tanpa prioritas, kualitas: b
tanpa navbox

Bashair al-Darajat (buku)

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Bashāir al-Darajāthttp://en.wikishia.net
Judul Asli بصائر الدرجات الکبری في فضائل آل محمد
Penyusun Ibnu Farrukh Shaffar Qummi
Bahasa Arab
Subyek Keutamaan Ahlulbait As
Seri 1 Jilid
Diterbitkan oleh Pustaka Ayatullah Mar'asyi Najafi, Qom
Tanggal Penerbitan 1404 H/1984 M


Bashāir al-Darajāt al-Kubra fi Fadhail Al Muhammad (bahasa Arab:بَصائِرُ الدَّرَجاتِ الکُبْری فی فَضائلِ آلِ مُحمّد) yang terkenal dengan Bashāir al-Darajāt (بَصائِرُ الدَّرَجاتِ ) adalah termasuk sumber hadis Syi'ah yang disusun oleh Shaffar al-Qummi (w. 290 H/903). Ia termasuk dari sahabat Imam Hasan al-Askari as dan ulama terkemuka abad ke-9/3 H. Kitab ini adalah kitab riwayat dengan tinjauan teologis. Hadis-hadisnya berkaitan dengan masalah Imamah, mengenal Imam dan keutamaan-keutamaan Imam-Imam Syiah. Banyak dari para pembesar dan tokoh agama mempercayai kitab ini dan menyebutnya pada daftar pustaka kitab-kitab mereka.

Tentang Pengarang

Muhammad bin Hasan bin Farrukh al-Shaffar termasuk sahabat Imam Hasan Askari As. Dia tergolong dari sahabat dan perawi hadis terkemuka serta dapat digolongkan pada tokoh-tokoh abad ke-3 H/9 M.

Pengenalan Kitab

Sa'ad bin Abdullah al-Qummi seorang ahli hadis yang sezaman dengan Shaffar juga mempunyai sebuah kitab dengan nama ini, yang biasanya diyakini beda dengan kitab Bashāir al-Darajāt.[1] Menurut penukilan Syaikh ath-Thusi kitab ini terdiri dari 4 juz.[2] Ringkasan kitab ini yang ditulis oleh Hasan bin Salman al-Hilli masih ada, dan dicetak dengan judul Mukhtasharu Bashāir al-Darajāt.

Menurut sebagian peneliti kitab Bashāir al-Darajāt yang dinisbahkan kepada Muhammad bin Hasan al-Shaffar pada hakikatnya adalah riwayat yang dinukil dari kitab Sa'ad bin Abdullah al-Qummi. Atas dasar asumsi ini maka Muhammad bin Yahya al-Atthar yang sezaman dengan Sa'ad bin Abdullah merivisi sebahagian dari hadis-hadis kitab Bashāir al-Darajāt dalam bentuk matan baru dan menghapus nama perantara hadis-hadisnya, yaitu Muhammad bin Abdullah. Tentu, ada beberapa riwayat baru ditambahkan padanya. Terletaknya nama Muhammad bin Hasan al-Shaffar di awal riwayat juga karena Muhammad bin Yahya menukil banyak hadis dalam kitab ini melalui jalan Muhammad bin Hasan al-Shaffar, dan pada hakikatnya, ia menukil riwayat-riwayat Sa'ad melalui gurunya, Muhammad bin Hasan al-Shaffar.[3]

Dari sisi lain, sebagian orang memandang bahwa asal kitab Bashāir al-Darajāt milik Muhammad bin Hasan al-Shaffar yang diringkas oleh Sa'ad bin Abdullah al-Asy'ari. Syaikh Hasan bin Sulaiman juga memilih bagian-bagian dari ringkasan itu dan kadang pula menambahkan beberapa riwayat padanya. Oleh karenanya, banyak dari riwayat-riwayat kitab ini senada dengan riwayat-riwayat Bashāir al-Darajāt al-Shaffar.[4]

Berdasarkan laporan-laporan yang ada, tampaknya kitab Bashāir al-Darajāt pada mulanya bervolume kecil dan kemudian penulis pada naksah lain menambahkan volumenya. Oleh karena itu, ada dua naskah dari Bashāir al-Darajāt. Pertama, Bashāir al-Darajāt al-Shugra, kedua, Bashāir al-Darajāt al-Kubra. Dan naskah yang ada dan dicetak adalah Bashāir al-Darajāt al-Kubra.[5]

Kandungan Kitab

Kitab Bashāir al-Darajāt mencakup 1881 hadis dan memiliki 10 bagian utama. Setiap bagian terdiri dari 10 sampai 24 bab. Kebanyakan hadis-hadis kitab ini sempurna dan tidak terlihat padanya hadis yang Ta'liq[Note 1] atau Mursal.[6][Note 2]

Syaikh Hurr al-Amili meyakini bahwa kitab ini memiliki dua naskah; kecil dan besar, yang kedua-duanya dinisbahkan kepada Farrukh Shaffar.[7]

Metodelogi Penulisan

Meskipun karya ini sangat kuno, namun memiliki struktur bab yang bagus. Penyusun memilih berbagai judul untuk bab-babnya dan pada riwayat-riwayat yang tidak diberi judul, ia memuatnya pada Bab Nadir (bab langka). Salah satu ciri khas kitab ini adalah penyusun menyebutkan secara utuh semua sanad riwayat-riwayatnya. Namun, dia tidak memberikan komentar sedikitpun mengenai riwayat-riwayat itu dan hanya menukil saja.

Kandungan Kitab

Kitab ini masuk dalam kategori sumber-sumber hadis-teologi. Hadis-hadisnya dimuali dari bab ilmu seperti kewajiban menuntut ilmu, pahala orang alim dan pelajar serta keunggulan orang-orang alim, dan dilanjutkan dengan menukil hadis-hadis tentang keluarga Muhammad saw, ilmu, keutamaan dan wilayah Imam-Imam Syiah. Persoalan-persoalan dalam kitab ini yang banyak dinukil hadis-hadis berkenaan dengannya adalah sebagai berikut:

  • Kewajiban taat pada Ahlulbait Nabi saw dan kecintaan pada mereka;
  • Imam-Imam yang suci adalah gudang ilmu dan kunci-kunci hikmah;
  • Mereka (Ahlulbait as) adalah hujjah Allah dan pemegang wewenang urusan Allah;
  • Mereka (Ahlulbait as) pewaris ilmu para nabi;
  • Ilmu tafsir dan takwil al-Quran berada di tangan mereka, dan bumi tidak pernah kosong dari Imam as.[8]

Nilai Kitab dan Perawinya

Bashāir al-Darajāt adalah kitab muktabar dan dipercaya oleh Syi'ah. al-Kulaini dalam al-Kafi meriwayatkan darinya.[9] Allamah al-Majlisi dalam Bihar al-Anwar [10] dan Syaikh Hurr al-Amili dalam Wasail al-Syi'ah [11] dengan menvalidkan kitab ini, menyebut kitab ini dalam daftar pustakanya. Mudarris Tabrizi mengenang kitab ini dengan penuh pengagungan.[12]

Publikasi

Karya ini hingga bertahun-bertahun hanya memilki satu cetakan. Pada tahun-tahun terakhir dicetaklah beberapa naskah dari naskah itu. Salah satu naskah kitab Bashāir al-Darajāt yang dicetak atas nama Mirza Muhsin Kuchebaghi dilakukan oleh penerbit A'lami di Teheran. Cetakan lain dari kitab ini diterbitkan pada tahun 1404 H/1984 oleh Perpustakaan Ayatullah Mar'asyi Najafi di Qom.

Catatan Kaki

  1. Shaffar Qummi, bagian pengantar, hlm. 4
  2. Thusi, al-Fihrist, hlm.75
  3. Anshari, hlm. 46
  4. Jabbari, hlm. 283
  5. Jabbari, hlm.277
  6. Mahdiah Dehqani, Negahi be Kitab Bashāir al-Darajāt
  7. Itsbatul Hudah, jld.1, hlm.49
  8. Mahdiah Dehqani, Negahi be Kitab Bashāir al-Darajāt
  9. Al-Kafi, jld.1, hlm.177, 229, 235 dll.
  10. Biharul Anwar, jld.1, hlm.26 dan 27
  11. Wasail al-Syi'ah, jld.20, hlm.39
  12. Raihanatul Adab, jld.3, hlm.453
  1. hadis yang di awal sanadnya satu perawi atau mayoritas perawinya dihapus.
  2. hadis yang semua perawinya atau sebagiannya dihapus dari akhir silsilah sanadnya.

Daftar Pustaka

  • Anshari, Hasan, Tabarsyenasi Kitab Bashāir al-Darajāt wa Newisande-e an, Kitab Mahe Din, Syahriwar 1388, vol.143.
  • Jabbari, Muhammad Ridha, Maktabe Hadisi-e Qum, Qom, kongres pemuliaan pribadi Sayidah Fatimah Maksumah dan Qom sebagai tempat budaya, 1384 S.
  • Hurr Amili, Muhammad bin Hasan, Itsbatul Hudah bi al-Nushush wa al-Mukjizat, Bairut, institut A'lami, 1425 H.
  • Hurr Amili, Muhammad bin Hasan, Wasail al-Syi'ah, Qom, Al al-Bait, 1414 H.
  • Majlisi, Muhammad Baqir, Biharul Anwar, Bairut, institut al-Wafa, 1403 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub, al-Kafi, Teheran, Darul Kutub al-Islamiah, 1404 H.
  • Mudarris, Muhammad Ali, Raihanatul Adab fi Tarajum al-Makrufin bi al-Kunyah wa al-Laqab, Teheran, Khayyam, 1410 H.