Pengguna:Hindr/sandbox: Perbedaan revisi

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
(Cara pembuktian)
(1 revisi antara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 4: Baris 4:
  
 
== Pengertian==
 
== Pengertian==
Para fakih mendifinisikan zina sebagai berikut, persetubuhan antara seorang pria dan seorang wanita, tanpa terjadinya pernikahan di antara mereka berdua, atau seorang lelaki pemilik wanita tersebut, atau juga pernikahan yang terjadi secara syubhat atau adanya kepemilikian.<ref> Untuk percontohan lihat: Muhaqqiq al-Hilli, ''Syarai' al-Islam'', jld.4 hlm.136; Thusi, ''al-Tibyan'', jld.6, hlm.475</ref> hubungan badan ini dapat dikategorikan sebagai zina ketika alat kelamin seorang laki-laki masuk ke dalam kelamin wanita atau anusnya sampai seukuran batas sunatan.<ref> Muhaqqiq al-Hilli, ''Syarai' al-Islam'', jld.4 hlm.136</ref>
+
Para fakih mendifinisikan zina sebagai berikut, persetubuhan antara seorang pria dan seorang wanita, tanpa terjadinya pernikahan di antara mereka berdua, atau seorang lelaki pemilik wanita tersebut, atau juga pernikahan yang terjadi secara syubhat atau adanya kepemilikian.<ref> Untuk percontohan lihat: Muhaqqiq al-Hilli, ''Syarai' al-Islam'', jld.4, hlm.136; Thusi, ''al-Tibyan'', jld.6, hlm.475</ref> hubungan badan ini dapat dikategorikan sebagai zina ketika alat kelamin seorang laki-laki masuk ke dalam kelamin wanita atau anusnya sampai seukuran batas sunatan.<ref> Muhaqqiq al-Hilli, ''Syarai' al-Islam'', jld.4, hlm.136</ref>
  
 
== Zina, Dosa Besar==
 
== Zina, Dosa Besar==
Baris 31: Baris 31:
 
== Sebagian dari Hukum-Hukum Fikih Tentang Zina ==
 
== Sebagian dari Hukum-Hukum Fikih Tentang Zina ==
 
Sebagian dari hukum-hukum fikih tentang zina diantaranya adalah:
 
Sebagian dari hukum-hukum fikih tentang zina diantaranya adalah:
* Dengan perzinahan, nasab keturunan (hubungan darah) tidak akan terbentuk. Dengan demikian, menurut pandangan syariat Islam, seorang anak yang lahir dari perbuatan zina tidak bisa dihubungakan bapaknya dan tidak pula dengan ibunya.<ref> Najafi, ''Jawahir al-Kalam'', jld.29, hlm.446</ref>
+
* Dengan perzinahan, nasab keturunan (hubungan darah) tidak akan terbentuk. Dengan demikian, menurut pandangan syariat Islam, seorang anak yang lahir dari perbuatan zina tidak bisa dihubungakan bapaknya dan tidak pula dengan ibunya.<ref> Najafi, ''Jawahir al-Kalam'', jld.29, hlm.256-257 dan jld.31, hlm.236; Khomaini, ''Tahrir al-Wasilah'', jld.2, hlm.264-265</ref>
* Jika seorang wanita yang sudah menikah melakukan perzinahan sebelum bercerai dari suaminya, menurut fatwa masyhur para fakih, maka dia atas laki-laki yang berzina dengannya, menjadi haram selamanya.<ref> Syubairi Zanjani, ''Risalah Taudhih al-Masail'', hlm.517, masalah 2407</ref> Sejatinya, sebagian para marja seperti Sayid Musa Syubairi Zanjani meyakini bahwa wanita itu atas laki-la