Prioritas: c, Kualitas: b

Masjid al-Khaif

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Masjid al-Khaif
Lokasi Di kaki gunung Safa'ih (Sabih) di Mina, Mekah
Koordinat 21°24′56″N 39°52′41″E / 21.415463°N 39.878183°E / 21.415463; 39.878183
Informasi arsitektur
Gaya arsitektur Islami
Panjang 120 m
Lebar luas 25 ribu m
Jumlah menara 4
Tahun renovasi Di berbagai periode
Ciri khas Nabi Muhammad saw pernah salat di dalamnya dan menyampaikan salah satu dari khutbahnya yang terkenal yaitu khutbah Hajjatul Wada' • Hanya dibuka pada musim-musim haji

Masjid al-Khaif (bahasa Arab: مسجد الخيف) adalah masjid paling utama di tanah Mina di kota Mekah yang disebutkan Nabi Muhammad saw pernah salat di dalamnya dan menyampaikan salah satu dari khutbahnya yang terkenal yaitu khutbah Hajjatul Wada' di masjid tersebut. Doa Simat juga diriwayatkan disampaikan pertama kalli di masjid ini. Saat ini Masjid al-Khaif memiliki luas bangunan 25 ribu meter persegi dan hanya terbuka pada hari-hari musim haji untuk pelaksanaan salat berjamaah.

Arti Nama

"Khayf", mengacu pada kaki gunung, tanah di antara dua gunung atau tanah yang lebih tinggi dari tanah tetangganya. Oleh karena itu, masjid yang dibangun di kaki gunung Safa'ih (Sabih) di Mina disebut al-Khayf.

Kata Khaif (خَیف) secara bahasa mengacu pada kaki gunung atau areal tanah yang terletak diantara dua gunung atau letaknya lebih tinggi dari areal tanah sekitarnya. [1] [2] Oleh karena itu, masjid yang dibangun di kaki gunung Shafaih (Shabih) dikenal dengan nama Masjid al-Khaif.

Keutamaan

Dalam sebuah hadis dari Imam Baqir as, [3] 700 nabi dan dalam hadis yang lain 1000 nabi [4] pernah melakukan salat di masjid ini. Dalam sejumlah hadis Ahlusunah, disebutkan jumlah nabi yang pernah salat di masjid ini ada sebanyak 70 orang. [5] Nabi Muhammad saw pernah saat di masjid ini [6] dan salah satu khutbahnya yang terkenal yaitu khutbah Hajjatul Wada' disampaikan di masjid ini. [cat. 1]

Dalam Doa Simat dijelaskan bahwa [Allah swt]] bertajalli untuk Nabi Ibrahim as di masjid ini. [cat. 2] Juga diriwayatkan, di masjid ini pula, untuk kedua kalinya Malaikat Jibril as menyampaikan perintah kepada Nabi Muhammad saw agar mengumumkan mengenai keimamahan Imam Ali as dan mengambil baiat dari kaum muslimin. [Cat. 3]

Tempat Nabi Muhammad saw mendirikan salat di masjid ini terletak di depan menara bangunan sekarang, yang di masa lalu dibangun sebuah kubah besar di atasnya. Diriwayatkan dari Imam Shadiq as, bahwa beliau menghimbau kaum muslimin untuk melakukan salat di masjid ini [7] yang disebutnya untuk salat dan 100 kali tasbih, tahlil dan tahmid yang dilakukan di masjid ini memiliki ganjaran pahala yang besar. [cat. 4] Dilarang mengambil kerikil atau batu kecil yang hendak dipergunakan untuk melontar Jumrah dari masjid ini. [8] Dalam literatur Ahlusunah, disebutkan Nabi Adam as bersama dengan 70 orang nabi lainnya di makamkan di masjid ini. [9]

Sejarah Singkat

Pada tahun 5 H/626, orang-orang kaum musyrikin Mekah melalui ajakan kelompok Yahudi menyepakati perjanjian koalisi dengan beberapa kabilah Arab untuk menyerang Madinah dengan maksud untuk melenyapkan Islam dari akar-akarnya. Serangan tersebut dikenal dalam sejarah dengan nama Perang Khandaq.

Mereka jadikan tempat pertemuan dan menandatangani perjanjian koalisi tersebut yang dikemudian hari menjadi lokasi Masjid al-Khaif terebut dibangun. Luas bangunan pertama kali saat dibangun sekitar 1500 meter persegi. Pada tahun 240 H/854-855 dengan terjadinya banjir besar, kondisi masjid rusak parah yang kemudian direnovasi kembali. Untuk mencegah terjadinya kerusakan kembali, disekitar bangunan masjid didirikan tanggul sebagai pencegah banjir.

Panjang masjid ini pada masa itu adalah 120 m dan lebarnya 55 m dengan total luas keseluruhan area lebih dari 6380 m persegi yang membuat masjid ini tercatat sebagai masjid terbesar di jazirah Arab termasuk lebih luas dari Masjidil Haram di masa itu.

Pada tahun 874 H/1470, setelah kembali mengalami kerusakan parah oleh Sultan Qaitabai salah seorang raja Mamluk di Mesir, masjid ini direkontrusksi dengan membuat dindingnya dari batu dan plester. Demikian pula di atas mihrab dibangun sebuah kubah besar, dan kubah lainnya di tengah masjid. Beberapa bagian dari bangunan lama masih terjaga beberapa dekade terakhir, termasuk seperempat dinding memiliki sebuah menara yang dikenal dengan nama maqam Ibrahim. Renovasi kembali dilakukan pada tahun 1392 H/1972 dengan membangun beberapa rawaq (beranda atau halaman) yang membuat luas total masjid menjadi sekitar 23.660 meter persegi. [10] Pada tahun 1407 H/1987, dimulai proyek perluasan dan penyempurnaan bangunan masjid dengan hingga mencapai 25 ribu meter persegi. Saat ini, masjid ini memiliki 4 menara dengan jarak sangat jauh antara satu sama lain dan menghadirkan pemandangan yang indah di sisi gunung dalam perjalanan menuju Jamarat. Masjid ini hanya dibuka pada hari-hari saat menetap di Mina dan ditutup hampir sepanjang tahun. [11]

Catatan Kaki

  1. Al-Kafi, jld. 4, hlm. 519
  2. Mu'jam al-Baldan, Yaqur Hamu, jld. 2, hlm. 412 sesuai nukilan dari Tarikh wa Atsar Islami Makah wa Madinah, Ashgar Qaidan, hlm. 187
  3. Dalam Al-Kafi, jld. 4, hlm. 214: عَنْ أَبِی جَعْفَرٍ(ع) قَالَ: صَلَّی فِی مَسْجِدِ الْخَیفِ سَبْعُمِائَةِ نَبِی‌.
  4. Al-Kafi, jld. 4, hlm. 519
  5. Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Mathalib al-'Aliyah, jld. 1, hlm. 374 sesuai nukilan dari Tarikh wa Atsar Islami Makah wa Madinah, Ashgar Qaidan, hlm. 187
  6. Al-Kafi, jld. 4, hlm. 519
  7. Al-Kafi, jld. 4, hlm. 519
  8. Al-Kafi, jld. 4, hlm. 478
  9. Fakihi, Akhbar Makah, jld. 4, hlm. 268 sesuai nukilan dari Atsar Islami Makah wa Madinah, Rasul Ja'fariyan, hlm. 139
  10. Atsar Islami Makah wa Madinah, Rasul Ja'fariyan, hlm. 139-140
  11. Situs Haji dan Ziarah

Daftar Pustaka

  • Asghar Qaidan. Tarikh wa Ātsār Islami Mekah wa Madinah. Penerbit Masy'ar.
  • Rasul Jakfariyan. Tarikh wa Ātsār Islami Mekah wa Madinah. Penerbit Masy'ar.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. al-Kafi. Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1407 H.
  • Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali. Man la Yahduruhu al-Faqih. Penerbit Shaduq, 1367 HS.