tanpa foto
tanpa infobox
tanpa navbox

Istidraj

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Istidrāj atau Imlā' atau Imhāl (bahasa Arab: إِسْتِدْرَاج أو إِمْلاَء أو إمْهَال) termasuk dari sunah-sunah Ilahi, bermakna mendekat secara berangsur ke arah azab Ilahi. Istidrāj dikhususkan kepada orang kafir dan para pelaku dosa yang tidak mensyukuri anugerah-anugerah Tuhan, dan semakin banyak mereka berbuat dosa maka semakin banyak pula nikmat-nikmat yang diberikan kepada mereka sehingga dengan cara ini kesombongan dan kelalaian mereka semakin meningkat dan pada akhirnya mereka akan terkena azab yang lebih pedih.

Mendapatkan nikmat-nikmat dengan sendirinya bukanlah indikasi istidrāj, akan tetapi reaksi manusia dalam menghadapi itu semua menjadi penentu terkena istidrāj atau tidak. Apabila ia menggantikan rasa syukur kepada Tuhan dengan kefasikan dan kekafiran, namun nikmatnya masih tetap bertambah maka ia sedang terkena istidrāj.

Istidrāj, Mendekat Secara Berangsur kepada Azab Tuhan

“Setiap kali seorang hamba berbuat dosa, namun nikmat-nikmatnya semakin melimpah, dan nikmat-nikmat ini menghalanginya dari beristigfar, ketahuilah ia sedang tertimpa istidrāj tanpa disadari.”
Al-Kafi, jld. 2, hlm. 452.

Istidrāj adalah sebuah istilah yang dicerap dari Alquran.[1] Kata ini secara bahasa bermakna mendekat secara bertahap kepada sesuatu.[2] Dalam kamus Islam, istidrāj termasuk dari sunnah-sunnah Ilahi. Artinya, Allah swt mengazab secara berangsur para pelaku dosa yang tanpa rasa takut. Dengan kata lain, semakin banyak mereka berbuat dosa maka semakin banyak pula Ia memberikan nikmat kepada mereka, dan dengan cara ini mereka akan semakin terjangkit rasa sombong dan lalai, dan pada akhirnya mereka akan mendapatkan siksa yang lebih pedih. [3]

Konsep istidrāj digunakan dua kali dalam Alquran dalam bentuk kata kerja (fi'l) «سَنَسْتَدْرِجُهُم»; pertama pada surah Al-A'raf ayat 182 dan kedua pada surah Al-Qalam ayat 44. Dua ayat tersebut berkenaan juga dengan orang-orang kafir. [4] Dalam ayat 182 surah Al-A'raf dimuat: "Mereka yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka (ke arah kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui."

Konsep-Konsep Qurani Penjelas Istidrāj

Dalam ayat-ayat lain dari Alquran, masalah ini disampaikan tanpa menyebut kata istidrāj. [5]<