tanpa foto
tanpa infobox
tanpa alih

Hadis Qurbu Nawafil

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari


Hadis Qurbu Nawāfil (bahasa Arab: حديث قرب النوافل ) adalah hadis qudsi yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad saw saat mi'raj. Hadis ini berbicara tentang kedudukan seorang mukmin di sisi Tuhan dan kedekatan manusia kepada Allah melalui pelaksanaan kewajiban-kewajiban dan sunah-sunah.

Dalam hadis ini diterangkan bahwa menghina waliyullah seperti berperang dengan Allah, dan Allah lebih cepat berbicara soal pemberian pertolongan kepada wali-Nya ketimbang masalah lain. Sesuai penggalan lain dari hadis ini, hamba mukmin akan mendapatkan kedekatan kepada Allah dengan perantara pelaksanaan nawāfil (sunah-sunah) sehingga Dia menjadi telinga dan matanya.

Para arif muslim meyakini bahwa ungkapan tersebut bersifat hakiki dan menjadi bukti atas teori wahdatul wujud serta menjelaskan kedudukan fana' (melebur) dalam sifat-sifat Tuhan atau fana kepada Allah. Namun menurut ahli hadis dan fukaha, ungkapan itu bersifat majazi (kiasan) dan mengisyaratkan kepada pertolongan Ilahi kepada seorang mukmin atau kedekatan Allah kepada pribadi mukmin dan atau makna-makna lainnya.

Dalam referensi Syiah dan Sunni, Hadis Qurbu Nawāfil dinukil dari Nabi saw dengan sedikit perbedaan redaksi.

Akhlak
مکارم اخلاق.jpg


Ayat-ayat Akhlak
Ayat-ayat al-IfikAyat UkhuwahAyat Istirja'Ayat Ith'amAyat Naba'Ayat Najwa


Hadis-hadis Akhlak
Hadis ''Qurb Nawafil''Hadis Makarim AkhlakHadis MikrajHadis ''junud aql'' dan ''jahl''


Keutamaan-keutamaan Akhlak
Rendah HatiKepuasanDermawanMenahan AmarahIkhlasLembut