Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa referensi

Muhammad bin Ali al-Hadi as

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Keturunan Imam
Muhammad bin Ali al-Hadi as

Muhammad bin Imam Ali al-Hadi as di kota Balad, 50 kilometer selatan Samarra
Nama Muhammad
Kunya Abu Jakfar
Terkenal dengan Sabu'u al-Dujail
Afiliasi Agama Islam Syiah
Ayah Imam Ali al-Hadi as
Ibu Hudaits atau Sulail
Lahir sekitar tahun 228 H/843
Tempat Lahir desa Sharya, dekat kota Madinah
Tempat Tinggal Madinah
Anak-anak Ahamad bin Muhammad • Ali bin Muhammad
Wafat 252 H/866
Tempat Dimakamkan Kota Balad 50 km dari Samarra

Abu Jakfar Muhammad bin Ali al-Hadi as (bahasa Arab: أبو جعفر محمد بن علي الهادي عليه السلام yang masyhur dengan Sayid Muhammad yang dalam istilah setempat dikenal dengan Sabu'u al-Dujail (Singa jantan Dujail) adalah putra tertua Imam Hadi as yang dikarenakan keagungan spritual dan etikanya diduga oleh orang-orang Syiah dan selain Syiah akan menjadi imam setelah Imam Hadi as. Namun, kematian dia di masa ayahnya masih hidup menepis dugaan ini.

Makam Sayid Muhammad di kota Balad, 50 km selatan Samarra sangat dihormati oleh orang-orang Syiah khususnya orang-orang Syiah Irak. Banyak keramat dinukil darinya.

Petang 7 Juli 2016 haram Sayid Muhammad terkena serangan kelompok teroris.

Kelahiran, Nasab dan Keturunan

Sayid Muhammad lahir di desa Sharya, dekat kota Madinah pada sekitar tahun 228 H/843. Menurut pendapat masyhur, ia putra pertama Imam Hadi as[1] dan lebih besar dari Imam Hasan al-Askari as. Ibunya bernama Hudaits atau Sulail.[2]

Ketika Imam Hadi as didatangkan ke Samarra atas perintah Mutawakkil Abbasi, Sayid Muhammad -yang saat itu berumur kurang lebih lima tahun-menetap di Sharya.

  • Anak-anak keturunan

Dari kitab Bahr al-Ansāb dinukil bahwa Sayid Muhammad memiliki sembilan anak laki-laki yang sebagian mereka dikuburkan di kota Khui dan Salmas, Iran. Anak keturunannya hanya berlanjut dari dua orang putranya bernama Ahmad dan Ali.[3]

Kelayakan Akhlak

Abu Jakfar, Sayid Muhammad memiliki ahklak dan adab yang mulia. Kesempurnaan-kesempurnaan ini membedakan dia dari orang lain sehingga sejumlah besar dari orang-orang Syiah meyakini bahwa setelah Imam Hadi as kedudukan imamah akan jatuh kepadanya.[butuh referensi]

Al-Kalani mengenai kepribadiannya berkata: "Aku datang menemui Abu Jakfar, Muhammad bin Ali pada masa awal pertumbuhan dan usia dininya, dan aku tidak melihat seseorang lebih wibawa, mulia, agung dan suci darinya. Pada saat itu Imam Hasan Askari as -di Hijaz- masih anak-anak dan Abu Jakfar sangat menyanjungnya".

Abu Jakfar senantiasa mendampingi saudaranya, Imam Hasan al-Askari as dan tidak pernah berpisah. Imam as pun bertanggung jawas atas pendidikannya dan mengajarkan kepadanya ilmu, pengetahuan dan adabnya.[4]

Mengingat bahwa Sayid Muhammad memiliki berbagai kelayakan, orang-orang mengira dia adalah orang yang akan menjadi imam berikutnya. Namun setelah kepergiannya di masa kehidupan Imam Hadi as, orang-orang Syiah dengan petunjuk Imam Hadi as tahu tentang pengganti Imam Hasan Askari as dalam urusan imamah.[5]

Wafat

Pada tahun 252 H/866 Sayid Muhammad bemaksud bepergian untuk menziarahi Rumah Allah. Ketika sampai di desa Balad dekat kota Samarra, ia jatuh sakit dan pada tanggal 29 Jumadil Akhir wafat. Orang-orang Syiah mengebumikannya di tempat itu. Sebagian peneliti mengajukan kemungkinan bahwa ia diracuni oleh kaum Abbasi.[6]

Setelah kepergiannya, Imam Hadi as mengadakan majlis khatm (baca: tahlil). Sekelompok dari Bani Hasyim termasuk di dalamnya Hasan bin Hasan Afthas menukilkan:

Pada hari wafatnya Sayid Muhammad, kami pergi ke rumah Imam Hadi as dan kami melihat permadani digelar di pelataran rumah dan orang-orang duduk memutar di atasnya. Kami dapat menebak jumlah orang yang hadir, selain para pecinta dan seluruh masyarakat, 150 orang dari keluarga Abu Thalib, Bani Hasyim dan Quraisy hadir di sana. Tiba-tiba Imam Hasan Askari as datang dalam keadaan menangis atas kepergian saudaranya dan berdiri di pinggir ayahandanya. Kami tidak mengenali beliau. Setelah beberapa saat, Imam Hadi as menghadap kepadanya seraya berkata: "Wahai anakku! Bersyukurlah kepada Allah niscaya Ia akan mewujudkan perkara baru untukmu". Imam Hasan as menangis seraya berucap: "Segala puji bagi Allah Tuhan Alam semesta, hanya kepada-Nya kami bersyukur atas segala anugerah-Nya dan sesungguhnya kami untuk Allah dan kepada-Nya kami akan kembali". Aku bertanya siapa dia? Orang-orang menjawab: Dia Hasan putra Imam Ali al-Naqi as. Pada saat itu tampaknya dia berusia 20 tahun, akhirnya kami paham bahwa setelah ayahnya, dia lah yang menjadi imam.[7]

Kelompok Muhammadiyah

Setelah Sayid Muhammad wafat, sebagian orang-orang Syiah pendukung keimamahannya berkata: "Dia tidak wafat dan masih hidup, sebab Imam Hadi as pernah memperkenalkannya sebagai imam dan mengingat bahwa Imam as tidak boleh bohong dan tidak pula beliau bisa berkata telah terjadi bada', maka dia (Sayid Muhammad) adalah pengganti, dan ayahnya menyembunyikan dia karena takut masyarakat akan mencelakainya".[8]

Haram Imam Zadeh Sayid Muhammad

Pusara Sayid Muhammad berada di kota Balad, provinsi Salahuddin di 85 km utara Bagdad, dan kini menjadi salah satu tempat ziarah orang-orang Syiah.

Tidak ada informasi rinci mengenai sejarah pembangunan pertama pusara Imamzadeh, hanya saja dari perenovasian yang terjadi antara tahun 1379 H/1959 hingga 1384 H/1964. Dapat disimpulkan bahwa bangunan pertama dari pusara ini dibangun pada abad ke-4 H oleh Adududdaulah Dailami. Setelah itu pada abad ke-10 H dibangun bangunan kedua oleh Syah Ismail Shafawi setelah pembebasan kota Bagdad.

Di dharihnya tertuliskan:

Ini adalah makam Sayid yang mulia Abu Jakfar Muhammad putra Imam Hadis as. Dia adalah sosok yang agung dan orang-orang Syiah mengira dia yang akan menjadi imam setelah Imam Hadis as, dan setelah ia wafat, Imam Hadis as mengisyaratkan kepada keimamahan Hasan Askari as. Saat Imam Hadi as pergi dari Madinah ke Samarra, Sayid Muhammad masih kecil, dan setelah mencapai usia balig ia pun pergi ke Samarra. Beberapa waktu ia tinggal di Samarra hingga memutuskan untuk kembali ke Madinah. Setelah 9 farsakh (sekitar 50 km) meninggalkan kota Samarra dan sampai di desa Balad, maka di tempat ini ia jatuh sakit dan wafat.[9]

Serangan Teroris

Malam tanggal 7 Juli 2016, makam Sayid Muhammad mendapat serangan kelompok teroris. Tentara kelompok teroris ISIS (Daisy) pertama melemparkan mortir ke makam ini lalu beberapa anggotanya meledakkan diri dengan bom bunuh diri di dekat pusaranya.[10]

Beberapa Keramat

Banyak keramat yang tampak dari Sayid Muhammad. Mirza Husain Nuri di dalam buku al-Najm al-Tsāqib menulis:

Sayid Muhammad terkenal memiliki keramat-keramat bahkan di kalangan Ahlusunah hal itu juga terkenal. Masyarakat Irak dan bahkan arab-arab badui pun takut bersumpah dengan namanya. Jika mereka dituduh mencuri uang, maka itu akan dikembalikan, tapi mereka tidak berani bersumpah dengan Sayid Muhammad.

Sejumlah ulama telah menulis keramat-keramat Sayid Muhammad dalam beberapa kitab, diantaranya sebuah risalah mengenai keramat-keramat Sayid Muhammad bin Ali al-Hadi yang ditulis oleh Mahdi Āl Abdul Ghaffar al-Kisymiri. Di sini akan disinggung beberapa keramatnya: Allamah Sayid Mirza Hadi Khurasani menukil dari Sayid Hasan Āl Khujah dari para pelayan haram Askariyain:

Saya duduk di pelataran haram Abu Jakfar Sayid Muhammad, saya lihat ada orang Arab yang kedua tangannya diikatkan ke lehernya masuk ke dalam haram, saya dekati dan bertanya sebab sakitnya. Dia menjawab: "Tahun lalu, suatu hari saya pergi ke rumah saudariku, saya lihat di halaman rumahnya ada seekor kambing diikat. Saya hendak memotongnya untuk saya makam. Saudariku tidak mengizinkan seraya berkata: "Kambing ini saya nazarkan untuk Sayid Muhammad. Saya tidak gubris omongannya dan saya pun memotong kambing itu. Setelah tiga hari, tampak sebab-sebab lumpuh di tanganku dan hari demi hari semakin memburuk. Saya tidak tahu sebabnya hingga akhirnya saya teringat pada apa yang telah kulakukan, nah sekarang saya menyesal dan untuk kesembuhan saya datang ke haram Sayid Muhammad. Kemudian orang itu bersama para pendampingnya masuk ke dalam haram dan mulai menangis. Setelah beberapa jam saya lihat tangannya mulai bergerak. Lalu ia melakukan sujud syukur dan bernazar setiap tahun akan membawa seekor kambing untuk disembelih dan (pahalanya) diniatkan untuk Sayid Muhammad.[11]

Pengenalan Buku

  • Hayat wa Karāmāt Abu Jakfar Muhammad bin al-Imam Ali al-Hadi as: buku ini ditulis dengan bahasa Arab oleh Muhammad Ali Urdubadi (1312-1380 H) mengenai keadaan Imamzadeh Sayid Muhammad.

Galery

Catatan Kaki

  1. Thabrisi, al-Ghunyah, hlm.200
  2. Bihār al-Anwār, jld. 50, hlm.237-238
  3. Sab'u al-Jazirah
  4. Qurasyi, Zindegāni Imam Hasan Askari as, hlm.23
  5. Qurasyi, Zindegani Imam Hasan Askari as, hlm.23
  6. Qurasyi, Zindegani Imam Hasan Askari as, hlm.30
  7. Majlisi, Bihār al-Anwār, jld.5, jlm.246
  8. Asy'ari Qummi, al-Maqālāt wa al-Firaq, hlm.101
  9. Ihsan Muqaddas, hlm.312
  10. Berita ABNA
  11. Ihsan Muqaddas, hlm.302

Daftar Pustaka

  • Asy'ari Qummi. Al-Maqālāt wa al-Firaq. Diedit oleh: Muhammad Jawad Masykur. Markaz Intisyarat Ilmi wa Farhanggi, 1361 HS.
  • Ihsan Muqaddas. Rahnamaye Amākin Ziyarati wa Siyahati dar Iraq. Nasyr Masy'ar.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Ushul Kafi. Riset: Ali Akbar Ghaffari. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyah,1388 H.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Bihwr al-Anwār al-Jāmi'ah li Durari Akhbār al-Aimmah al-Athhār. Teheran: Islamiyah, 1363 HS.
  • Mufid. Al-Irsyad fi Ma'fati Hujajillah ala al-Ibad. Qom: Kongres Syaikh Mufid, 1413 H.
  • Qurasyi, Baqir. Zindeqi Imam Hasan Askari as. Terjemahan Sayid Hasan Islami. Qom: Jamiah Mudarrisin, 1375 H.
  • Rajai, Mahdi. Al-Muaqqabun min Al Abi Thalib. Qom: Muassasah Asyura, 1385 HS.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. I'lwm al-Wara bi A'lwm al-Huda. Riset: Ali Akbar Ghaffari. Beirut: Dar al-Ma'rifah, 1399 H.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Ghaibah. Qom: Dar al-Ma'arif al-Islamiyah, 1411 H.
Silsilah keluarga Ahlulbait as
 
 
 
 
 
 
Khadijah
 
 
 
Nabi Muhammad saw
 
 
 
Mariah
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Qasim
 
Abdullah
 
Sayidah Fatimah sa
 
 
 
Ibrahim
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Imam Ali
 
 
 
 
Ummul Banin
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Imam Husain as
 
Imam Hasan as
 
Sayidah Zainab sa
 
Ummu Kultsum
 
Muhsin
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Abbas
 
Abdullah
 
Utsman
 
Ja'far
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Muhammad
 
'Awn
 
Ali
 
Abbas
 
Ummu Kultsum
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Hasan
 
Qasim
 
Abdullah
 
Fatimah
 
Zaid
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Abdullah
 
Zainab
 
Ibrahim
 
Al-Hasan
 
al-Hasan
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Muhammad
 
 
Ibrahim
 
 
Idris
 
 
 
Nafisah
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Imam al-Sajjad
 
Ali al-Akbar
 
 
Ali al-Asghar
 
 
Fatimah
 
Sukainah
 
Ruqayyah
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Imam al-Baqir
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Zaid
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Imam al-Shadiq
 
Abdullah
 
Ibrahim
 
'Ubaidillah
 
Ali
 
Yahya
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Imam al-Kazhim
 
Muhammad
 
Ali
 
Ishaq
 
Ummu Farwah
 
Abdullah
 
Isma'il
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Imam al-Ridha
 
Maksumah
 
Hamzah
 
Ishaq
 
Ahmad
 
Ibrahim
 
Muhammad
 
 
 
 
 
Imam al-Jawad
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Imam al-Hadi
 
 
Musa
 
 
 
 
Fatimah
 
 
 
Hakimah
 
 
 
Amamah
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Imam Hasan al-Askari
 
 
Husain
 
 
 
 
Muhammad
 
 
 
Ja'far
 
 
 
 
 
Imam al-Mahdi