Prioritas: c, Kualitas: c

Haram Sayidah Zainab sa

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Haram Sayidah Zainab sa
Lokasi Damaskus, Suriah
Tahun pembangunan Pada abad ke-7 H dan setelahnya, di tempat ziarah ini dibangun kubah dan pusara
Informasi arsitektur
Jumlah kubah 1
Jumlah menara 2
Konstruktor Sayid Husain bin Musa Musawi Husaini
Tahun renovasi pelebaran dan renovasi pertama pada tahun 768 H/1367 dan selanjutnya di berbagai abad yang berbeda.
Ciri khas Tempat Ziarah

Haram Sayidah Zainab sa (bahasa Arab:حرم السيدة زينب سلام الله عليها) di bagian selatan Damaskus di negara Suriah adalah tempat paling terkenal yang dikemukakan sebagai makam Sayidah Zainab sa, putri Imam Ali as.

Tempat ini termasuk dari tempat-tempat ziarah orang-orang Syi'ah. Daerah yang di dalamnya ada Haram Sayidah Zainab sa dinamai "kota Sayidah Zainab sa", yang lebih dikenal di kalangan orang Iran dengan "Zainabiyah". Haram Sayidah Zainab sa dalam sepanjag sejarah mengalami restorasi dan perluasan. Dari tahun 2012 dengan semakin parahnya krisis di Suriah dan hadirnya para teroris kaum takfiri secara masif di negara ini, Haram ini berkali-kali diserang dan menjadi sasaran bom bunuh diri. Akibatnya, sebagian Haram mengalami kerusakan. Menindak lanjuti aksi-aksi teroris ini, berbagai jajaran datang ke Suriah untuk membela Haram-haram Ahlulbait as. Kelompok-kelompok ini dikenal dengan "Pembela Haram", dan sampai saat ini mereka menjadi penghalang masuknya kelompok-kelompok teroris ke daerah Zainabiyah.

Pandangan Tentang Makam Sayidah Zainab sa

Terkait makam Sayidah Zainab sa ada tiga pendapat. Menurut pendapat masyhur, makam beliau ada di Syam di selatan kota Damaskus.[1] Sebagian ahli sejarah meyakini makamnya ada di Mesir. Kini, tempat ini di daerah Sayidah Zainab Kairo dikenal dengan "Maqam al-Sayidah Zainab".[2] Pendapat ketiga meyakini bahwa Pekuburan Baqi di Madinah adalah tempat dimakamkannya Sayidah Zainab sa. Sayid Muhsin al-Amin menerima pendapat ini dan mengemukakan beberapa dalil untuk menolak dua pendapat pertama.[3]

Sejarah Haram

Berdasarkan penelitian-penelitian, sampai abad ke-5 H tidak ada sumber yang menunjukkan bahwa di makam Sayidah Zainab sa terdapat kuburan dan kubah yang dibangun. Hanya ada satu sumber yang menunjukkan bahwa pada abad ke-2 H ada tempat ziarah di tempat sekarang. Berdasarkan laporan ini, ada perempuan yang dinisbahkan kepada keluarga alawi bernama Sayidah Nafisah binti Hasan al-Anwar, dari cucu-cucu Ali bin Abi Thalib as yang pada tahun 193 H/809 pergi ke tempat ziarah Sayidah Zainab sa di daerah Rawiyah, Damaskus.[4] [5] Setelah masa ini, ada sebuah laporan berkaitan dengan tahun 500 H/1107 yang menceritakan bahwa pada tahun itu ada orang dari warga Halab (Aleppo) membangun masjid di tempat ziarah haram Sayidah Zainab sa.[6]

Pada abad ke-7 H dan setelahnya, di tempat ziarah ini dibangun kubah dan pusara. Atas dasar ini, Ibnu Jubair (w. 614 H/1217) wisatawan tersohor dunia Islam pada suatu hari pergi ke Damaskus dan sempat melewati daerah Rawiyah yang kini menjadi tempat Haram. Dalam laporannya, dia menyebut Ummu Kultsum putri Imam Ali as sebagai penghuni tempat ziarah itu. Tentu, ada kemungkinan bahwa maksud dia adalah putri kedua Imam Ali as, yakni Zainab Shughra (Zainab kecil), bukan Sayidah Zainab sa yang dikenal dengam Zainab Kubra (Zainab Besar).[7]

Ibnu Jubair dalam laporannya mengisyaratkan adanya Haram Sayidah Zainab sa di desa Rawiyah dalam jarak 1 Farsakh (± 5.625 Km) kota Damaskus dan mengatakan, dibangun masjid besar di sana dimana sekitarnya terdapat rumah-rumah dan ada tempat-tempat peristirahatan. Masyarakat mengenal tempat-tempat ini sebagai kuburan Ummu Kultsum. Di akhir laporan dimuat bahwa dia tinggal di sana dan berziarah ke Haram Sayidah Zainab sa. Abu Bakar Hirawi wafat tahun 611 H/1214 juga menziarahi Haram Sayidah Zainab sa dan memberikan laporan dalam hal ini.[8]

Letak Haram dan Spesifikasi

Interior Haram Sayidah Zainab sa

Haram Sayidah Zainab sa terletak di selatan Damaskus di satu daerah bernama al-Sayidah Zainab. Daerah ini termasuk provinsi Raif Damaskus. Bangunan Haram mencakupi halaman luas dengan konstruksi segi empat dimana Haram terletak di tengah-tengahnya. Ia memiliki kubah dan dua menara tinggi. Menara-menara, tembok-tembok halaman dan serambi-serambinya dipasangi ubin oleh seniman Iran. Plafon dan tembok-tembok bagian dalam Haram dihiasi dengan dinding kaca, dan bagian luar kubahnya dilapisi emas.

Di pojok timur halaman, dibuat bangunan mushalla Zainabiyah dengan halaman kecil. Di dalamnya didirikan salat jamaah harian, salat Jum'at dan acara-acara khusus peringatan-peringatan keagamaan. Akhir-akhir ini juga dibuat halaman baru di pojok utara Haram yang suci.

Di sekiatar Haram Sayidah Zainab sa dan makam-makam sekitarnya terdapat makam beberapa ulama dan tokok-tokoh Syi'ah. Diantaranya, di trotoar pintu masuk sebelah barat halaman Haram terdapat kuburan Sayid Muhsin Amin al-Amili dan kuburan Sayid Husain Makki al-Amili, dari ulama Syi'ah Syam. Di pekuburan utara Haram juga terdapat makam Dr. Ali Syari'ati, dan di pekuburan lain disebelah selatan Haram terdapat makam Sayid Musthafa Jamaluddin, penyair kontemporer Irak.[9]

Aksi Kelompok Teroris Takfiri Dalam Merusak Haram

Dengan bermulanya krisis di Suriah dan meningkatnya aksi-aksi kelompok teroris takfiri di negara ini setelah tahun 2012, berkali-kali Haram Sayidah Zainab sa menjadi sasaran bom bunuh diri dan meriam. Serangan teroris sejak tahun 2012 hingga 2015 menyebabkan rusaknya beberapa bagian Haram termasuk kubah, halaman, dan pintu-pintu utama Haram. Sebagian serangan-serangan ini juga terjadi di sekitar Haram yang menyebabkan korban jiwa dan syahidnya sebagian peziarah dan warga sekitar Haram.[10][11]

Pembela Haram

Setelah kelompok-kelompok teroris takfiri menyebar luas di Suriah dan menguasai beberapa titik di negri ini, banyak tempat-tempat ziarah yang berada di titik-titik penguasaan mereka dirusak oleh antek-antek mereka. Di antaranya, Haram Sayidah Zainab sa berulang kali mendapat serbuan meriam dan aksi bunuh diri kaum teroris takfiri. Mereka berkali-berkali maju mendekai Haram Sayidah Zainab sa, namun mereka berhadapan dengan perlawanan orang-orang Syi'ah dan warga setempat.

Menindak lanjuti ancaman teroris-teroris takfiri terhadap Haram-haram Ahlulbait as khususnya Haram Sayidah Zainab sa, banyak kelompok-kelompok Syi'ah Suriah dan negara-negara lain terkhusus Iran, Irak, lebanon dan Afganistan berangkat ke Suriah demi membela dan mempertahankan Haram-haram Ahlulbait as dan tempat-tempat ziarah. Batalion Abu Fadhl Abbas yang kemudian menjadi brigade mencakupi pejuang Irak dan lebanon. Brigade Fathimiyun yang kemudian menjadi korps militer terdiri dari Syi'ah Afganistan yang dikirim ke Suriah dalam rangka membela dan mempertahankan tempat-tempat suci.[12] Berbagai kelompok dari Iran juga dikirim ke Suriah untuk tujuan menjaga Haram, yang mana diantara mereka hadir pula panglima-panglima perang.[13]

Agenda Pelebaran dan Renovasi Haram

Menurut beberapa laporan, pertama kali Haram Sayidah Zainab sa mengalami pelebaran dan renovasi pada tahun 768 H/1367. Hal ini dilakukan oleh Sayid Husain bin Musa Musawi Husaini, dari keturunan Sayid dan bangsawan Damaskus serta sesepuh para sayid dari keluarga Murtadha di Syam. Di dalam surat wakaf tahun itu disebutkan nama penghuni tempat ziarah yakni Zainab Kubra, putri Imam Ali as. Berdasarkan surat wakaf ini, leluhur para sayid dari keluarga Murtadha di Syam merenovasi tempat ziarah dan mewakafkan kebun-kebun serta propertinya untuknya. Surat wakaf ini ditanda tangani oleh 7 orang dari hakim kota Damaskus.[14]

Bangunan lama Haram Sayidah Zainab sa tahun 1955

Renovasi dan Pelebaran Haram di Abad ke-14 H

Ada gambar bangunan Haram Sayidah Zainab sa yang diambil pada tahun 1955. Pada abad ke-14, Haram Sayidah Zainab sa mengalami rehabilitasi dan pelebaran tiga kali. Atas dasar ini, pada tahun 1302 H/1885, Haram ini direnovasi dan diperlebar oleh Sultan Abdul Aziz Utsmani atas bantuan para saudagar. Begitu juga pada tahun 1354 H/1935, keluarga Sayid Al Nizham merenovasi Haram Sayidah Zainab sa dan memperluas lokasinya demi kenyamanan para peziarahnya. Pelebaran dan renovasi terakhir Haram pada abad ke-14 dilakukan oleh Allamah Sayid Muhsin Amin atas bantuan para pedagang. Pada tahap ini, bangunan kunonya dirusak dan dibuat banguan baru Haram dengan tujuan memperlebar halaman dan serambi-serambinya.[15]

Pelebaran Haram di Abad ke-15

Pelabaran Haram Sayidah Zainab sa di abad ke-15 berlanjut dengan membangun mushalla Zainabiyah. Proyek ini dilakukan oleh Sayid Ahmad Fahri Zanjani wakil wali faqih di Suriah. Setelah pembangunan mushalla di Haram, maka salat jamaah, Doa Kumail dan Salat Jumat didirikan di tempat ini. Kini, juga dibuat halaman baru di bagian utara Haram Sayidah Zainab sa.[16]

Renovasi Haram Pasca Invasi Kelompok Teroris Takfiri

Akibat meningkatnya aksi-aksi bunuh diri dan serangan meriam kelompok-kelompok takfiri ke Haram Sayidah Zainab sa, beberapa bagian dari kubah, halaman dan pintu-pintu Haram mengalami kerusakan. Hal ini menuntut Staf Perbaikan Atabat Aliyat untuk membuat agenda restorasi dan pembetulan kembali kubah dan pintu-pintu Haram yang mengalami kerusakan lebih parah. Oleh karenanya, bagian-bagian yang mengalami kerusakan dibetulkan dan dilapisi kembali dengan emas-emas yang dihadiahkan warga Khuzistan.[17]

Catatan Kaki

  1. Syarif al-Qurasyi, al-Sayyidah Zainab Rāidah al-Jihad fi al-Islam 'Ardhun wa Tahlilu, Bairut, 1422 H/2001 M, hlm. 298-303; Sabiqi, Aramgah Aqilah Bani Hasyim; penelitian analisis-historis, penerjemah: Hasan Thaha Niya, 1437 H
  2. Analisa Sejarah Penulisan Kronologi Asyura
  3. Amin, A'yan al-Syiah, jld.7, hlm. 140-141
  4. Ahmad Fahmi Muhammad, Karimah al-Darain al-Syarifah al-Thahirah al-Sayyidah Nafisah Binti al-Hasan al-Anwar, hlm.25
  5. Taufiq Abu Alam, al-Sayyidah Nafisah Radhiyallah Anha, riset: Syauqi Muhammad, hlm.114
  6. Sejarah Tempat Ziarah Aqilah Bani Hasyim
  7. Muhammad bin Ahmad bin Jubair Kanani Andalusi, Rehlah Ibnu Jubair, hlm.227
  8. Abu Bakar Hirawi, al-Isyarāt ila Ma'rifah al-Ziyarāt, hlm.12
  9. Kantor Perwakilan Wali Faqih Dalam Urusan Haji dan Ziarah
  10. Serangan Meriam Kelompok Teroris ke Haram Sayidah Zainab
  11. Serangan Meriam Kelompok Teroris ke Haram Sayidah Zainab Pada Asyura 1437 H
  12. Fathimiyun, Pasukan Pembela Haram, Situs Masyriq News
  13. Pengenalan Batalion Abu Fadhl Abbas
  14. Sabiqi, Muhammad Hasanain, Marqad al-Aqilah Zainab, hlm.145-150
  15. [Sayyidah Zainab Sa]
  16. Kantor Perwakilan Wali Faqih Dalam Urusan Haji dan Ziarah
  17. Berita Haji dan Ziarah

Daftar Pustaka

  • Fahmi Muhammad, Ahmad. Karimah al-Darain al-Syarifah al-Thahirah al-Sayyidah Nafisah binti al-Hasan al-Anwar. Kairo: Mathba'ah Hijazi, 1925 M.
  • Hirawi, Ali bin Abi Bakar. al-Isyarat ila Makrifah al-Ziyarah. riset: Janin Surdil Thumin, Damaskus: 1953 M.
  • Muhammad bin Ahmad bin Jubair Kanani Andalusi. Rehlah Ibu Jubair. Beirut: Dar Bairut li al-Thabaah wa al-Nasyr.
  • Sabiqi, Muhammad Hasanain. Marqad al-'Aqilah Zainab. Beirut: Dar al-Wila' li Thaba'ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi', 2011 M.
  • Syaif al-Qurasyi, Baqir. al-Sayyidah Zainab Raidah al-Jihad fi al-Islam Ardhun wa Tajlilun. Beirut: Dar al-Mahajjah al-Baidha, 1422 H/2001 M.
  • Taufik Abu Alam.al-Sayyidah Nafisah Radhiyallah anha. riset: Syauqi Muhammad. Tehran: Majma'Jahani Taqrib Madzahib, Mu'awinati Farhanggi, cetakan 2, 1428 H/2008 M.
  • Kantor Berita Pars
  • Kantor Berita Haji wa ziarah