Prioritas: b, Kualitas: b
tanpa navbox

Menopause

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Menopause (bahasa Arab: سن اليأس) adalah tibanya perempuan pada usia dimana secara alamiah ia tidak lagi mengalami menstruasi dan tidak memungkinkan lagi mengalami kehamilan. Allah swt menyinggung mengenai menopause dalam Alquran. Mengenai usia perempuan mengalamai menopause terdapat beragam pendapat. Mayoritas fukaha berpendapat perempuan sayidah (memiliki garis keturunan Nabi Muhammad saw) memasuki masa menoupause diusia 60 tahun dan yang selainnya di usia 50 tahun.

Menurut fikih Syiah, perempuan menopause tidak memiliki masa iddah dalam kasus talak (perceraian). Ia dapat langsung menikah begitu habis bercerai. Perempuan yang tidak mengalami haid sejak mudanya disebut yaisah mustarabah ( یائسه مُستَرابه) dan memiliki hukum yang berbeda.

Defenisi

Menurut sumber-sumber fikih, ketika perempuan memasuki usia dimana ia secara alamiah tidak lagi mengalami menstruasi dan tidak lagi memungkinkan mengalami kehamilan, maka disebut menopause.[1]Alquran menyinggung masalah menopause dalam surah an-Nur ayat 60 [Note 1] dan ayat 4 surah ath-Thalaq [Note 2] . Dalam kitab-kitab fikih, hukum-hukum yang berkaitan dengan menopause dijelaskan dalam bab yang berkaitan dengan haid.[2]

Usia Menopause

Terdapat perbedaan pendapat dikalangan fukaha, mengenai kriteria menopause.[3]Mayoritas fukaha seperti penulis Jawahir[4], Thabathabai Yazdi [5]dan Imam Khomeini [6]berkeyakinan perempuan sayidah mengalami menopause pada usia 60 tahun dan non sayidah pada usia 50 tahun. [7] Sebagian lainnya berpendapat menopause untuk semua perempuan (baik sayidah maupun non sayidah) 50 tahun dan ada juga yang berpendapat 60 tahun. Ada pula yang berpendapat, masa menopause pada usia 60 tahun namun antara 50 sampai 60 tahun perempuan yang bersangkutan harus ihtiyat.[8]Sedikit dari fukaha berpendapat, menopause tidak memiliki jenjang usia yang khusus karena setiap perempuan memiliki kondisi alamiah yang berbeda-beda, sehingga setiap perempuan memasuki masa menopause diusianya masing-masing secara khusus.[9]

Hukum

Menurut pendapat fukaha, ketika perempuan menopause mengalami perceraian dan pembatalan pernikahan, maka dia tidak memiliki iddah (masa tunggu) dan bisa langsung menikah lagi begitu terpisah dari suami sebelumnya. [10]

Fukaha berpendapat, darah yang keluar dari perempuan menopause bukanlah darah haidh[11], Ayatullah Makarim Syirazi berpendapat bahwa itu adalah darah istihadhah. Namun perempuan yang berkonsultasi dengan dokter dan siklus menstruasinya tetap berlanjut akibat dari mengkonsumsi obat penguat hormon, ketika semua karakteristik darah haidh ada pada darah yang keluar, maka darah tersebut terhukumi sebagai darah haidh. [12]

Yaisah Mustarabah

Sebagian dari kaum perempuan disebabkan faktor keturunan atau mengalami perubahan hormon sehingga diusia seharusnya mendapatkan haidh namun tidak haidh maka dalam pandangan fikih kondisi tersebut disebut Yaisah Mustarabah dan memiliki hukum yang berbeda dengan menopause. [13]Fukaha dengan bersandar pada ayat 60 surah an-Nur, masa iddah talak atau terhapusnya status pernikahan perempuan yaisah mustarabah adalah selama 3 bulan qamariah. [14]

Catatan Kaki

  1. Muhaqiq Damad, Barresi Fiqhi Huquq-e Khanevade, Nikah wa Inhelal-e an, hlm. 450
  2. Untuk contoh lih. Syahid Tsani, Masalik al-Afham, jld. 9, hlm. 47; Mughniyah, Fiqh al-Shadiq, jld. 6, hlm. 31
  3. Hasyimi Syahrudi, Farhang-e Fiqh Mathabiq Mazhab Ahlubait, jld. 3, hlm. 394
  4. Najafi, Jawahir al-Kalam, jld. 3, hlm. 160
  5. Thabathabai, al-'Urwah al-Wutsqa, jld. 1, hlm. 316
  6. Musawi Khomaeini, Taudhih al-Masail, hlm. 97
  7. Hasyimi Syahrudi, Farhang-e Fiqhi Mathabiq Mazhab Ahlulbait, jld. 3, hlm. 394
  8. Khui, Ahkam Syar'i Banuwan, hlm. 71
  9. Rustumi, Sahila dkk, Muthala'ah Tathbiqi Sen Ya'sigi dar Fiqh Mazahib Islami, hlm. 232
  10. Misykini, Mushthalahat al-Fiqh wa Ishthilahat al-Ushul, hlm. 357
  11. Taudhih al-Masail Maraji', jld. 1, hlm. 322
  12. Makarim Syirazi, Ahkam Banuwan, hlm. 81
  13. Mughniyah, Fiqhi al-Shadiq, jld. 6, hlm. 31
  14. Lih. Syahid Tsani, Masalik al-Afham, jld. 9, hlm. 47; Bahjat, Jami' al-Masail, jld. 4, hlm. 159
  1. وَ الْقَواعِدُ مِنَ النِّساءِ اللاَّتي لا يَرْجُونَ نِکاحاً فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُناحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجاتٍ بِزينَةٍ وَ أَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ وَ اللَّهُ سَميعٌ عَليمٌ (Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana)
  2. وَ اللاَّئي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحيضِ مِنْ نِسائِکُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلاثَةُ أَشْهُرٍ (Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (menopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid)

Daftar Pustaka

  • Bahjat, Muhammad Taqi.Jami' al-Masa'il. Qom: Kantor Ayatullah Bahjat ra, 1426 H.
  • Hasyimi Syahrudi, Mahmud. Farhang-i Feqh Muthabiq Mazhab Ahl al-Bait. Qom: Markaz Da'irah al-Ma'arif Fiqh Islami, 2003.
  • Khu'i, Abul Qasim. Ahkam Syar'i Banuwan. Qom: Dar al-Shiddiqah al-Syahidah, 1391 H.
  • Misykini, Ali. Musthalahat al-Fiqh wa Isthilahat al-Ushul. Beirut: Mansyurat ar-Ridha, cet. I, 1431 H.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. Fiqh al-Shadiq. Qom: Muassisah Ansharian, 1342 H.
  • Muhaqqiq Damad, Mushthafa. Barrisi Fiqhi Huquq Huquq Khanewadeh-Nikah wa Inhelal-i. Tehran, Markaz Nasyr Ulum Islami, 1384 S.
  • Musawi Khomeini, Ruhullah. Taudhih al-Masa'il. Cet. I, 1426 H.
  • Najafī, Muhammad Hasan. Jawāhir al-kalām. Beirut: Dār Ihyā' al-Turāth al-'Arabī, 1404 H.
  • Rustami, Soheila. Mutali'eh Tathbiqi Sinn Ya'isigi dar Fiqh Mazahib Islami. Majalah Fiqh Pezeshki, nmr 28 dan 29, 1395 S.
  • Syahid Tsani. Masalik al-Afham. Qom: Muassisah Ma'arif Islami, 1413 H.
  • Taudhih al-Masa'il Maraji'. Qom: Daftar Intisyarat Islami, 1392 S.
  • Thabathaba'i Yazdi, Sayid Muhammad Kazhim. Al-'Urwah al-Wutsqa. Beirut: Mussisah al-A'lami, 1409 H.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Ahkam Banuwan. Qom: Nasyr Madrisah Ali bin Abi Thalib, 2007.