah kitab yang meliputi pidato-pidato, surat-surat dan kalimat-kalimat pendek Imam Ali as yang penuh hikmah.[1]Menurut keyakinan sebagian orang, Nahjul Balaghah setelah Alquran al-Karim dan hadis-hadis nabawi adalah paling pentingnya sumber Islam yang telah dikenal dan nilai-nilai keagamaan.[2]Sayid Radhi yang diperkenalkan sebagai salah satu ulama besar Syiah telah mengumpulkan Nahjul Balaghah pada akhir abad ke-4 H.[3]Ia menyebutkan motivasi terpenting dari penyusunan kitab ini adalah permintaan teman-temannya untuk mengumpulkan perkataan-perkataan fasih dan retorik Amirul Mukminin as.[4]

Tolok ukur penyeleksian perkataan-perkataan Imam Ali as dalam kitab ini adalah kefasihan dan dan retorikanya.[5]Oleh sebab itu, ia diberi nama Kitab Nahjul Balaghah, yang berarti "jalan jelas yang menyampaikan (kepada tujuan)"[6]Syaikh Muhammad Abduh, salah seorang ulama Ahlusunnah menyakini bahwa Nahjul Balaghah merupakan sifat dan judul yang paling bagus untuk kitab ini.[7]

Sebagian orang mengatakan bahwa sumber Sayid Radhi untuk mengumpulkan perkataan-perkataan Imam Ali as sangatlah kaya dan banyak. Sebab, untuk mengumpulkan kitab ini ia memanfaatkan dua perpustakaan besar di Bagdad.[8]Salah satu darinya adalah perpustakaan saudaranya Sayid Murtadha yang memiliki 80 ribu jilid kitab, dan yang lain adalah perpustakaan Baitul Hikmah menteri Bahauddaulah ibnu Bawaih Dailami yang memiliki 10 ribu jilid kitab.[9]

Urgensitas dan Nilai

Muhaddis Nuri dalam kitab Mustadrak al-Wasāil menyebut Nahjul Balaghah sebagai "Saudara Alquran".[10]Beberapa peneliti melaporkan bahwa Nahjul Balaghah merupakan salah satu kitab yang diperhatikan oleh orang-orang Syiah untuk dihafalkan setelah Alquran.[11]Berdasarkan laporan ini, Nahjul Balaghah setelah Alquran paling banyak memiliki naskah tulisan tangan, keterangan (syarah) dan tafsir dalam budaya Islam, dan banyak dari matan-matan sastra Persia dan Arab terpengaruh dari Nahjul Balaghah.[12]

Penerjemahan kitab ini ke berbagai bahasa membuktikan kedudukan khusus kitab ini di sisi muslimin.Di dalam bahasa Persia dilaporkan ada sekitar 39 terjemahan untuk Nahjul Balaghah.[13]Ada banyak terjemahan dan tafsir untuk Nahjul Balaghah dalam bahasa Persia, baik tidak sempurna maupun hanya khusus untuk sebagian Nahjul Balaghah saja.[14]Di dalam kitab A'yan al-Syiah dikatakan bahwa Nahjul Balaghah menjadi salah satu kebanggaan Arab dan Islam yang paling besar. Dalam kitab ini pula disebutkan bahwa keterangan (syarah) Nahjul Balaghah sangat banyak sehingga tidak bisa dikumpulkan.[15]Sebagian orang mendakwa bahwa lebih dari 300 judul kitab telah ditulis mengenai Nahjul Balaghah.[16]Di dalam bibliografi Nahjul Balaghah dimuat 370 nama judul kitab mengenai Nahjul Balaghah.[17]

Nilai Kesastraan

Mengenai urgensitas dan nilai sastra dan retorika Nahjul Balaghah banyak dinukil pernyataan cendikiawan Arab.[18] Sebagian orang berkeyakinan bahwa dalil keabadian kitab ini adalah kefasihan dan retorikanya yang ada dalam kitab tersebut.[19]Ibnu Abil Hadid,dari ulama Ahlusunnah abad ke-7 H dan pensyarah Nahjul Balaghah[20]berkenaan dengan penjelasan khotbah Imam Ali as no. 108, mengatakan, 'satu baris Nahjul Balaghah sama dengan 1000 baris dan bahkan lebih dari pidato Ibnu Nubatah, seorang orator tersohor abad ke-4 H'.[21]Bahkan ditempat lain dalam menanggapi perkataan orang-orang yang membandingkan perkataan Imam Ali as dengan Ibnu Nubatah, mengatakan bahwa perkataan dan syair-syair Ibnu Nubatah dibandingkan Nahjul Balaghah ibarat syair seorang murid di depan guru dan syair bagus di depan syair yang paling bagus.[22]

George Jordac penulis kristen Lebanon juga memperkenalkan Nahjul Balaghah sebagai kitab yang paling tinggi retorikanya dan menganggapnya Alquran yang sedikit turun dari kedudukan aslinya.[23]Ia yakin bahwa semua keindahan bahasa Arab dapat ditemukan dalam kitab ini.[24]Ia juga mengatakan bahwa perkataan Nahjul Balaghah lebih rendah dari perkataan Sang pencipta (khaliq) dan lebih tinggi dari perkataan makhluk.[25]Pendapat ini juga dinukil dari Syihabuddin Alusi, seorang fakih dan mufasir Syafi'i. Makarim Syirazi menukil pernyataan Alusi bahwa, di dalam Nahjul Balaghah terdapat perkataan-perkataan yang hampir mencapai tahap mukjizat.[26]

Syaikh Nashif al-Yaziji, satrawan dan pujangga Lebanon menganjurkan putranya untuk menghafalkan Alquran dan Nahjul Balaghah supaya menonjol dalam kefasihan dan retorika bahasa Arab.[27]Muhyiddin Abdul Hamid, salah satu pakar bahasa Arab dengan memuji Nahjul Balaghah, memperkenalkan kitab ini sebagai mata air retorika dan kefasihan bahasa Arab, dan ia yakin bahwa perkataan Imam Ali as paling fasihnya perkataan setelah perkataan Allah dan rasuln-Nya.[28]

Kandungan Nahjul Balaghah

Akhlak
مکارم اخلاق.jpg


Ayat-ayat Akhlak
Ayat-ayat al-IfikAyat UkhuwahAyat Istirja'Ayat Ith'amAyat Naba'Ayat Najwa


Hadis-hadis Akhlak
Hadis ''Qurb Nawafil''Hadis Makarim AkhlakHadis MikrajHadis ''junud aql'' dan ''jahl''


Keutamaan-keutamaan Akhlak
Rendah HatiKepuasanDermawanMenahan AmarahIkhlasLembutZuhud


Keburukan-keburukan Moral
CongkakTamakHasudDustaGibahGunjingkikirMendurhakai orang tuaHadis ''Nafs''Besar DiriMengupingMemutus hubungan silaturahmiPenyebaran Kekejian


Istilah-istilah Akhlak
Jihad NafsNafs LawamahNafsu AmarahJiwa yang tenangPerhitunganMuraqabahMusyaratahDosaPelajaran Akhlak


Ulama Akhlak
Mulla Mahdi NaraqiMulla Ahmad NaraqiSayid Ali QadhiSayid Ridha BahauddiniDastgheibMuhammad Taqi Bahjat


Sumber Referensi Akhlak

Al-Qur'anNahjul BalaghahMishbah al-Syari'ahMakarim al-AkhlaqAl-Mahajjah al-Baidha' Majmu'atu WaramJami' al-Sa'adatMi'raj al-Sa'adahAl-Muraqabat

Sayid Radhi menulis pembagian Nahjul Balagah dalam muqaddimahnya dan berkata: Saya melihat ucapan-ucapan Ali as ada dalam tiga poros:

  • Pidato-pidato dan perintah-perintah, dan selainnya.
  • Surat-surat dan ungkapan-ungkpan dan tiga hal lainnya.
  • Hikmah-hikmah dan nasihat-nasihat.

Dengan taufik Allah Swt saya mulai menyeleksi pidato-pidato yang menakjubkan dan kemudian, surat-surat yang menawan hati dan diteruskan dengan hikmah-hikmah dan adab baiknya. Saya membuat bab terpisah dari setiap pembahasan dan di setiap pertengahan bab saya letakkan satu lembar kertas kosong, sehingga jika ada hal yang nanti saya dapatkan, akan saya tulis di sana dan jika saya peroleh sebuah perkataan dari Imam di sela-sela percakapan dengan seseorang atau tanya jawab yang terjadi atau saya mengingatnya dengan tujuan lain yang keluar dari maksud-maksud tersebut, yang sudah dijelaskan, untuk itu semua juga telah saya siapkan. Yaitu hal-hal yang saya anggap lebih tepat dan cocok untuk diletakkan di sana, maka saya akan menulisnya.

Di sela-sela perkataan Ali as yang saya pilih, terkadang terdapat bab-bab yang tidak serasi yang di sana terdapat perkataan yang menawan hati namun tidak serasi dengan urutan dan susunan yang ada. Sebabnya adalah karena poin-poin dan ucapan-ucapan sejati dan perkasa yang saya kumpulkan adalah dengan maksud kesinambungan bukan keserasian urutan kata-kata atau ucapan-ucapannya.

Dia selanjutnya berkata: dapat dilihat bahwa di tengah-tengah penyeleksian ini, terdapat satu lafadz dan makna yang berulang-ulang. Dalam hal-hal semacam ini, alasan kami adalah bahwa ucapan-ucapan Imam As diriwayatkan dengan berbagai bentuk dan di antara riwayat-riwayat yang ada juga terdapat perbedaan yang banyak. Apa lagi, jika terdapat sebuah ucapan dalam satu riwayat dan kami mengutipnya sesuai dengan apa yang kami dapatkan, kemudian ditemukan riwayat yang lain yang menjelaskan dalam bentuk yang berbeda, atau terdapat penambahan di dalamnya atau menggunakan sebuah ungkapan dengan kata yang lebih baik. Dengan begitu hal ini menuntut supaya hal tersebut diungkapkan seperti itu sehingga menjadi penguat dalam penyeleksian awal dan tujuan kami adalah merealisasikan bentuk terbaik dan terindah dalam penulisan ucapan dan perkataan Imam As.

Mungkin saya juga menulis sebuah tema di tempat lain dan kemudian setelah beberapa kali mengulangnya kembali di tempat yag berbeda, akan tetapi hal ini dikarenakan lupa dan bukan karena maksud tertentu atau sengaja. Dengan semua yang ada ini, saya tidak mengakui bahwa saya menguasai seluruh ucapan dan perkataan Imam As dan mengatakan bahwa tidak ada satupun darinya yang tersisa. Ada kemungkinan bahwa semua yang tidak saya peroleh dari perkataan dan ucapannya sangat lebih banyak dibandingkan dengan apa yang saya peroleh, dan apa yang saya muat lebih sedikit daripada yang tidak termuat. Namun wajib bagi saya untuk berusaha semampunya dan Allah akan membukakan jalan bagiku dan memberikan petunjuk serta taufikNya, Insya Allah. [29]

Dengan demikian, Nahjul Balaghah terbagi dalam tiga bagian: pidato-pidato, surat-surat, dan kata-kata mutiara pendek. Dengan memperhatikan pada perbedaan naskah para pengumpul di dalam pengurutan nomor tiga bagian ini, dalam penomorannya terdapat sedikit perbedaan. Menurut penomoran al-Mu'jam al-Mufahras li Alfadzi Nahjul Balaghah, jumlah pidato sebanyak 241 buah, jumlah surat sebanyak 79 buah dan kata mutiara pendek sebanyak 480 buah. [30] Di akhir tulisan ini, terdapat jadwal pembahasan hitungan perbandingan dari perbedaan naskah-naskah yang ada.

Pidato-pidato

Bagian pertama Nahjul Balaghah meliputi sebuah pilihan dari pidato-pidato Amirul Mukminin as yang mencakupi 241 pidato.[31]Sebagian peneliti memandang bagian ini sebagai sebuah ensiklopedia dari budaya Islam.[32]Pada umumnya, pidato-pidato tersebut meliputi tema-tema seperti pengenalan tentang Tuhan, pengenalan dunia, penciptaan alam semesta, tabiat manusia, umat-umat terdahulu dan pemerintahan-pemerintahan yang baik ataupun yang buruk. Namun poin yang patut direnungkan adalah bahwa tujuan asli Imam as dari menjelaskan permaslahan-permasalah di atas bukan hendak menjelaskan ilmu alam dan zoologi atau memberikan pemahaman tentang poin-poin filosofis atau historis, melainkan tujuan utama beliau adalah ingin menjelaskan tentang pengenalan kepada Tuhan dan masalah-masalah penting Islam. [33]Sayid Radhi hanya memberikan nama kepada empat pidato di antara pidato-pidato yang ada di Nahjul Balaghah, yaitu pidato Syiqsyiqiyah (pidato No.3), al-Gharra' (pidato No. 83), Asybah (pidato No. 91) dan Qashi'ah (pidato No. 92).[34]

Pidato Syiqsyiqiyah, Gharra dan Muttaqin diperkenalkan sebagai pidato terpenting dalam Nahjul Balaghah.[35]

Pidato Syiqsyiqiyah

Pidato Syiqsyiqiyah yang menjelaskan tentang persoalan-persoalan imamah dan kritikan-kritikan terhadap tiga khalifah, merupakan salah satu pidato Nahjul Balaghah yang menimbulkan kajian.[36]Dalam khutbah ini, Imam Ali as mengkritisi kinerja para khalifah dan mempersoalkan kekhilafahan masing-masing dari mereka. Imam as juga mengisyaratkan kepada serbuan khalayak untuk berbaiat kepadanya dan juga menyinggung tiga kelompok Nakitsin, Qasithin dan Mariqin, dan akhirnya ia menjelaskan alasan menerima pemerintahan.[37]

Muthahhari menilai khutbah ini paling bagusnya khutbah diantara khutbah-khutbah Nahjul Balaghah.[38]Dinukil dari Ibnu Abbas bahwa karena datang surat dari Kufah, Imam as memutus khutbah ini, padahal aku memohon beliau supaya meneruskannya tapi beliau tidak meneruskan, dan aku sepanjang umur tidak pernah menyesal dari terputusnya suatau ucapan sebagaimana aku menyesal dari terputusnya pidato dan ucapan Imam Ali as ini.[39]

Pidato al-Gharra

Khutbah ke-83 dari Nahjul Balaghah adalah khutbah lain yang diperkenalkan sebagai khutbah yang tersohor. Khutbah ini dinamai "al-Gharra" karena terhiasi dengan penjelasan yang fasih dan indah seperti menggunakan kata-kata serupa tapi beda maknanya, saja,sindiran dan kiasan.[40] Setelah Sayid Radhi menjelaskan khutbah ini mengatakan, tatkala Imam as menyampaikannya, masyarakat menangis.[41]Khutbah ini dimulai dengan pujaan dan pujian kepada Allah serta kesaksian Imam as terhadap kenabian Nabi Muhammad saw, kemudian dilanjutkan dengan pesan beliau akan ketakwaan kepada Allah dengan memperingatkan anugerah-anugerah-Nya dan bahwa dunia tempat ujian serta memperingatkan hari kiamat, kematian, dipedamnya manusia, hancurnya jasad dan menjadi makanan binatang-binatang kecil.[42]

Pidato Muttaqin

Khutbah "Muttaqin" atau "Hammam" merupakan khutbah lain Nahjul Balaghah yang sangat berpengaruh dan menakjubkan.[43]Khutbah ini disampaikan atas permohonan salah seorang sahabat dan pengikut Imam Ali as bernama Hammam mengenai sifat-sifat orang-orang yang bertakwa. Dalam khutbah ini, Imam Ali as menyifati orang-orang yang bertakwa dan menyebutkan sekitar 105 sifat untuk mereka.[44]Poin menarik dalam khutbah Muttaqin adalah setelah khutbah ini disampaikan, Hammam tidak sadarkan diri dan dalam kondisi itu pula ia meninggal dunia.[45]

Surat-surat

Bagian ini Nahjul Balaghah memiliki 79 bagian yang tersusun dari 12 surat wasiat, pesan dan surat, 2 perintah, satu doa, satu surat perjanjian dan 63 surat tertulis.[46]Pada umumnya bagian surat-surat Nahjul Balaghah ditujukan kepada para pejabat pemerintahan, ketua militer dan petugas pajak. Surat-surat ini lebih banyak menyinggung persoalan-persoalan pemerintahan dan cara interaksi antara petugas pemerintahan dan masyarakat.[47]Sebagian pengamat memandang bahwa surat-surat tersebut menerangkan garis politik Imam Ali as.[48]Meskipun surat-surat tersebut ditulis oleh seorang hakim untuk para penguasa dan petugas pemerintahan, namun tidak satu pun darinya dilaporkan memiliki konten instruksi pemerintaha.[49]Sebagian lagi memandang bahwa surat-surat tersebut ditulis oleh seorang ayah yang penyayang dan belas kasihan terhadap anak-anaknya.[50]

Surat kepada Imam Hasan as, surat perintah kepada Malik Asytar dan surat kepada Usman bin Hanif termasuk diantara surat-surat Nahjul Balaghah yang paling terkenal.

Kata-kata Mutiara Pendek

Bagian ini mencakupi 480 kata-kata mutiara pendek.[51] Pada bagian ini terdapat seleksi ucapan dan ungkapan penuh hikmah Amirul Mukminin As , nasehat-nasehatnya, jawaban pertanyaan-pertanyaan dan perkataan-perkataan pendeknya. [52]

Terjemah, Syarah dan Mustadrak

Terjemahan-Terjemahan

Telah banyak terjemahan yang dilakukan untuk kitab Nahjul Balaghah, yang mana sebagian dari terjemahan-terjemahan itu dapat disebutkan sebagai berikut:

  • Nahjul Balagah dengan terjemahan bahasa Persia abad kelima dan keenam; penjelasan kata-kata, perbaikan dan perbandaingan teks, oleh Azizullah Juwaini. [53]
  • Nahjul Balaghah; terjemahan Sayid Ja'far Syahidi. [54]
  • Nahjul Balaghah Amirul Mukminin Ali as; terjemahan Abdul Muhammad Ayati. [55]
  • Terjemahan dan penjelasan Nahjul Balaghah; terjemahan dan penjelasan Ali Naqi Faidh al-Islam. [56]
  • Nahjul Balaghah Imam Ali as; terjemahan Muhammad Mahdi Fuladvan. [57]
  • Nahjul Balaghah Imam Ali as; terjemahan Asadullah Mubasyiri. [58]

Syarah

Penulisan keterangan (syarah) atas Nahjul Balaghah dimulai beberapa tahun setelah penyusunannya dan berlanjut hinggga masa kini.[59]Telah banyak keterangan yang ditulis atas semua atau sebagian Nahjul Balaghah yang sekarang sejumlah besar darinya sudah jarang sekali ditemukan dan bahkan sebagiannya sudah tidak terjangkau tangan lagi.[60]Beberapa peneliti mendakwa bahwa dalam sejarah Islam sama sekali tidak ada kitab setelah Alquran yang ditulisakan keterangan dan tafsiran untuknya sebagaimana kitab Nahjul Balaghah.[61]

Para juru katalog telah banyak menghitung nama-nama kitab yang menerangkan dan menjelaskan Nahjul Balaghah, diantaranya tercantum dalam "Bibliogrfi Nahjul Balaghah" bahwa lebih dari 300 karya tentang kitab ini telah disebutkan dalam berbagai bahasa yang menurut pengakuan penulis, katalog ini masih belum lengkap. [62] Adapun yang tercantum berikut ini adalah hanya sebagian dari keterangan dan penjelasan yang penting dalam bahasa Persia dan Arab yang semua itu kini ada di tengah-tengah kita.

Persia

  1. Terjumah wa Tafsir Nahjul Balaghah, Muhammad taqi Ja'fari.
  2. Tarjumah wa Tafsir Nahjul Balaghah, Sayid Ali Naqi Faidh al-Islam.
  3. Peyame Imam Amirul Mukminin as: keterangan baru dan lengkap atas Nahjul Balaghah, karya Ayatullah Makarim Syirazi
Kitab Syarh Nahjul Balaghah Ibnu Abi al-Hadid

Arabi

  1. Syarh ibnu Abil Hadil, penyair dan sastrawan mu'tazili, riset Muhammad Abul Fadhl Ibrahim.
  2. Minhaj al-Bara'ah fi Syarhi Nahjil Balaghah, Qutbuddin al-Rawandi (wafat 573 H); riset Azizullah al-Atharudi.
  3. Hadaiq al-Haqaiq fi Syarhi Nahjil Balaghah, Qutbuddin al-Kaidari al-Baihaqi; riset Azizullah al-Atharudi. Penulisan keterangan ini selesai pada tahun 576 H.
  4. Minhajul Bara'ah fi Syarhi Nahjul Balaghah, Habibullah al-Hasyimi al Khui (1268-1324).
  5. Nahjul Balaghah, Syarh Muhammad Abduh (1849-1905 M) di bawah pengawasan riset dan percetakan Abdul Aziz Sayid al-Ahl.

Mustadrak (Pelengkap) Nahjul Balaghah

Kitab-kitab Mustadrak ialah kitab-kitab yang disusun dengan tujuan hendak melengkapi kitab lain dan mengisi kekurangan-kekurangannya.[63]Atas dasar itu, yang dimaksud Mustadrakat Nahjul Balaghah adalah kitab-kitab yang disusun guna mendata dan mngumpulkan ucapan-ucapan dan nasehat-nasehat Amirul Mukminin as yang dilupkan oleh Sayid Radhi.[64]Dikatakan bahwa Sayid Radhi adalah orang pertama yang dikenal sebagai penulis mustadrak (pelengkap) Nahjul Balaghah. Dia mengosongkan sebagian lembaran-lembaran Nahjul Balaghah sehingga jika nanti didapatkan ucapan-ucapan dan kata-kata baru Imam Ali as, ia akan menambahkannya kepada Nahjul Balaghah.[65]

Mengingat bahwa kitab Nahjul Balaghah adalah pilihan dari perkataan-perkataan Imam Ali as, maka setelah Sayid Radhi sejumlah besar ulama berusaha keras untuk mengumpulkan ucapan-ucapan Imam as yang tidak ada di Nahjul Balaghah tapi ada di kitab-kitab lain, kemudian menambahkannya ke dalam Nahjul Balaghah.[66] Sebagian karya-karya tersebut adalah:

  1. Al-Tadzlil 'ala Nahjil Balaghah: kitab ini karya Abdullah bin Ismail Halabi yang disusun pada abad ke-5 H.
  2. Mulhaqu Nahjil Balaghah: kitab ini karya ahmad bin Yahya bin Ahmad bin Naqah yang disusun pada tahun 729 H.
  3. Tamāmu Nahjul Balāghah: kitab ini disusun oleh Sayid Shadiq Musawi dan dicetak di Beirut dan Masyhad.
  4. Mustadrak Nahjul Balāghah: kitab ini hasil karya Syaikh Hadi Kasyif al-Ghita yang disusun pada tahun 1361.

Sanad-Sanad Nahjul Balaghah

Tidak disebutnya sanad-sanad perkataan Amirul Mukminin as di dalam Nahjul Balaghah termasuk dari salah satu ketidakjelasan kitab ini.[67]Dikatakan bahwa Nahjul Balaghah merupakan pilihan dari perkataan-perkataan Imam Ali as, dan karena referensi-referensinya menyebar dan terkenal di zaman Sayid Radhi, maka ia tidak merasa perlu untuk menyebutkan sumber-sumbernya.[68]Namun demikin, para ulama dan berbagai peneliti berupaya untuk menetapkan kebenaran penisbatan Nahjul Balaghah kepada Imam Ali as. Mereka mengumpulkan sanad-sanad riwayat dan perkataan-perkataan yang ada di dalam kitab ini dari sela-sela puluhan kitab dan sumber klasik dalam bentuk kompilasi dengan nama Asnad wa Madarik Nahjil Balaghah.[69]

Kitab-kitab Madarik Nahjil Balaghah wa Daf'u al-Syubuhat anhu karya Hadi Kasyif al-Ghita, Mashadiru Nahjil Balaghah fi Madarik Nahjil Balaghah, karya Hibatuddin Syahristani, Mashadiru Nahjil Balaghah, karya Abdullah Nikmah, Asnad wa Madarik Nahjil Balaghah dan Ruwwat wa Muhadditsin Nahjil Balaghah karya Muhammad Dasyti, Bahtsi Kutah Piramuni Madarik Nahjil Blaghah, karya Ridha Ustadi, Mashadiru Nahjil Balghah wa Asaniduhu, karya Sayid Abdul Zahra Khatib dan Takmilah Minhaj al-Bara'ah fi syarh Nahjil Balaghah, karya Hasan Zadeh Amuli adalah kitab-kitab mandiri yang menyebutkan sanad-sanad perkataan Imam Ali as di dalam Nahjul Balaghah.[70]

Keraguan Mengenai Nahjul Balaghah

Ada dua keraguan yang diajukan mengenai kitab Nahjul Balaghah. Sebagian peneliti menyatakan bahwa kitab ini dikumpulkan oleh saudara Sayid Radhi, yakni Sayid Murtadha, dan sebagian yang lain meragukan penisbatan kandungan kitab ini kepada Imam Ali as.[71] Ibnu Khalkan sejarwan tersohor Ahlusunnah, Ibnu Hajar di dalam Lisan al-Mizan dan Yafi'i di dalam Mir'at al-Jannat adalah diantara pribadi-pribadi yang meragukan dua masalah di atas.[72]Sementara sejumlah besar ulama Syiah dan Ahlusunnah meyakini bahwa Sayid Radhi lah yang mengumpulkan kitab ini dan sama sekali tidak ada dari khutbah dan bagian lain dari Nahjul Balaghah yang merupakan karangan Sayid Murtadha.[73]

Najjasyi pakar rijal dan yang semasa dengan Sayid Radhi juga menisbatkan kitab ini kepada Sayid Radhi.[74]Sebagian peneliti juga mengatakan, Sayid Radhi dalam menerjemahkan beberapa kata berulang kali mengatakan: "Radhi berkata", hal ini membuktikan bahwa Sayid Radhi yang mengumpulkan kitab ini.[75]Selain itu, sekelompok peneliti meyakini bahwa ijazah-ijazah yang tertinggal dari ulama Syiah dan penyambungan silsilah sanad Nahjul Balaghah kepada Sayid Radhi adalah menjadi bukti bahwa kitab ini dikumpulkan oleh Sayid Radhi.[76]Allamah Bahrul Ulum menolak pernyataan Ibnu Khalkan dan para pengikutnya dan menegaskan bahwa hal itu muncul dari ketidaktahuan dan penyimpangannya dari mazhab para imam Ahlulbait.[77]

Ibnu Abil Hadid Mu'tazili menyatakan bahwa keberatan akan penisbatan kandungan Nahjul Balaghah kepada Imam Ali muncul dari hawa nafsu dan fanatik buta, dan ia menegaskan dan menekankan kebenaran penisbatan kandungan Nahjul Balaghah kepada Imam Ali as.[78]Dinukil pula dari Ibnu Taimiyyah, salah seorang ulama Ahlusunnah, perihal kebenaran penisbatan Nahjul Balaghah kepada Sayid Radhi dan Imam Ali as.[79]

Sebagian peneliti melaporkan bahwa banyak ilmuan sebelum Sayid Radhi telah mengumpulkan khutbah-khutbah dan perkataan-perkataan Imam Ali as, dan sanad-sanad dan kitab-kitab itulah yang menjadi sebagian referensi Sayid Radhi dalam mengumpulkan Nahjul Balaghah.[80]Misalnya, Ya'qubi (w.292 H) dalam kitabnya berbicara soal 400 khutbah peninggalan Imam Ali as,[81]atau Mas'udi (w.346 H) dalam Muruj al-Dzahab mengatakan bahwa jumlah khutbah Imam Ali as yang ditinggalkan mencapai 480 khutbah.[82]Ibnu Syu'bah Harrani pengarang kitab Tuhaf al-Uqul menyatakan, apabila hanya khutbah-khutbah Amirul Mukminin as yang mengenai Tauhid saja dikumpulkan, niscaya kadarnya akan seperti kitab Tuhaf al-Uqul.[83]

Kritikan-kritikan

Beberapa ulama disamping memuji dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan Sayid Radhi mengenai Nahjul Balaghah, juga mengajukan kritikan-kritikan terhadap kitab ini.[84]Syaikh Muhammad Taqi Syusytari dalam mukaddimah kitab Bahju al-Shabaghah fi Syarh Nahjil Balaghah menyatakan, karena usaha dan upaya Sayid Radhi adalah hendak memilih perkataan-perkataan imam Ali as yang fasih dan retorik, maka terkadang perkataan-perkataan musuh Imam Ali as yang dinisbatkan kepadanya, secara keliru dimuat juga dalam Nahjul Balaghah, dan terkadang pula ia memotong perkataan-perkataan Amirul Mukminin as.[85]Syusytari melanjutkan bahwa, mayoritas kitab yang dijadikan referensi oleh Sayid Radhi adalah kitab-kitab Ahlusunnah, oleh karenanya, sebagian kalimat yang penisbatannya kepada Imam Ali as telah diingkari, dimuat juga dalam Nahjul Balaghah. Penisbatan sebagian perkataan-perkataan imam-imam lain kepada Imam Ali as juga termasuk dari kritikan-kritikan yang tak terbantahkan kepada kitab ini.[86]

Software Nahjul Balaghah

  1. Danishnameh Jami Nahjul Balagah atau Ensiklopedia Nahjul Balaghah. Tehran: Pusat Penelitian dan Riset Komputer Hauzah Ilmiyah Isfahan. Spesifikasi: satu buah CD dengan petunjuk, audio dan visual. CD ini mencakup: ratusan jilid penjelasan dan terjemahan dengan berbagai bahasa yang digunakan di seluruh dunia, dalam bentuk komparasi, menjangkau ribuan tema dengan metode vertikal, kamus bahasa aktif dalam teks, kemampuan tayang sumber-sumber dan perumpamaan secara aktif dan tayangan naskah tulisan tangan dan fasilitas lainnya. [87]
  2. Manhaj al-Nur: Daneshnameh Alawi (Ensiklopedia Alawi), Qom. Pusat Penelitian dan Riset Komputer Ulum Islami. Satu CD mencakup penayangan teks Nahjul balaghah berdasarkan lima naskah dengan fasilitas dapat dikomparasi; penjelasan kata-kata yang rumit; nama-nama yang jelas dan berkata ganti; perumpamaan pribahasa dan sumber-sumber Nahjul Balaghah dalam bahasa Arab dan Persia; menyediakan daftar isi, hadis-hadis, syair-syair; doa-doa; percontohan; alamat-alamat dan sumber-sumber; sebuah perpustakaan yang mencakup seratus sepuluh tema dalam dua ratus delapan puluh satu jilid dalam ranah nahjul Balaghah dan ... dan sebuah perpustakaan terperinci dari buku-buku program dengan fasilitas pencarian berbagai ragam. [88]

Telaah lebih jauh

  • Nahjul Balaghah wa Atsaruhu Ala al-Adab al=Arabi. Muhammad Hadi al-Amini al-Najafi.[89]
  • Syahidi, Sayid Ja'far, Bahreh Adabiyat Farsi az Sukhanan Ali as, pada kongres peringatan millennium Nahjul Balaghah, tanpa tempat: Bunyad Nahjul Balaghah, 1360 HS.
  • Syahidi, Sayid Ja'far, Bahreh Giri Adabiyat Farsi az Nahjul Balaghah, pada kongres kedua peringatan Nahjul Balaghah, Tehran: kementerian penasehat Islam dan Bunyad Nahjul Balaghah, 1363 HS.
  • Ja'fari, Muhammad Mahdi, Asynai Ba Nahjul Balaghah, Tehran, Amir Kabir, 1364 HS.

Catatan Kaki

  1. Musthafawi, Muarrifi Nahjul Balaghah, hlm.24
  2. Rasyad, Danesynameh Imam Ali as, jld.12, hlm.11
  3. Tehrani, al-Dzari'ah, jld.24, hlm.413
  4. Nahjul Balaghah, Muhaqqiq Atharidi Qucani, mukadimah sayid Radhi, hlm.1
  5. Nahjul Balaghah,Muhaqqiq Atharidi Qucani, mukadimah sayid Radhi, hlm.4
  6. Dehkhuda,Lughat Nameh kata Nahj; Nahjul Balaghah,Muhaqqiq Atharidi Qucani, mukadimah sayid Radhi, hlm.1
  7. Abduh, Syarh Nahjil Balaghah, hlm.10
  8. Musthafawi, Muarrifi Nahjil Balaghah, hlm.35
  9. Muarrifi Nahjil Balaghah, hlm.35
  10. Nahjul Balaghah, terjemahan Faidh al-Islam, jld.3, hlm.423
  11. Musthafawi, Rabithah Nahjil Balaghah wa Quran, hlm.33-34
  12. Musthafawi,Rabithah Nahjil Balaghah wa Quran hlm.35; Rafii, Ashalati Alawi Nahjil Balaghah, hlm.131
  13. Rasyad, Danesynameh Imam Ali as, jld.12, hlm.78
  14. Muayyidi, Rahnamaye Pazuhesy wa Tahqiq dar Nahjul Balaghah, hlm.155
  15. Amin, A'yan al-Syiah, jld.44, hlm.218
  16. Musthafawi, Rabithah Nahjul Balaghah wa Quran, hlm.39
  17. Ustadi, Kitabnameh Nahjul Balaghah
  18. Lihat: al-Husaini al-Khatib, Mashādiru Nahjil Balaghah wa Asāniduhu, jld.1, hlm.106-120
  19. Rasyad, Danesynameh Imam Ali, jld.12, hlm.32
  20. Makarim Syirazi, Peyame Imam, jld.1, hlm.30
  21. Ibnu Abil Hadid, Syarh Nahjil Balaghah Ibn Abil Hadid, jld.7, hlm.213
  22. Ibnu Abil Hadid, Syarh Nahjil Balaghah Ibni Abil Hadid, jld.7, hlm.215
  23. Jordac, al-Adalah al-Insaniyah, jld.1, hlm.47
  24. Jordac, al-Adalah al-Insaniyah, jld.1, hlm.47
  25. Jordac, Shaut al-Adalah al-Insaniyah, jld.1, hlm.47
  26. Makarim Syirazi, Peyame Imam, jld.1, hlm.36
  27. Al-Husaini al-Khotib, Mashadiru Nahjil Balaghah wa Asāniduhu, jld.1, hlm.108-109
  28. Makarim Syirazi, Peyame Imam, jld.1, hlm.37
  29. Muqaddimah Sayid Radhi bar Nahjul Balāghah, terjemahan Ayati.
  30. Rujuklah: Muhammadi, Sayid Kazdim, Dasyti, Muhammad, al-Mu'jam al-Mufahras li Alfāzd Nahjul Balāghah, Qom, Percetakan Imam Ali as, 1369 HS.
  31. Muhammadi dan Dasyti, al-Mukjam al-Mufahras li Alfadz Nahjil Balaghah, hlm.1
  32. Nahjul Balaghah, terjemahan Syahidi, mukaddimah Syahidi, hlm.yad
  33. Nahjul Balaghah, terjemahan Syahidi, mukaddimah Syahidi, hlm. yad
  34. Rasyad, Danesynameh Imam Ali, jld.12, hlm.19
  35. Muthahhari, Majmu'e-ye Atsar Syahid Muthahhari, jld.16, hlm.359-360
  36. Bahrani, Syarh Nahjul Balaghah, jld.1, hlm. 251; Syahristani, Piramuni Nahjul Balaghah, hlm.60
  37. Thaliqani, Partui az Nahjul Balaghah, hlm. 133-142
  38. Muthahhari, Majmu'e-i Atsari Syahid Muthahhari, jld.16, hlm.359
  39. Muthahhari, Majmu'e-i Atsar Syahid Muthahhari, jld.16, hlm. 359; Thaliqani, Partui az Nahjul Balaghah, hlm.130
  40. Khui, Minhaj al-Bara'ah fi Syarh Nahjil Balaghah, jld.6, hlm.70; Muthahhari, Majmu'e-i Atsari Syahid Muthahhari, jld.16, hlm.359
  41. Nahjul Balaghah, diedit oleh Shubhi Shaleh, khutbah 83, hlm. 133
  42. Syahidi, Tarjumah Nahjul Balaghah, hlm. 60-65
  43. Muthahhari, Majmu'e-i Atsari Syahid Muthahhari, jld.16, hlm.360; Syahidi, Tarjumah Nahjul Balaghah, hlm. 227
  44. Muthahhari, Majmu'e-i Atsari Syahid Muthahhari, jld.16, hlm. 360; Syahidi, Tarjumah Nahjul Balaghah, hlm. 227
  45. Muthahhari, Majmu'e-i Atsari Syahid Muthahhari, jld. 16, hlm. 360; Syahidi, Tarjumah Nahjul Balaghah, hlm. 227
  46. Rasyad, Danesynameh Imam Ali, jld.12, hlm. 19
  47. Dasyti, Farhanggi Maudhu'i Kulliyati Nahjul Balaghah, hlm.359; Nahjul Balaghah, Terjemahan Syahidi, mukaddimah Syahidi, hlm. yad
  48. Bahesyti,Shadriyah, Akhlaqi Siyasi dar Nameh-hanye Nahjul Balaghah, hlm.21
  49. Nahjul Balaghah, terjemahan Syahidi, mukaddimah Syahidi, hlm.yad
  50. Nahjul Balaghah, terjemahan Syahdidi, mukaddimah Syahidi, hlm.yad
  51. Muhammadi dan Dasyti, al-Mukjam al-Mufahras li Alfadz Nahjil Balaghah, hlm. yad
  52. Nahjul Balāghah, terjemahan Syahdidi, hlm. 360.
  53. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/ff1ii5590
  54. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/1828261
  55. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/1207008
  56. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/675567
  57. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/1582020
  58. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/575562
  59. Rasyad, Danesynameh Imam Ali, jld.12, hlm.73
  60. Ustadi, Kitabnameh Nahjul Balaghah, hlm.3-4
  61. Rasyad, Danesynameh Imam Ali, jld.12, hlm.119
  62. Ustadzi, Ridha, Kitabnameh Nahjul Balaghah, hlm. 3-4
  63. Najaf Zadeh, Danesyi Hadits, hlm.273
  64. Rasyad, Danesynameh Imam Ali,jld.12, hlm.28
  65. Rasyad, Danesynameh Imam Ali, jld.12, hlm.28
  66. Rasyad, Danesynameh Imam Ali, jld.12, hlm.28
  67. Rasyad, Danesynameh Imam Ali, jld. 12, hlm.22
  68. Rasyad, Danesynameh Imam Ali, jld.12, hlm.22
  69. Rasyad, Danesynameh Imam Ali, jld.12, hlm.25
  70. Rasyad, Danesynameh Imam Ali as, jld.12, hlm.25-27
  71. Abad ke-8, Syarh Nahjul Balaghah, hlm.14; Syahristani dkk,Maqalati Piramuni Nahjul Balaghah, hlm.115-116
  72. Abad ke-8, Syarh Nahjul Balaghah, hlm.14; Syahristani dkk,Maqalati Piramuni Nahjul Balaghah, hlm.115-116
  73. Lihat: Syahristani Dkk, Maqalati Piramuni Nahjul Balaghah, hm.115-116
  74. Syahristani Dkk, Maqalati Piramuni Nahjul Balaghah, hlm.115
  75. Abad ke-8, Syarh Nahjul Balaghah, hlm.14
  76. Syahristani Dkk, Maqalati Piramuni Nahjul Balaghah, hlm.119; Rasyad, Danesynameh Imam Ali, jld.12, hlm.21
  77. Syahristani Dkk, Maqalati Piramuni Nahjul Balaghah, hlm.117
  78. Ibnu Abil Hadid, Syarh Nahjil Balaghah Ibni Abil Hadid, jld.1, hlm.8-9
  79. Syahristani dkk, Maqalati Piramuni Nahjil Blaghah, hlm.117
  80. Syahristani Dkk, Maqalati Piramuni Nahjil Balaghah, hlm.119
  81. Ya'qubi, Masyakilah al-Nas li Zamanihim, hlm.12 dan 48
  82. Masudi, Muruj al-Dzahab, jld.2, hlm.417
  83. Harrani, Tuhaf al-Uqul, hlm.61
  84. Rasyad, Danesynameh Imam Ali, jld.12, hlm.70
  85. Syusytari, Bahju al-Shabaghah fi Syarh Nahjil Balaghah, jld.1, hlm.17-23
  86. Syusytari, Bahju al-Shabaghah fi Syarh Nahjil Balaghah, jld.1, hlm.17-23
  87. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/1983833
  88. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/885530
  89. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/885530

Daftar Pustaka

  • Syahidi, Sayid Ja'far, Nahjul Balaghah, terjemah, Tehran: Ilmi wa Farhanggi, 1377.
  • Ayati, Abdulhamid, Nahjul Balaghah, terjemah, tanpa tempat, penerbit: kantor penerbitan Farhang Islami, 1377 HS. (Naskah yang ada dalam CD perpustakaan Ahlulbait As Naskah kedua)
  • Ibnu Abi al-Hadid, Syarh Nahjul Balaghah, riset: Muhammad Abulfazl Ibrahim, Dar Ihya al-Kutub al-Arabiyah, Isa al-Babi al-Halabi dan temen-teman, 1378 H - 1959 M.
  • Ustadzi, Ridha, Kitabnameh Nahjul Balaghah, Tehran: Bunyad Nahjul Balaghah, 1359 HS.
  • Al-Husaini al-Khatib, al-Sayid Abduzzahra, Mashadir Nahjul Balaghah wa Asaniduhu, Beirut: Dar al-Zahra, 1409 H – 1988 M.
  • Ibnu Khalkan, Wafayat al-A'yan wa Abna al-Zaman, riset: Ihsan Abbas, Lebanon: Dar al-Tsaqafah, tanpa tanggal.
  • Al-Dzahabi, Siaru a'lam al-Nubala, riset, penyalur dan tafsir: Syuaib al-Arnauuth, Muhammad Na'im al-‘arqususi, Beirut: yayasan Al-Risalah, 1406 H- 1986 M.
  • Syahidi, Sayid Ja'far, Bahreh Adabiyat Farsi az Suhkanan Ali as, pada kongres peringatan millennium Nahjul Balaghah, tanpa tempat: Bunyad Nahjul Balaghah, 1360 HS.
  • Syahidi, Sayid Ja'far, Bahreh Giri Adabiyat Farsi az Nahjul Balaghah, pada kongres kedua peringatan Nahjul Balaghah, Tehran: kementerian penasehat Islam dan Bunyad Nahjul Balaghah, 1363 HS.
  • Al-Jahizd, Al-Bayan wa al-Tabyin, Mesir: Al-Maktabah al-Tijariyah al-Kubra li Shahibiha Musthafa Muhammad, 1345 H/ 1926 M. (Naskah yang ada dalam CD perpustakaan Ahlulbait As Naskah kedua).
  • Abduh, Muhammad, Syarh Nahjul Balaghah, editor: Muhammad Muhyiddin Abdulhamid, Kairo: percetakan al-Istiqamah. (Naskah yang ada dalam CD ensiklopedia Alawi Manhaj al- Nur).
  • Muhammadi Dasyti, Sayid Kazdim, al-Mu'jam al-Mufahras li Alfazdi Nahjul Balaghah, Qom: Penerbit Imam Ali as, 1369 HS.