Prioritas: a, Kualitas: b
tanpa referensi

Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an (buku)

Dari WikiShia
(Dialihkan dari Majma' al-Bayan)
Lompat ke: navigasi, cari
Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'anhttp://en.wikishia.net
Judul Asli مجمعُ البیان فی تفسیر القُرآن
Pengarang Fadhl bin Hasan Thabrisi
Bahasa Arab
Subyek PEnafsiran Alquran
Seri 10 jilid
Diterbitkan oleh Maktabah al-‘Ilmiyah• Dar Ihya al-Turats al-‘Arabi• Dar al-Taqrib baina al-Madzahib
Cetakan Tehran• Beirut• Kairo


Majma' al-Bayān fi Tafsir al-Qur'ān (bahasa Arab:مجمعُ البیان فی تفسیر القُرآن) merupakan salah satu kitab tafsir al-Quran yang disusun oleh Fadhl bin Hasan Thabrisi (W. 548 H/1153) salah seorang ulama dan mufassir Syiah. Tafsir ini di banyak dipuji baik oleh kalangan Syiah maupun Ahlusunnah dan dinilai sebagai salah satu rujukan dan literatur klasik. Para peneliti menilai tafsir Majma' al-Bayān sebagai kitab tafsir dengan ciri-ciri seperti inklusif, komprehensif, tersusun secara apik dan sistemik, memberikan penafsiran yang jelas dan berguna, serta fair dalam melontarkan kritik pelbagai pendapat dan penafsiran.

Tafsir ini meliputi pembahasan-pembahasan tentang: bacaan (qirā'ah), tanda baca (i'rāb), glossary, penjelasan kata-kata sulit, penjelasan semantik (ma'āni dan bayān), sebab-sebab turun ayat-ayat al-Quran, uraian kisah-kisah dan lainnya. Hal yang patut diperhatikan dalam Tafsir Majma' al-Bayān ini adalah penjelasan tentang hubungan antara ayat-ayat satu dengan yang lainnya sehingga dalam perspektif ini dapat dikatakan bahwa Thabrisi adalah salah seorang mufasir Syiah yang memperhatikan tentang ilmu munasabah (ilmu yang mempelajari tentang hubungan ayat satu dengan yang lainnya).

Tentang Penulis

Mufassir, teolog, fakih dan Amin al-Islam, Abu Ali Fadhl bin Hasan Thabrisi adalah seorang ulama terkemuka pada abad ke-6. Kebanyakan penulis biografi menuliskan tentang kedudukan keilmuan dan kedudukan tingginya serta memujinya dengan baik. Terdapat perbedaan pendapat mengenai tempat kelahirannya apakah ia seorang Thabarsan Mazandaran (Utara Iran) ataukah Tabriz, yang telah menjadi bahasa Arab dari kata Tafresy, sebuah kota di dekat Qom ataukah Saweh. Kepribadian ilmiah dan pemikirannya berkembang dan menyempurna di Masyhad dan Sabzewar. Dalam kehidupannya ia sibuk mengajar, menyebarkan ide-ide dan pemikiran-pemikiran. Ia meninggal di Masyhad dan dimakamkan di Masyhad, di dekat haram Imam Ridha as tepatnya di ujung jalan yang terkenal dengan namanya, Thabrisi.[1]

Thabrisi adalah salah seorang multi genre dalam menulis tafsir. Ia menulis 3 tafsir: Majma' al-Bayān, Jawāmi kitab tafsir yang paling luas cakupan pembahasannya dan Al-Kāfi al-Syāfi kitab tafsir yang paling singkat. Berdasarkan apa yang tertera dalam mukaddimah Jawāmi, setelah menyelesaikan Majma' al-Bayān dan al-Kafi al-Syafi, ia menemukan dan membaca kitab tafsir Kassyaf dan takjub dengan pembahasan-pembahasan sastra, elokuensi (balāghah), dan kecendrungan rasional yang disajikan oleh Zamakhsyari. Oleh itu, karena pengaruh kitab Kassyaf dan metode balāghah Zamakhsyari, ia menulis tafsir yang ringkas dari kitab Majma' al-Bayan. [2]

Ilmu Tafsir
Tafsir-tafsir Penting

Syi'ah:


Sunni:


Genre-genre Tafsir


Metode-metode Tafsir


Klasifikasi Tafsir
Terma-terma Ilmu Tafsir

Sekilas Tafsir Majma' al-Bayān

Pembahasan dalam kitab tafsir Majma' al-Bayān melingkupi: bacaan (qiraah), tanda baca (i'rāb), bahasa (lughat), glossary, penjelasan kata-kata sulit, penjelasan semantik (ma'ani dan bayan), sebab-sebab turun ayat-ayat al-Quran, riwayat-riwayat, dan uraian kisah-kisah dan lainnya. Tafsir ini sangat terpengaruh oleh tafsir Tibyān karya Syaikh Thusi dengan perbedaan dari sisi pengklasifikasian, penggunaannya sebagai referensi yang semakin baik dan adanya pilihan lebih mudah bagi pembacanya. Orang-orang yang menyukai mempelajari bagian tertentu dari tafsir saja, maka ia dengan mudah melihat bagian yang ia inginkan misalnya: kesustraan (adabiyat), qira'ah dan tafsir. Majma al-Bayan tidak membahas penafsiran secara tematik. Tafsir ini juga mengkritik pendapat-pendapat mufasir Ahlusunnah secara ilmiah. [3] Salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam tafsir Majma' al-Bayān adalah pembahasan mengenai tanāsub ayat (kesesuaian dan keberhubungan ayat-ayat) pada kitab tafsir ini. Ayat-ayat dalam tafsir ini yang tidak memiliki keteraturan atau hubungan yang tidak berkaitan atau tidak berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya akan diberikan penjelasan. Oleh itu, dari sisi ini dapat dikatakan bahwa Thabrisi adalah mufasir Syiah langka yang menaruh perhatian khusus terhadap ilmu munasabat.[4]

Metode dan Genre Tafsir

Majma' al-Bayān adalah contoh tafsir kesusastraan yang sempurna. [5]Metode Thabrisi dalam karyanya pada mulanya menukilkan beberapa ayat dalam setiap surah, kemudian memberi beberapa anak judul dari berbagai sudut pandang ilmu dan pengetahuan. Pertama-tama, Allamah Thabrisi membahas dari sisi qira'ah, dan memberikan penilaian atas ragam qira'ah yang ada (dengan judul Hujjah), kemudian dari sisi lughawi dan sisi kerumitannya, tanda baca, asbab nuzul, hubungan dan kesesuaian ayat-ayat tersebut dan akhirnya dengan judul "Nazhm/keteraturan" menjelaskan kaitan antara satu surah dengan surah yang lain. Metode ini dan cara pengklasifikasian yang ada akan memberikan kemudahan bagi pengguna untuk menyelesaikan permasalahannya yang berada dalam salah satu bab-bab dan pasal-pasal tertentu dan akan menemukan hal-hal yang dicarinya dengan cepat, tidak seperti kitab-kitab tafsir yang lain yang akan hilang di sela-sela jumlah halaman yang sangat banyak. [6]

Kedudukan Tafsir Majma' al-Bayan

Tafsir Majma' al-Bayān adalah salah satu tafsir yang paling penting di dunia Islam yang menjadi perhatian ulama Syiah dan Sunni. Mereka menilai tafsir ini sebagai salah satu sumber rujukan dalam hal penafsiran dan dinilai sebagai tafsir klasik yang memiliki bentuk pembahasan paling baik dan sebagai contoh yang baik dan sebagai pelopor pembuatan kategori dan judul yang berulang-ulang dan memiliki susunan yang tepat. Syaikh Syaltut, mufti Ahlusunnah dalam mukadimah atas tafsir ini menulis: [7] "Di antara kitab-kitab tafsir yang ada, Majma' al-Bayān tidak ada duanya. Tafsir ini memiliki ciri-ciri: keluasan dan kedalaman, keragaman pembahasan, kategorisasi (pembagian per bab), susunan dan urutan, tipikal dan keunggulan, baik dibandingkan dengan kitab-kitab tafsir yang ditulis pada masa sebelumnya maupun pada masa setelahnya." Majma' al-Bayān menjadi penting sebagai rujukan dalam tasfir karena memiliki ciri-ciri seperti inklusif, komprehensif, tersusun secara apik dan sistemik, memberikan penafsiran yang jelas dan berguna, serta fair dalam melontarkan kritik pelbagai pendapat dan penafsiran. [8]

Terbitan dan Terjemahan

Hingga sekarang, Majma al-Bayān berulang kali telah dicetak di Mesir, Beirut dan Tehran. Jumlah cetakannya sangat banyak sehingga tidak mungkin diisyaratkan semuanya. Namun salah satu cetakan yang sangat baik dan dilengkapi dengan riset dan catatan kaki adalah yang dihimpun oleh Allamah Abul Hasan Sya'rani yang dicetak di Tehran. Dalam cetakan ini terdapat lampiran kaedah-kaedah kebahasaan, sejarah, tafsir, kalam dan akidah. Edisi cetakan terdapat sebuah pendahuluan yang menjelaskan ihwal biografi penulis dan sebuah pembahasan tentang tafsir dan thabaqat yang patut mendapat perhatian. [9]

Sebagai contoh berikut ini adalah terbitan Majma' al-Bayan yang dicetak di tiga tempat yang berbeda:

  • Tehran, Maktabah al-'Ilmiyah, cet. 1, 1338 H, Tashih wa Ta'liq Abu al-Hasan Sya'rani.
  • Kairo, Dar al-Taqrib baina al-Madzahib, pendahuluan oleh Imam Syaikh Mahmud Syaltut, 12 jilid.
  • Beirut, Dar Ihya al-Turats al-'Arabi, 1379 H, 10 juz dalam 5 jilid.

Tafsir ini dihimpun dalam 30 jilid dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Persia oleh beberapa orang yang tergabung dalam sebuah tim dan dicetak oleh Muassasah Farahani pada tahun 1350-1356 dan setelah itu terdapat cetakan-cetakan yang lebih baru. [10]


Urutan Surah-surah dalam cetakan 10 jilid Tabel

Catatan Kaki

  1. Ayyazi, Syenākht Nāmeh Tafāsir, hlm. 239.
  2. Ayyazi, Syenākht Nāmeh Tafāsir, hlm. 240.
  3. Ayyazi, Syenākht Nāmeh Tafāsir, hlm. 240
  4. Ayyazi, Syenākht Nāmeh Tafāsir, hlm. 240.
  5. Silahkan lihat: Majma' al-Bayān, jld. 1, hlm. 11.
  6. Khuramsyahi, Qurān Pazuhi (1); 137-138.
  7. Ayyazi, Syenākht Nāmeh Tafāsir, hlm. 240.
  8. Ayyazi, Syenākht Nāmeh Tafāsir, hlm. 240.
  9. Ayyazi, Syenākht Nāmeh Tafāsir, hlm. 240.
  10. Ayyazi (Tafsir) Majma' al-Bayān, Dar Dānesy Nāmeh Qurān wa Quran Pazuhi, jld. 1, hlm. 751.

Daftar Pustaka

  • Ayyazi, Sayid Muhammad Ali, Syenākht Nāmeh Tafāsir, Negāhi Ijmali be 130 Tafsir Barjesteh az Mufasirān Syiah wa Ahlu Sunah, Qum, Kitab Mubin, 1378.
  • Khuramsyahi, Bahauddin, Qurān Pazyuhi, Tehran, Ilmi wa Farhanggi, 1389.
  • Dānesy Nāmeh Qurān wa Quran Pazyuhi, Bahauddin Khuramsyahi, Tehran Dustan, Nahid, 1377.