Prioritas: b, Kualitas: b

Nisfu Syakban: Perbedaan revisi

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
(Daftar Pustaka)
 
(40 revisi antara oleh 5 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
 
<onlyinclude>{{#ifeq:{{{section|editorial box}}}|editorial box|{{Editorial Box
 
<onlyinclude>{{#ifeq:{{{section|editorial box}}}|editorial box|{{Editorial Box
  | prioritas =
+
  | prioritas =b
  | kualitas =
+
  | kualitas =b
 
  | link =sudah
 
  | link =sudah
 
  | foto =sudah
 
  | foto =sudah
Baris 7: Baris 7:
 
  | infobox =-
 
  | infobox =-
 
  | navbox =sudah
 
  | navbox =sudah
  | alih=
+
  | alih=sudah
 
  | referensi =sudah
 
  | referensi =sudah
 
  | good article =
 
  | good article =
 
  | Artikel pilihan =
 
  | Artikel pilihan =
 
}}}}</onlyinclude>
 
}}}}</onlyinclude>
 +
[[Berkas:چراغانی در جشن نیمه شعبان.jpg|jmpl|Perayaan Malam Nisfu Syakban]]
 +
'''Nisfu Syakban''' (bahasa Arab: {{ia|النصف من شعبان}}) atau pertengahan bulan [[Syakban]] adalah diantara perayaan terbesar umat [[Islam]] [[Syiah]] yang jatuh pada hari ke-15 bulan Syakban. Hari tersebut diperingati umat Islam Syiah sebagai hari kelahiran [[Imam Mahdi as|Imam ke-12]]  Syiah. Pada sebagian riwayat, malam pertengahan Syakban adalah malam paling mulia setelah [[Lailatul Qadar|malam al-Qadr]]. Umat Islam Syiah menjadikan malam pertengahan Syakban sebagai malam untuk beribadah semalam suntuk dengan menghidupkan amalan-amalan [[mustahab|sunah]]. Sebagian [[Ahlusunah]] dan kelompok-kelompok tarikat juga meyakini malam pertengahan Syakban memiliki fadhilah dan keutamaan yang sangat besar.
  
[[Berkas:چراغانی در جشن نیمه شعبان.jpg|jmpl|Perayaan Malam Nisfu Sya'ban]]
+
Perayaan malam Syakban adalah diantara perayaan besar bagi umat Islam Syiah yang berkaitan dengan malam kelahiran [[Imam Mahdi as]]. Pada malam tersebut umat Islam Syiah diseluruh dunia mengadakan perayaan. Di Iran, perayaan malam Nisfu Syakban dipusatkan di [[Masjid Jamkaran]], demikian pula di tempat-tempat suci di [[Karbala]], [[Najaf]], [[Samara]] di Irak. 15 Syakban dijadikan sebagai hari libur resmi dan ditetapkan sebagai hari kaum "Mustadh'afin" se dunia.  
'''Nisfu Sya'ban''' atau pertengahan bulan [[Sya'ban]] adalah diantara perayaan terbesar umat [[Islam]] [[Syiah]] yang jatuh pada hari ke-15 bulan Sya'ban. Hari tersebut diperingati umat Islam Syiah sebagai hari kelahiran [[Imam Mahdi Afs|Imam ke-12]] Syiah. Pada sebagian riwayat, malam pertengahan Sya'ban adalah malam paling mulia setelah [[Lailatul Qadar|malam al-Qadr]]. Umat Islam Syiah menjadikan malam pertengahan Sya'ban sebagai malam untuk beribadah semalam suntuk dengan menghidupkan amalan-amalan sunnah. Sebagian [[Ahlusunnah]] dan kelompok-kelompok tarikat juga meyakini malam pertengahan Sya'ban memiliki fadhilah dan keutamaan yang sangat besar.  
 
  
Perayaan malam Sya'ban adalah diantara perayaan besar bagi umat Islam Syiah yang berkaitan dengan malam kelahiran [[Imam Mahdi Afs]]. Pada malam tersebut umat Islam Syiah diseluruh dunia mengadakan perayaan. Di Iran, perayaan malam Nisfu Sya'ban dipusatkan di [[Masjid Jamkaran]], demikian pula di tempat-tempat suci di [[Karbala]], [[Najaf]], [[Samara]] di Irak. 15 Sya'ban dijadikan sebagai hari libur resmi dan ditetapkan sebagai hari kaum ''Mustadhafien'' se dunia.  
+
==Nisfu Syakban dalam Riwayat==
 +
Diriwayatkan dari [[Nabi Muhammad saw]] dan [[Imam-imam maksum|para Imam Maksum Syiah]] mengenai keutamaan menghidupkan malam Nisfu Syakban dengan beribadah didalamnya. Diantaranya disebutkan dalam riwayat, ''"Malaikat Jibril as membangunkan Nabi Muhammad saw pada malam Nisfu Syakban dan memesankan kepadanya untuk mendirikan [[salat]], membaca [[Al-Quran]] serta memperbanyak doa dan [[istighfar]]."'' <ref>Majlisi, ''Bihār al-Anwār'', jld. 98, hlm. 413.</ref> Pada riwayat lain disebutkan, salah seorang istri Nabi Muhammad saw menceritakan Nabi Muhammad saw melakukan ibadah khusus dengan memperpanjang sujudnya pada malam Nisfu Syakban. <ref>Sayid Ibnu Thawus, ''Iqbāl al-A'māl'', riset: Jawad Qayyumi Isfahani, hlm. 216-217.</ref> Dalam beberapa riwayat dari [[Imam Ali as]] dan [[Imam Shadiq as]] ditekankan untuk beribadah dan melakukan amalan khusus malam Nisfu Syakban. <ref>Sayid Ibnu Thawus, ''Iqbāl al-A'māl'', riset: Jawad Quyyumi Isfahani, hlm. 540; Majlisi, ''Bihār al-Anwār'', cet. III, jld. 94, hlm. 84-85. </ref>
  
==Nisfu Sya'ban dalam Riwayat==
+
Sejumlah riwayat lain menjelaskan pentingnya malam malam Nisfu Syakban dikarenakan kelahiran [[Imam Mahdi as]], hujjah terakhir [[Allah swt]] di muka bumi untuk semua manusia. <ref>Sayid Ibnu Thawus, Ali bin Musa, ''Iqbāl al-A'māl'', hlm. 218-219. </ref>
Diriwayatkan dari [[Nabi Muhammad Saw]] dan [[Imam-imam maksum|para Imam Maksum Syiah]] mengenai keutamaan menghidupkan malam Nisfu Sya'ban dengan beribadah didalamnya. Diantaranya disebutkan dalam riwayat, ''"Malaikat Jibril As membangunkan Nabi Muhammad Saw pada malam Nisfu Sya'ban dan memesankan kepadanya untuk mendirikan [[salat]], membaca [[Al-Qur'an]] serta memperbanyak doa dan istighfar."'' <ref>Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 98, hlm. 413.</ref> Pada riwayat lain disebutkan, salah seorang istri Nabi Muhammad Saw menceritakan Nabi Muhammad Saw melakukan ibadah khusus dengan memperpanjang sujudnya pada malam Nisfu Sya'ban. <ref>Sayid Ibnu Thawus, Iqbal al-A'mal, riset: Jawad Quyyumi Isfahani, hlm. 216-217.</ref> Dari riwayat juga disebutkan [[Imam Ali As]] dan [[Imam Shadiq As]] memiliki amalan khusus dalam menghidupkan malam Nisfu Sya'ban. <ref>Sayid Ibnu Thawus, Iqbal al-A'mal, riset: Jawad Quyyumi Isfahani, hlm. 540; Majlisi, Bihar al-Anwar, cet. III, jld. 94, hlm. 84-85. </ref>
 
  
Pada bagian lain dari sejumlah riwayat yang ada mengenai keutamaan malam Nisfu Sya'ban disebutkan sebagai malam kelahiran [[Imam Mahdi Afs]], hujjah terakhir [[Allah Swt]] di muka bumi untuk semua manusia. <ref>Sayid Ibnu Thawus, Ali bin Musa, Iqbal al-A'mal, hlm. 218-219. </ref>
+
==Nama lain Malam Nisfu Syakban==
 +
*Barat ({{ia|برات }}). Barat secara etimologi bermakna nota atau surat yang dibuat sebagai bukti atas pengambilan uang atau barang berharga lainnya dari seseorang. Arti terminologinya yang dikaitkan dengan malam Nisfu Syakban, adalah malam dimana [[Allah swt]] memberikan nota atau surat pembebasan dari ancaman neraka Jahannam kepada hamba-hamba-Nya yang mengidupkan malam dengan ibadah pada malam itu. <ref>Ali Akbar Dehkhuda, ''Lughatname'', item: {{ia|برات }}, Tehran, 1325-1359 S.</ref>
 +
*Lailatul Shikk ({{ia|الصک }}). Dalam bahasa Arab al-Shikk (cek) merupakan kata sinonim dari Barat ({{ia|برات }} ).<ref>Rampuri, ''Ghiyāts al-Lhugāt'', riset: Manshur Tsarwat, Mendia Informasi Hauzah.</ref>
 +
*Barat Kandili. Oleh orang-orang Turki, malam Nisfu Syaban lebih populer dengan sebutan Barat Kandili.  
 +
*Malam pembebasan. Penyebutan ini lebih dikenal di negara-negara [[Islam]] di bagian selatan asia. <ref>''Ba Syukuhtarin Jasyn Tawalud Baraye Kamiltarin_e Insan'', Media Informasi Hauzah.</ref>
  
==Nama lain Malam Nisfu Sya'ban==
+
==Peristiwa Penting yang Terjadi pada Malam Nisfu Syakban==
*Barat ({{ia|برات }} ). Barat secara etimologi bermakna nota atau surat yang dibuat sebagai bukti atas pengambilan uang atau barang berharga lainnya dari seseorang. Arti terminologinya yang dikaitkan malam Nisfu Sya;ban, adalah malam dimana [[Allah Swt]] memberikan nota atau surat pembebasan dari ancaman neraka Jahannam kepada hamba-hambaNya yang mengidupkan malam dengan ibadah pada malam itu. <ref>Ali Akbar Dahkhuda, Lughatname, item: {{ia|برات }}, Tehran, 1325-1359 S.</ref>
+
*Berdasarkan sejumlah riwayat sesuai dengan keyakinan mayoritas ulama [[Syiah]], 15 Syakban <ref>Kulaini, ''al-Kafi'', jld. 1, hlm. 514; Syaikh Mufid, ''al-Irsyād'', hlm. 339; Thabari, ''Dalāil al-Imamah'', hlm. 501; Thusi, ''Kitab al-Ghaibah'', hlm. 239.</ref> tahun 255 <ref>Thusi, ''Kitab al-Ghaibah'', hlm. 231; Syaikh Mufid, ''al-Irsyād'',  hlm. 346.</ref> atau 256 H <ref>Kulaini, ''al-Kāfi'', jld. 1, hlm. 329, hadis no. 5 dan hlm. 514, hadis no. 1; Ibnu Babawaih, Muhammad bin Ali, terj: Baqir Kamraha, ''Kamāl al-Din wa Tamām al-Ni'mah'', jdl. 2, hlm. 104.</ref> adalah hari kelahiran [[Imam Mahdi as]].
*Lailatul Shikk ({{ia|الصک }}). Dalam bahasa Arab al-Shikk merupakan kata sinonim dari Barat ({{ia|برات }} ).<ref>Rampuri, Ghayat al-Lhugat, riset: Manshur Tsarwat, Mendia Informasi Hauzah.</ref>
+
*Wafatnya [[Ali bin Muhammad al-Samuri]], wakil khusus Imam Mahdi as dan akhir masa [[ghaibah Shughra]] (329 H). <ref>Thusi, ''al-Ghaibah'', hlm. 396, hadis no. 367. </ref>
*Barat Kandili. oleh orang-orang Turki, malam Nisfu Syaban lebih populer dengan sebutan Barat Kandili.
 
*Malam pembebasan. Penyebutan ini lebih dikenal di negara-negara [[Islam]] di bagian selatan Asia. <ref>Ba Syekuhtarin Jasyn Tawalud Baraye Kamiltarin_e Insan, Media Informasi Hauzah.</ref>
 
  
==Peristiwa Penting yang Terjadi pada Malam Nisfu Sya'ban==
+
==Keutamaan Malam Nisfu Syakban==
*Berdasarkan sejumlah riwayat sesuai dngan keyakinan mayoritas ulama [[Syiah]], 15 Sya'ban <ref>Kulaini, al-Kafi, jld. 1, hlm. 514; Syaikh Mufid, al-Irsyad, hlm. 339; Thabari, Dalail al-Imamah, hlm. 501; Thusi, Kitab al-Ghaibah, hlm. 239.</ref> tahun 255 <ref>Thusi, Kitab al-Ghaibah, hlm. 231; Syaikh Mufid, al-Irsyad,  hlm. 346.</ref> atau 256 H <ref>Kulaini, al-Kafi, jld. 1, hlm. 329, hadis no. 5 dan hlm. 514, hadis no. 1; Ibnu Babwaih, Muhammad bin Ali, terj: Baqir Kamraha, Kamal al-Din wa Tamam al-Ni'mah, jdl. 2, hlm. 104.</ref> adalah hari kelahiran [[Imam Mahdi Afs]].
+
Sejumlah hadis mengenai keutamaan dan fadhilah malam dan hari Nisfu Syakban diriwayatkan dari [[Nabi Muhammad saw]] dan [[imam-imam Syiah|Maksumin as]]. Berikut ini diantara fadhilahnya:
*Wafatnya Ali bin Muhammad al-Samarai, wakil khusus Imam Mahdi Afs dan akhir masa [[ghaibah Shughra]] (329 H). <ref>Thusi, al-Ghaibah, hlm. 396, hadis no. 367. </ref>
+
*Pembukaan bagi semua kenikmatan dan pemaafan serta lautan kebaikan dan rezki pada malam Nisfu Syakban <ref>Sayid Ibnu Thawus, ''Iqbāl al-A'māl'', riset: Jawad Qayyumi Isfahani, hlm. 212; Majlisi, ''Bihār al-Anwār'', Beirut, Dar al-Ihya al-Turats al-'Arabi, cet. III, jld. 98, hlm. 413.</ref>
 +
*Ditetapkannya rezki dan ditentukannya ajal manusia. <ref>Sayid Ibnu Thawus, ''Iqbāl al-A'māl'', riset: Jawad Qayyumi Isfahani, hlm. 216-217.</ref>
 +
*Dimaafkannya semua manusia, kecuali orang-orang musyrik, pelaku judi, yang memutuskan silaturahmi, pemabuk dan orang-orang yang gemar berlaku dosa. <ref>Sayid Ibnu Thawus, hlm. 209; Majlis, ''Bihār al-Anwār'', jld. 94, hlm. 85.</ref>
 +
*Malam terbaik setelah [[malam Qadar|malam al-Qadr]]. <ref>Mandzari, ''al-Targhib wa al-Tarhib'', Abdul Adzhim bin Abdul Qaqi, riset: Ibrahim Syamsuddin, Dar al-Kutub al-'Ilmiah, cet. I, jld. 2, hlm. 73 dan 74, jld. 3, hlm. 67, 233, 307 dan 309. </ref>
  
==Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban==
+
==Amalan-amalan yang Disunahkan pada Nisfu Syakban==
Sejumlah hadis mengenai keutamaan dan fadhilah malam dan hari Nisfu Sya'ban diriwayatkan dari [[Nabi Muhammad Saw]] dan [[imam-imam Syiah|Maksumin As]]. Berikut ini diantara fadhilahnya:
 
*Pembukaan bagi semua kenikmatan dan pemaafan serta lautan kebaikan dan rezki pada malam Nisfu Sya'ban <ref>Sayid Ibnu Thawus, Iqbal al-A'mal, riset: Jawad Quyyumi Isfahani, hlm. 212; Majlisi, Bihar al-Anwar, Beirut, Dar al-Ahya al-Turats al-'Arabi, cet. III, jld. 98, hlm. 413.</ref>
 
*Ditetapkannya rezki dan ditentukannya ajal manusia. <ref>Sayid Ibnu Thawus, Iqbal al-A'mal, riset: Jawad Quyyumi Isfahani, hlm. 216-217.</ref>
 
*Dimaafkannya semua manusia, kecuali orang-orang musyrik, pelaku judi, yang memutuskan silaturahmi, pemabuk dan orang-orang yang gemar berlaku dosa. <ref>Sayid Ibnu Thawus, hlm. 209; Majlis, Bihar al-Anwar, jld. 94, hlm. 85.</ref>
 
*Malam terbaik setelah malam al-Qadr. <ref>Mandzari, al-Targhib wa al-Tarhib, Abdul Adzhim bin Abdul Qaqi, riset: Ibrahim Syamsuddin, Dar al-Kutub al-'Ilmiah, cet. I, jld. 2, hlm. 73 dan 74, jld. 3, hlm. 67, 233, 307 dan 309. </ref>
 
 
 
==Amalan-amalan yang Disunnahkan pada Nisfu Sya'ban==
 
 
{| class="wikitable" style="text-align:center"
 
{| class="wikitable" style="text-align:center"
 
|-
 
|-
!  !! Amalan pada malam dan siang hari Nisfu Sya'ban
+
!  !! Amalan pada malam dan siang hari Nisfu Syakban
 
|-
 
|-
 
| Amalan pada malam hari ||
 
| Amalan pada malam hari ||
*Mandi yang dapat menggugurkan dosa-dosa
+
*[[Mandi]] yang dapat menggugurkan [[dosa|dosa-dosa]]
*Menghidupkan malam dengan salat, doa dan istighfar
+
*Menghidupkan malam dengan [[salat]], doa dan [[istighfar]]
*Membaca doa Kumayl
+
*Membaca [[doa Kumail]]
*Membaca Ziarah Imam Husain As yang dapat menjadi wasilah terampuninya dosa-dosa. Salah satu riwayat menyebutkan ruh 124 ribu Anbiyah As menziarahi Imam Husain As pada malam Nisfu Sya'ban. Jika tidak memungkinkan untuk menziarahi Imam Husain As di makamnya langsung di Karbala, maka dapat dilakukan dengan membaca doa ziarah pada tempat ketinggian yang diawali dengan menghadap ke kanan dan kekiri kemudian menghadapkan kepala ke langit dengan berucap: :{{ia|اَلسَّلامُ عَلَیْكَ یا اَبا عَبْدِاللّهِ، اَلسَّلامُ عَلَیْكَ وَ رَحْمَةُال}}setelah itu membaca doa berikut:  
+
*Membaca Ziarah [[Imam Husain as]] yang dapat menjadi wasilah terampuninya dosa-dosa. salah satu riwayat menyebutkan ruh 124 ribu Anbiyah as menziarahi Imam Husain as pada malam Nisfu Syakban. Jika tidak memungkinkan untuk menziarahi Imam Husain as di makamnya langsung di [[Karbala]], maka dapat dilakukan dengan membaca doa ziarah pada tempat ketinggian yang diawali dengan menghadap ke kanan dan kekiri kemudian menghadapkan kepala ke langit dengan berucap: :{{ia|اَلسَّلامُ عَلَیْكَ یا اَبا عَبْدِاللّهِ، اَلسَّلامُ عَلَیْكَ وَ رَحْمَةُال}}
 +
*Membaca doa berikut, yang memiliki hukum menziarahi [[Imam Zaman afs]]:  
 
{{ia|
 
{{ia|
 
اَللّهُمَّ بِحَقِّ لَیْلَتِنا (هذِهِ) وَ مَوْلُودِها وَ حُجَّتِكَ وَ مَوْعُودِهَا الَّتى قَرَنْتَ اِلى فَضْلِها فَضْلاً فَتَمَّتْ كَلِمَتُكَ صِدْقاً وَ عَدْلاً لا مُبَدِّلَ لِكَلِماتِكَ وَلا مُعَقِّبَ لاِیاتِكَ نُورُكَ الْمُتَاَلِّقُ وَ ضِیاَّؤُكَ الْمُشْرِقُ وَ الْعَلَمُ النُّورُ فى طَخْیاَّءِ الدَّیْجُورِ الْغائِبُ الْمَسْتُورُ جَلَّ مَوْلِدُهُ وَ كَرُمَ مَحْتِدُهُ وَالْمَلاَّئِكَةُ شُهَّدُهُ وَاللّهُ ناصِرُهُ وَ مُؤَیِّدُهُ اِذا آنَ میعادُهُ وَالْمَلاَّئِكَةُ اَمْد ادُهُ سَیْفُ اللّهِ الَّذى لا یَنْبوُ وَ نُورُهُ الَّذى لا یَخْبوُ وَ ذوُالْحِلْمِ الَّذى لا یَصْبوُا مَدارُ الَّدهْرِ وَ نَوامیسُ الْعَصْرِ و َوُلاةُ الاْمْرِ وَالْمُنَزَّلُ عَلَیْهِمْ ما یَتَنَزَّلُ فى لَیْلَةِ الْقَدْرِ وَ اَصْحابُ الْحَشْرِ وَالنَّشْرِ تَراجِمَةُ وَحْیِهِ وَ وُلاةُ اَمْرِهِ وَ نَهْیِهِ اَللّهُمَّ فَصَلِّ عَلى خاتِمِهْم وَ قآئِمِهِمُ الْمَسْتُورِ عَنْ عَوالِمِهِمْ اَللّهُمَّ وَ اَدْرِكَ بِنا اءَیّامَهُ وَظُهُورَهُ وَقِیامَهُ وَاجْعَلْنا مِنْ اَنْصارِهِ وَاقْرِنْ ثارَنا بِثارِهِ وَاكْتُبْنا فى اَعْوانِهِ وَ خُلَصاَّئِهِ وَ اَحْیِنا فى دَوْلَتِهِ ناعِمینَ وَ بِصُحْبَتِهِ غانِمینَ وَ بِحَقِّهِ قآئِمینَ وَ مِنَ السُّوَّءِ سالِمینَ یا اَرْحَمَ الرّاحِمینَ وَالْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعالَمینَ وَ صَلَواتُهُ عَلى سَیِّدِنا مُحَمَّدٍ خاتَمِ النَّبِیّینَ وَ الْمُرْسَلینَ وَ عَلى اَهْلِ بَیْتِهِ الصّادِقینَ وَ عِتْرَتِهَ النّاطِقینَ وَالْعَنْ جَمیعَ الظّالِمینَ واحْكُمْ بَیْنَنا وَ بَیْنَهُمْ یا اَحْكَمَ الْحاكِمینَ النّاطِقینَ وَالْعَنْ جَمیعَ الظّالِمینَ واحْكُمْ بَیْنَنا وَ بَیْنَهُمْ یا اَحْكَمَ الْحاكِمینَ }}
 
اَللّهُمَّ بِحَقِّ لَیْلَتِنا (هذِهِ) وَ مَوْلُودِها وَ حُجَّتِكَ وَ مَوْعُودِهَا الَّتى قَرَنْتَ اِلى فَضْلِها فَضْلاً فَتَمَّتْ كَلِمَتُكَ صِدْقاً وَ عَدْلاً لا مُبَدِّلَ لِكَلِماتِكَ وَلا مُعَقِّبَ لاِیاتِكَ نُورُكَ الْمُتَاَلِّقُ وَ ضِیاَّؤُكَ الْمُشْرِقُ وَ الْعَلَمُ النُّورُ فى طَخْیاَّءِ الدَّیْجُورِ الْغائِبُ الْمَسْتُورُ جَلَّ مَوْلِدُهُ وَ كَرُمَ مَحْتِدُهُ وَالْمَلاَّئِكَةُ شُهَّدُهُ وَاللّهُ ناصِرُهُ وَ مُؤَیِّدُهُ اِذا آنَ میعادُهُ وَالْمَلاَّئِكَةُ اَمْد ادُهُ سَیْفُ اللّهِ الَّذى لا یَنْبوُ وَ نُورُهُ الَّذى لا یَخْبوُ وَ ذوُالْحِلْمِ الَّذى لا یَصْبوُا مَدارُ الَّدهْرِ وَ نَوامیسُ الْعَصْرِ و َوُلاةُ الاْمْرِ وَالْمُنَزَّلُ عَلَیْهِمْ ما یَتَنَزَّلُ فى لَیْلَةِ الْقَدْرِ وَ اَصْحابُ الْحَشْرِ وَالنَّشْرِ تَراجِمَةُ وَحْیِهِ وَ وُلاةُ اَمْرِهِ وَ نَهْیِهِ اَللّهُمَّ فَصَلِّ عَلى خاتِمِهْم وَ قآئِمِهِمُ الْمَسْتُورِ عَنْ عَوالِمِهِمْ اَللّهُمَّ وَ اَدْرِكَ بِنا اءَیّامَهُ وَظُهُورَهُ وَقِیامَهُ وَاجْعَلْنا مِنْ اَنْصارِهِ وَاقْرِنْ ثارَنا بِثارِهِ وَاكْتُبْنا فى اَعْوانِهِ وَ خُلَصاَّئِهِ وَ اَحْیِنا فى دَوْلَتِهِ ناعِمینَ وَ بِصُحْبَتِهِ غانِمینَ وَ بِحَقِّهِ قآئِمینَ وَ مِنَ السُّوَّءِ سالِمینَ یا اَرْحَمَ الرّاحِمینَ وَالْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعالَمینَ وَ صَلَواتُهُ عَلى سَیِّدِنا مُحَمَّدٍ خاتَمِ النَّبِیّینَ وَ الْمُرْسَلینَ وَ عَلى اَهْلِ بَیْتِهِ الصّادِقینَ وَ عِتْرَتِهَ النّاطِقینَ وَالْعَنْ جَمیعَ الظّالِمینَ واحْكُمْ بَیْنَنا وَ بَیْنَهُمْ یا اَحْكَمَ الْحاكِمینَ النّاطِقینَ وَالْعَنْ جَمیعَ الظّالِمینَ واحْكُمْ بَیْنَنا وَ بَیْنَهُمْ یا اَحْكَمَ الْحاكِمینَ }}
*Memperbanyak bacaan salawat.
+
*Membaca salawat syakbaniyah yang dianjurkan dibaca setiap hari pada waktu zawal (zhuhur).
*Membaca doa berikut yang juga dibaca Nabi Muhammad Saw pada malam Nisfu Sya'ban:{{ia|اَللّهُمَّ اقْسِمْ لَنا مِنْ خَشْیَتِكَ ما یَحُولُ بَیْنَنا وَ بَیْنَ مَعْصِیَتِكَ وَ مِنْ طاعَتِكَ ما تُبَلِّغُنا بِهِ رِضْوانَكَ وَ مِنَ الْیَقینِ ما یَهُونُ عَلَیْنا بِهِ مُصیباتُ الدُّنْیا اَللّهُمَّ اَمْتِعْنا بِاَسْماعِنا وَ اَبْصارِنا وَ قُوَّتِنا ما اَحْیَیْتَنا وَاجْعَلْهُ الْوارِثَ مِنّا وَاجْعَلْ ثارَنا عَلى مَنْ ظَلَمَنا وَانْصُرنا عَلى مَنْ عادانا  تَجْعَلْ مُصیبَتَنا فى دینِنا وَلا تَجْعَلِ الدُّنْیا اَكْبَرَ هَمِّنا وَلا مَبْلَغَ عِلْمِنا وَلا تُسَلِّطْ عَلَیْنا مَنْ لا یَرْحَمُنا بِرَحْمَتِكَ یا اَرْحَمَ الرّاحِمینَ}}
+
*Membaca doa berikut yang juga dibaca [[Nabi Muhammad saw]] pada malam Nisfu Syakban:{{ia|اَللّهُمَّ اقْسِمْ لَنا مِنْ خَشْیَتِكَ ما یَحُولُ بَیْنَنا وَ بَیْنَ مَعْصِیَتِكَ وَ مِنْ طاعَتِكَ ما تُبَلِّغُنا بِهِ رِضْوانَكَ وَ مِنَ الْیَقینِ ما یَهُونُ عَلَیْنا بِهِ مُصیباتُ الدُّنْیا اَللّهُمَّ اَمْتِعْنا بِاَسْماعِنا وَ اَبْصارِنا وَ قُوَّتِنا ما اَحْیَیْتَنا وَاجْعَلْهُ الْوارِثَ مِنّا وَاجْعَلْ ثارَنا عَلى مَنْ ظَلَمَنا وَانْصُرنا عَلى مَنْ عادانا  تَجْعَلْ مُصیبَتَنا فى دینِنا وَلا تَجْعَلِ الدُّنْیا اَكْبَرَ هَمِّنا وَلا مَبْلَغَ عِلْمِنا وَلا تُسَلِّطْ عَلَیْنا مَنْ لا یَرْحَمُنا بِرَحْمَتِكَ یا اَرْحَمَ الرّاحِمینَ}}
 
*Membaca zikir: سُبْحانَ اللّهِ, الْحَمْدُلِلّهِ., اللّهُ اَكْبَرُ, dan لا اِلهَ اِلا اللّهُ" 100 kali
 
*Membaca zikir: سُبْحانَ اللّهِ, الْحَمْدُلِلّهِ., اللّهُ اَكْبَرُ, dan لا اِلهَ اِلا اللّهُ" 100 kali
*Melakukan salat Ja'far ath-Thayyar.
+
*Melakukan [[salat Ja'far ath-Thayyar]].
*Mendirikan salat 4 rakaat, yang disetiap rakaatnya membaca Al-Fatihah dan surah al-Ikhlas 100 x setelah itu membaca doa berikut: {{ia|
+
*Mendirikan salat 4 rakaat, yang disetiap rakaatnya membaca [[Al-Fatihah]] dan [[surah Al-Ikhlash]] 100 kali, setelah salat membaca doa berikut: {{ia|
 
اَللّهُمَّ اِنّى اِلَیْكَ فَقیرٌ وَمِنْ عَذاِبكَ خائِفٌ مُسْتَجیرٌ اَللّهُمَّ لا تُبَدِّلْ اِسْمى وَلا تُغَیِّرْ جِسْمى وَلاتَجْهَدْ بَلاَّئى وَلا تُشْمِتْ بى اَعْداَّئى اَعُوذُ بِعَفْوِكَ مِنْ عِق ابِكَ وَ اَعُوذُ بِرَحْمَتِكَ مِنْ عَذابِكَ وَ اَعُوذُ بِرِضاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَ اَعُوذُبِكَ مِنْكَ جَلَّ ثَناَّؤُكَ اَنْتَ كَما اَثْنَیْتَ عَلى نَفْسِكَ وَ فَوْقَ ما یَقُولُ الْقآئِلُونَ.}}  
 
اَللّهُمَّ اِنّى اِلَیْكَ فَقیرٌ وَمِنْ عَذاِبكَ خائِفٌ مُسْتَجیرٌ اَللّهُمَّ لا تُبَدِّلْ اِسْمى وَلا تُغَیِّرْ جِسْمى وَلاتَجْهَدْ بَلاَّئى وَلا تُشْمِتْ بى اَعْداَّئى اَعُوذُ بِعَفْوِكَ مِنْ عِق ابِكَ وَ اَعُوذُ بِرَحْمَتِكَ مِنْ عَذابِكَ وَ اَعُوذُ بِرِضاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَ اَعُوذُبِكَ مِنْكَ جَلَّ ثَناَّؤُكَ اَنْتَ كَما اَثْنَیْتَ عَلى نَفْسِكَ وَ فَوْقَ ما یَقُولُ الْقآئِلُونَ.}}  
 
|-
 
|-
 
| Amalan pada siang hari ||
 
| Amalan pada siang hari ||
*Membaca ziarah Imam Zaman Afs.
+
*Membaca ziarah Imam Zaman as.
*Membaca doa untuk kemunculan segera Imam Zaman Afs.
+
*Membaca doa untuk kemunculan segera Imam Zaman as.
 
|}
 
|}
  
==Nisfu Sya'ban dalam Pandangan Ahlusunnah==
+
==Nisfu Syakban dalam Pandangan Ahlusunah==
Bukan hanya umat [[Islam]] [[Syiah]] yang meyakini Nisfu Sya'ban memiliki keutamaan besar melainkan juga dalam keyakinan [[Ahlusunnah]] khususnya kelompok-kelompok tarikat tasawuf. Diriwayatkan dalam sejumlah hadis dari [[Rasulullah Saw]] dan periwayatan dari sejumlah [[sahabat]] mengenai besarnya keutamaan beribadah pada malam Nisfu Sya'ban. <ref>Albanai, al-Salsalah al-Shahihah, jld. 3, hlm. 135, jld. 4, hlm. 86.</ref> <ref>Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Amali al-Muthlaqah, riset: Hamdi Abdul Majid al-Salafi, Beirut, hlm. 52. </ref> <ref>Baihaqi, Sya'ab al-Iman, cet. I, jld. 3, hlm. 378-386. </ref> <ref>Ahmad Nagari, Jami' al-'Ulum, jld. 3, hlm. 179. </ref> <ref>Ibnu Taimiyah, Fatawai, cet. I, jld. 5, hlm. 344.</ref>
+
Bukan hanya umat [[Islam]] [[Syiah]] yang meyakini Nisfu Syakban memiliki keutamaan besar melainkan juga dalam keyakinan [[Ahlusunah]] khususnya kelompok-kelompok tarikat tasawuf. Diriwayatkan dalam sejumlah hadis dari [[Rasulullah saw]] dan periwayatan dari sejumlah [[sahabat]] mengenai besarnya keutamaan beribadah pada malam Nisfu Syakban. <ref>Albani, ''al-Silsilah al-Shahihah'', jld. 3, hlm. 135, jld. 4, hlm. 86.</ref> <ref>Ibnu Hajar al-Asqalani, ''al-Amāli al-Muthlaqah'', riset: Hamdi Abdul Majid al-salafi, Beirut, hlm. 52. </ref> <ref>Baihaqi, ''Syu'ab al-Iman'', cet. I, jld. 3, hlm. 378-386. </ref> <ref>Ahmad Nigari, ''Jami' al-'Ulum'', jld. 3, hlm. 179. </ref> <ref>Ibnu Taimiyah, ''Fatawa'', cet. I, jld. 5, hlm. 344.</ref>
  
Sebagian dari ulama Ahlusunnah meragukan kesahihan riwayat mengenai keutamaan Nisfu Sya'ban demikian pula diantaranya oleh Ibnu Taimiyah yang menjadi rujukan kaum Salafi, sehingga mengeluarkan [[fatwa]] bid'ahnya bagi kaum muslimin menghidupkan malam Nisfu Sya'ban dengan mendirikan [[salat]] 100 rakaat. <ref>Tahanawi, Tashil Behesti Zaiwar, Asatid Jami' al-Rasyid, Kitab Ghahr, Karachi, hlm. 75.</ref> Oleh karena itu, ulama Salafi abad 14 dan 15 H seperti Tahanawi, Yusuf Qardhawi dan Muhammad Saleh Munjid mengeluarkan fatwa menghidupkan malam Nisfu Sya'ban dan melakukan peringatan di dalamnya adalah amalan tanpa dasar dan merupakan perbuatan bid'ah. <ref>Hukum syar'i menghidupkan malam pada pertengahan Sya'ban, site resmi Yusuf Qhardawi.</ref> <ref>'Athir Saqar, Malam Nisfu Sya'ban, Fadhilat dan Hukum Syar'i Menghidupkan Malamnya, site resmi Islami online.  </ref> <ref>Maltani, jld. 1, hlm. 174-176.</ref>
+
Sebagian dari ulama Ahlusunah meragukan kesahihan riwayat mengenai keutamaan Nisfu Syakban demikian pula diantaranya oleh Ibnu Taimiyah yang menjadi rujukan kaum salafi, sehingga mengeluarkan [[fatwa]] bid'ahnya bagi kaum muslimin menghidupkan malam Nisfu Syakban dengan mendirikan [[salat]] 100 rakaat. <ref>Ibnu Taimiyyah, ''Fatawa'', jld. 5, hlm. 344 .</ref> Oleh karena itu, ulama salafi abad 14 dan 15 H seperti Tahanawi, Yusuf Qardhawi dan Muhammad Saleh Munjid mengeluarkan fatwa menghidupkan malam Nisfu Syakban dan melakukan peringatan di dalamnya adalah amalan tanpa dasar dan merupakan perbuatan [[bid'ah]]. <ref>Tahanawi, ''Tashil Behesti Zaiwar'' asatid Jami' al-Rasyid, Kitab Ghahr, Karachi, hlm. 75.</ref><ref>Hukum syar'i menghidupkan malam pada pertengahan Syakban, site resmi Yusuf Qhardawi.</ref> <ref>'Athir saqar, Malam Nisfu Syakban, Fadhilat dan Hukum Syar'i Menghidupkan Malamnya, site resmi Islami online.  </ref> <ref>Multani, jld. 1, hlm. 174-176.</ref>
  
Secara umum Ahlusunnah meyakini keutamaan dan fadhilah malam Nisfu Syaban. Bahwa menghidupkan malam Nisfu Sya'ban dengan amalan ibadah seperti membaca  [[Al-Qur'an]], mendirikan salat berjama'ah, memperbanyak doa, ber[[puasa]] pada hari Nisfu Sya'ban memiliki keutamaan besar diluar hari-hari lainnya. Malam Nisfu Sya'ban bagi mereka juga diyakini sebagai malam pembebasan dari api neraka. <ref>Alawi Karmani,  jld. 1, hlm. 405.</ref> <ref>Nurbakhsy, al-Fiqh al-Ahwath, jld. 1, hlm. 112-113.</ref> <ref>Alawi Karmani, Sair al-Awliya, jld. 1, hlm. 405.</ref>
+
Secara umum Ahlusunah meyakini keutamaan dan fadhilah malam Nisfu Syaban. Bahwa menghidupkan malam Nisfu Syakban dengan amalan ibadah seperti membaca  [[Alquran]], mendirikan [[salat Berjamaah|salat berjamaah]], memperbanyak doa, ber[[puasa]] pada hari Nisfu Syakban memiliki keutamaan besar diluar hari-hari lainnya. Malam Nisfu Syakban bagi mereka juga diyakini sebagai malam pembebasan dari api neraka. <ref>Alawi Kirmani,  jld. 1, hlm. 405.</ref> <ref>Nurbakhsy, ''al-Fiqh al-Ahwath'', jld. 1, hlm. 112-113.</ref> <ref>Alawi Karmani, ''sair al-Awliya'', jld. 1, hlm. 405.</ref>
  
Mendirikan salat 100 rakaat atau salat al-Khair yang didalamnya dibaca 1000 kali surah Al-Ikhlas adalah diantara amalan sunnah yang dilakukan oleh Sunni dan Syiah pada malam Nisfu Sya'ban. <ref>Ahmad Dahlawi, Farhang Ashfiyah, item: شب برات</ref> Pada sebagian wilayah Islam seperti di bagian selatan Asia hari Nisfu Sya'ban dirayakan dengan menziarahi kubur, berbagi makanan serta bersedekah pada orang yang membutuhkan. <ref>Abu Raihan, al-Tafhim, hlm. 252.</ref>
+
Mendirikan [[salat]] 100 rakaat atau salat al-Khair yang didalamnya dibaca 1000 kali surah Al-Ikhlas adalah diantara amalan sunah yang dilakukan oleh Sunni dan Syiah pada malam Nisfu Syakban. <ref>Ahmad Dehlawi, ''Farhang Ashfiyah'', item: شب برات</ref> Pada sebagian wilayah Islam seperti di bagian selatan asia hari Nisfu Syakban dirayakan dengan menziarahi kubur, berbagi makanan serta bersedekah pada orang yang membutuhkan. <ref>Abu Raihan, ''al-Tafhim'', hlm. 252.</ref>
[[Berkas:جشن نیمه شعبان در جمکران.jpg|jmpl|Perayaan Malam Nisfu Sya'ban di Masjid Jamkaran]]
+
[[Berkas:جشن نیمه شعبان در جمکران.jpg|jmpl|Perayaan Malam Nisfu Syakban di [[Masjid Jamkaran]]]]
  
==Perayaan Nisfu Sya'ban==
+
==Perayaan Nisfu Syakban==
Umat Islam [[Syiah]] menjadikan malam Nisfu [[Sya'ban]] sebagai malam perayaan karena bertepatan dengan malam kelahiran [[Imam Mahdi Afs]]. Pada malam itu mereka menghiasi masjid dan tempat-tempat keramaian dengan lampu-lampu hias. Mereka membagikan makanan dan minuman kepada orang-orang miskin untuk turut bergembira. Di Iran, salah satu pusat tempat merayakan malam Nisfu Sya'ban adalah di Masjid Jamkaran yang terletak di kota [[Qom]]. Pada hari 15 Sya'ban, di Iran ditetapkan sebagai hari libur resmi dan disebut sebagai hari Musthadafien sedunia. <ref>Situs Depertemen Tablighat Islami Iran.</ref>
+
Umat Islam [[Syiah]] menjadikan malam Nisfu [[Syakban]] sebagai malam perayaan karena bertepatan dengan malam kelahiran [[Imam Mahdi as]]. Pada malam itu mereka menghiasi [[masjid]] dan tempat-tempat keramaian dengan lampu-lampu hias. Mereka membagikan makanan dan minuman kepada orang-orang miskin untuk turut bergembira. Di Iran, salah satu pusat tempat merayakan malam Nisfu Syakban adalah di [[Masjid Jamkaran]] yang terletak di kota [[Qom]]. Pada hari 15 Syakban, di Iran ditetapkan sebagai hari libur resmi dan disebut sebagai hari Musthadafien sedunia. <ref>Riset tentang perayaan malam nisfu Syakban di berbagai negara Islam, Situs Depertemen Tablighat Islami Iran.</ref>
  
Di Irak umat Islam Syiah juga mengadakan perayaan malam Nisfu Sya'ban. Mereka pada malam itu melakukan ziarah di makam [[Imam Husain As]] sampai keesokan harinya. Demikian pula perayaan malam Nisfu Sya'ban juga diadakan umat Islam Syiah di Bahrain, Yaman, Mesir, Lebanon, Suriah dan India. <ref>Situs Depertemen Tablighat Islami Iran.</ref>
+
Di Irak umat Islam Syiah juga mengadakan perayaan malam Nisfu Syakban. Mereka pada malam itu melakukan ziarah di makam [[Imam Husain as]] sampai keesokan harinya. Demikian pula perayaan malam Nisfu Syakban juga diadakan umat Islam Syiah di Bahrain, Yaman, Mesir, Lebanon, Suriah dan India. <ref>Riset tentang perayaan malam nisfu Syakban di berbagai negara Islam, Situs Depertemen Tablighat Islami Iran.</ref>
  
 
==Catatan Kaki==
 
==Catatan Kaki==
Baris 84: Baris 84:
 
==Daftar Pustaka==
 
==Daftar Pustaka==
 
{{ref}}
 
{{ref}}
*Ibnu Babwaih, Muhammad bin Ali, terj: Muhammad Baqir Kamrahi, Kamal al-Din wa Tamam al-Ni'mah, Tehran, Kitab Furusyi Islamiyah, 1377 S.
+
*Ibnu Babawaih, Muhammad bin Ali. Terjemahan: Muhammad Baqir Kamareh-i. ''Kamāl al-Din wa Tamām al-Ni'mah''. Teheran: Kitab Furusyi Islamiyah, 1419 H.
*Ibnu Taimiyah, Ahmad bin Abdul Halim, Fatawa, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiah, cet. I, 1408 H.
+
*Ibnu Taimiyah, Ahmad bin Abdul Halim. ''Fatawa''. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, cet. I, 1408 H.
*Ahmad Dahlawi, Farhang Ashfiyah, item: شب برات, Lahore, 1986.
+
*Ahmad Dahlawi.''Farhang Ashfiyah''. Item: شب برات. Lahore: 1986.
*Ahmad Nagari, Jami' al-'Ulum, Beirut, 1395 H.
+
*Ahmad Nigari. ''Jami' al-'Ulum''. Beirut: 1395 H.
*Al-Banai, Muhammad Nasharuddin, al-Silsilah al-Shahihah, Riyadh, Maktabah al-Ma'arif lil Nashr wa al-Tauzi', cet. I, 1415 H.
+
*Al-Bani, Muhammad Nashiruddin. ''Al-Silsilah al-Shahihah''. Riyadh: Maktabah al-Ma'arif lil Nasyr wa al-Tauzi', cet. I, 1415 H.
*Biruni Khawarizmi, Abu Raihan Muhammad bin Ahmad, al-Tafhim li Awail Shana'ah al-Tanjim, Abu Raihan Biruni, riset: Jalaluddin Hamai, Anjuman Atsar Milli Iran, tanpa tahun.  
+
*Biruni Khawarazmi, Abu Raihan Muhammad bin Ahmad. ''Al-Tafhim li Awail Shana'ah al-Tanjim''. Abu Raihan Biruni. Riset: Jalaluddin Humai. Anjuman Atsar Milli Iran: tanpa tahun.  
*Baihaqi, Ahmad bin Husain, Sya'ab al-Iman, riset: Abu Hajir Muhammad Sa'id Basiwani Zaghlul, Beirut, Dar al-Kutub al-'Ilmiah, Mansyurat Muhammad Ali Baidhawi, cet. I, 1421 H.
+
*Baihaqi, Ahmad bin Husain. ''Syu'ab al-Iman''. Riset: Abu Hajir Muhammad sa'id Basyuni Zughlul. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiah, Mansyurat Muhammad Ali Baidhawi, cet. I, 1421 H.
*Tahanawi, Tashil Behesti Zaiwar, Asatid Jami' al-Rasyid, Kitab Ghahar, Karachi, 1327 H.
+
*Tahanawi. ''Tashil Behesti Zaiwar''. Asatid Jami' al-Rasyid, Kitab Ghahar. Karachi: 1327 H.
*Khuramsyahi, Bahauddin, Hafidzh Nameh, Intisyarat 'Ilmi wa Farhanggi, cet. XXI, 1393 S.
+
*Khurramsyahi, Bahauddin. ''Hafidzh Nameh''. Intisyarat 'Ilmi wa Farhanggi, cet. XXI, 1435 H.
*Dahkhuda, Ali Akbar, Lughatnameh, item: برات, riset: Muhammad Mu'in, Tehran, 1325-1359 S.
+
*Dehkhuda, Ali Akbar. ''Lughatnameh''. item: برات. Riset: Muhammad Mu'in. Teheran: 1365-1400S.
*Rampuri, Ghayatsaluddin Muhammad bin Jalaluddin bin Rampuri, Ghayat al-Lughah, riset: Manshur Tsarwat, Tehran, Ambir Kabair, 1393 S.  
+
*Rampuri, Ghiyatsuddin Muhammad bin Jalaluddin bin Rampuri ''Ghiyāts al-Lughāt''. Riset: Manshur Tsarwat. Teheran: Ambir Kabir, 1435 H.  
*Sayid Ibnu Thawus, Ali bin Musa, Iqbal al-A'mal, riset: Jawad Quyyumi Isfahani, Daftar Tablighat Islami Hauzah Ilmiah Qom, 1418 H.
+
*Sayid Ibnu Thawus, Ali bin Musa. ''Iqbāl al-A'māl''. Riset: Jawad Qayyumi Isfahani, Daftar Tablighat Islami Hauzah Ilmiah Qom, 1418 H.
*Syaikh Mufid, Muhammad bin Muhammad, al-Irsyad fi Ma'rifah Hujuj Allah 'la al-'Ibad, Beirut, Dar al-Mufid, 1413 H.
+
*Syaikh Mufid, Muhammad bin Muhammad. ''Al-Irsyād fi Ma'rifati Hujujillah 'ala al-'Ibad''. Beirut: Dar al-Mufid, 1413 H.
*Thabari, Muhammad bin Jarir, Dalail al-Imamah, riset: Muassasah Bitsat, Qom, Muassasah Bitsat, cet. I, 1413 H.  
+
*Thabari, Muhammad bin Jarir. ''Dalāil al-Imāmah''. Riset: Muassasah Bi'tsat. Qom: Muassasah Bi'tsat, cet. I, 1413 H.  
*Thusi, Muhammad bin Hasan, Kitab al-Ghaibah, Muassasah Ma'arif Islami, 1411 H.
+
*Thusi, Muhammad bin Hasan. ''Kitab al-Ghaibah''. Muassasah Ma'arif Islami, 1411 H.
*Asqalani, Ahmad bin Hajar, al-Amali al-Muthlaqah, riset: Hamdi Abdul Majid al-Salafi, Beirut, al-Maktabah al-Islami, cet. I, 1416 H.
+
*Asqalani, Ahmad bin Hajar. ''Al-Amāli al-Muthlaqah''. Riset: Hamdi Abdul Majid al-salafi. Beirut: al-Maktabah al-Islami, cet. I, 1416 H.
*Alawi Karmani, Muhammad, Sair al-Awliyah, Islam Abad, 1398 H.
+
*Alawi Kirmani, Muhammad. ''Sair al-Awliya''. Islam Abad, 1398 H.
*Kulaini, Muhammad bin Ya'qub, al-Kafi, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1389 H.
+
*Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. ''Al-Kafi''. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1389 H.
*Majlisi, Muhammad Baqir, Bihar al-Anwar, riset: Muhammad Baqir Mahmudi dkk, Beirut, Dar al-Ahya al-Turats al-Arabi, cet. III, 1403 H.
+
*Majlisi, Muhammad Baqir. ''Bihār al-Anwār''. Riset: Muhammad Baqir Mahmudi dkk. Beirut: Dar al-Ahya al-Turats al-Arabi, cet. III, 1403 H.
*Maltani, Bahaudiin Zakariya, al-Awrad, Islam Abad, 1398 H.
+
*Multani, Bahaudiin Zakariya. ''Al-Awrād''. Islam Abad: 1398 H.
*Mandzari, Abdul 'Adzhim bin Abdul Qawi, al-Targhib wa al-Tarhib, Abdul 'Adzhim bin Abdul Qawi, riset: Ibrahim Syamsuddin, Dar al-Kutub al-'Ilmiah, cet. I, 1417 H.
+
*Mundziri, Abdul 'Adzhim bin Abdul Qawi. ''Al-Targhib wa al-Tarhib''. Riset: Ibrahim Syamsuddin, Dar al-Kutub al-'Ilmiah, cet. I, 1417 H.
*Maulawi, Jalaluddin Muhammad bin Muhammad, Daiwan Syams, riset: Azizullah Kasab, penerbit: Muhammad, 1387 S.
+
*Maulawi, Jalaluddin Muhammad bin Muhammad. ''Diwān Syams''. Riset: Azizullah Kasib. Penerbit: Muhammad, 1429 H.
*Nurbkahsy, Muhammad bin Muhammad, al-Fiqh al-Ahwath, Karachi, 1393 H.
+
*Nurbkahsy, Muhammad bin Muhammad. ''Al-Fiqh al-Ahwath''. Karachi: 1393 H.
*Ba Syikutarin Jasyn Tawalud Baray_e Kamaltarin Insan, site resmi informasi Hauzah.
+
*[http://www.hawzah.net/fa/Magazine/View/6024/8021/105283/%D8%AE%D8%A8%D8%B1-%DB%8C%D8%A7%D8%B1 ''Pesta Kelahiran Paling Meriah untuk Manusia Paling Sempurna''. Site resmi informasi Hauzah].
*Site resmi Yusuf Qardhawi.
+
*[http://www.qaradawi.net/new/Articles-1461 ''Hukum Syar'i Menghidupkan Malam dan Mengadakan Ritual Ibadah Malam Nisfu Syakban''. Site resmi Yusuf Qardhawi].
*Site resmi Islami Online
+
*[http://islamonline.net/7052 ''Malam Nisfu Syakban; Keutamaan dan Hukum Syar'i Menghidupkan Malamnya''. Site resmi Islami Online Ibnu Athiyah]
*Site resmi Departemen Tablighat Islami Iran.
+
*[http://www.ido.ir/pages/?id=250302 ''Riset Mengenai Budaya Mengadakan Pesta Malam Nisfu Syakban di Negara-negara Islam''. Site resmi Departemen Tablighat Islami Iran].
 
{{akhir}}
 
{{akhir}}
{{Templat:Imam Zaman}}
+
{{Imam Zaman}}
 +
{{Ritualitas Keagamaan Syiah}}
 
[[fa:نیمه شعبان]]
 
[[fa:نیمه شعبان]]
 +
[[ar:ليلة النصف من شعبان]]
 
[[en:Mid-Sha'ban]]
 
[[en:Mid-Sha'ban]]
 
[[tr:Şaban Ayının Onbeşi]]
 
[[tr:Şaban Ayının Onbeşi]]
 +
[[es:15_de_Sha’ban]]
 
[[ur:پندرہ شعبان]]
 
[[ur:پندرہ شعبان]]
  
[[Kategori:Amalan Bulan Sya'ban]]
+
[[Kategori:Syakban]]
 +
[[Kategori:Imam Mahdi]]
 +
[[Kategori:Mahdiisme]]

Revisi terkini pada 18 April 2019 03.56

Perayaan Malam Nisfu Syakban

Nisfu Syakban (bahasa Arab: النصف من شعبان) atau pertengahan bulan Syakban adalah diantara perayaan terbesar umat Islam Syiah yang jatuh pada hari ke-15 bulan Syakban. Hari tersebut diperingati umat Islam Syiah sebagai hari kelahiran Imam ke-12 Syiah. Pada sebagian riwayat, malam pertengahan Syakban adalah malam paling mulia setelah malam al-Qadr. Umat Islam Syiah menjadikan malam pertengahan Syakban sebagai malam untuk beribadah semalam suntuk dengan menghidupkan amalan-amalan sunah. Sebagian Ahlusunah dan kelompok-kelompok tarikat juga meyakini malam pertengahan Syakban memiliki fadhilah dan keutamaan yang sangat besar.

Perayaan malam Syakban adalah diantara perayaan besar bagi umat Islam Syiah yang berkaitan dengan malam kelahiran Imam Mahdi as. Pada malam tersebut umat Islam Syiah diseluruh dunia mengadakan perayaan. Di Iran, perayaan malam Nisfu Syakban dipusatkan di Masjid Jamkaran, demikian pula di tempat-tempat suci di Karbala, Najaf, Samara di Irak. 15 Syakban dijadikan sebagai hari libur resmi dan ditetapkan sebagai hari kaum "Mustadh'afin" se dunia.

Nisfu Syakban dalam Riwayat

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw dan para Imam Maksum Syiah mengenai keutamaan menghidupkan malam Nisfu Syakban dengan beribadah didalamnya. Diantaranya disebutkan dalam riwayat, "Malaikat Jibril as membangunkan Nabi Muhammad saw pada malam Nisfu Syakban dan memesankan kepadanya untuk mendirikan salat, membaca Al-Quran serta memperbanyak doa dan istighfar." [1] Pada riwayat lain disebutkan, salah seorang istri Nabi Muhammad saw menceritakan Nabi Muhammad saw melakukan ibadah khusus dengan memperpanjang sujudnya pada malam Nisfu Syakban. [2] Dalam beberapa riwayat dari Imam Ali as dan Imam Shadiq as ditekankan untuk beribadah dan melakukan amalan khusus malam Nisfu Syakban. [3]

Sejumlah riwayat lain menjelaskan pentingnya malam malam Nisfu Syakban dikarenakan kelahiran Imam Mahdi as, hujjah terakhir Allah swt di muka bumi untuk semua manusia. [4]

Nama lain Malam Nisfu Syakban

  • Barat (برات ). Barat secara etimologi bermakna nota atau surat yang dibuat sebagai bukti atas pengambilan uang atau barang berharga lainnya dari seseorang. Arti terminologinya yang dikaitkan dengan malam Nisfu Syakban, adalah malam dimana Allah swt memberikan nota atau surat pembebasan dari ancaman neraka Jahannam kepada hamba-hamba-Nya yang mengidupkan malam dengan ibadah pada malam itu. [5]
  • Lailatul Shikk (الصک ). Dalam bahasa Arab al-Shikk (cek) merupakan kata sinonim dari Barat (برات ).[6]
  • Barat Kandili. Oleh orang-orang Turki, malam Nisfu Syaban lebih populer dengan sebutan Barat Kandili.
  • Malam pembebasan. Penyebutan ini lebih dikenal di negara-negara Islam di bagian selatan asia. [7]

Peristiwa Penting yang Terjadi pada Malam Nisfu Syakban

Keutamaan Malam Nisfu Syakban

Sejumlah hadis mengenai keutamaan dan fadhilah malam dan hari Nisfu Syakban diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw dan Maksumin as. Berikut ini diantara fadhilahnya:

  • Pembukaan bagi semua kenikmatan dan pemaafan serta lautan kebaikan dan rezki pada malam Nisfu Syakban [12]
  • Ditetapkannya rezki dan ditentukannya ajal manusia. [13]
  • Dimaafkannya semua manusia, kecuali orang-orang musyrik, pelaku judi, yang memutuskan silaturahmi, pemabuk dan orang-orang yang gemar berlaku dosa. [14]
  • Malam terbaik setelah malam al-Qadr. [15]

Amalan-amalan yang Disunahkan pada Nisfu Syakban

Amalan pada malam dan siang hari Nisfu Syakban
Amalan pada malam hari
  • Mandi yang dapat menggugurkan dosa-dosa
  • Menghidupkan malam dengan salat, doa dan istighfar
  • Membaca doa Kumail
  • Membaca Ziarah Imam Husain as yang dapat menjadi wasilah terampuninya dosa-dosa. salah satu riwayat menyebutkan ruh 124 ribu Anbiyah as menziarahi Imam Husain as pada malam Nisfu Syakban. Jika tidak memungkinkan untuk menziarahi Imam Husain as di makamnya langsung di Karbala, maka dapat dilakukan dengan membaca doa ziarah pada tempat ketinggian yang diawali dengan menghadap ke kanan dan kekiri kemudian menghadapkan kepala ke langit dengan berucap: :اَلسَّلامُ عَلَیْكَ یا اَبا عَبْدِاللّهِ، اَلسَّلامُ عَلَیْكَ وَ رَحْمَةُال
  • Membaca doa berikut, yang memiliki hukum menziarahi Imam Zaman afs:

اَللّهُمَّ بِحَقِّ لَیْلَتِنا (هذِهِ) وَ مَوْلُودِها وَ حُجَّتِكَ وَ مَوْعُودِهَا الَّتى قَرَنْتَ اِلى فَضْلِها فَضْلاً فَتَمَّتْ كَلِمَتُكَ صِدْقاً وَ عَدْلاً لا مُبَدِّلَ لِكَلِماتِكَ وَلا مُعَقِّبَ لاِیاتِكَ نُورُكَ الْمُتَاَلِّقُ وَ ضِیاَّؤُكَ الْمُشْرِقُ وَ الْعَلَمُ النُّورُ فى طَخْیاَّءِ الدَّیْجُورِ الْغائِبُ الْمَسْتُورُ جَلَّ مَوْلِدُهُ وَ كَرُمَ مَحْتِدُهُ وَالْمَلاَّئِكَةُ شُهَّدُهُ وَاللّهُ ناصِرُهُ وَ مُؤَیِّدُهُ اِذا آنَ میعادُهُ وَالْمَلاَّئِكَةُ اَمْد ادُهُ سَیْفُ اللّهِ الَّذى لا یَنْبوُ وَ نُورُهُ الَّذى لا یَخْبوُ وَ ذوُالْحِلْمِ الَّذى لا یَصْبوُا مَدارُ الَّدهْرِ وَ نَوامیسُ الْعَصْرِ و َوُلاةُ الاْمْرِ وَالْمُنَزَّلُ عَلَیْهِمْ ما یَتَنَزَّلُ فى لَیْلَةِ الْقَدْرِ وَ اَصْحابُ الْحَشْرِ وَالنَّشْرِ تَراجِمَةُ وَحْیِهِ وَ وُلاةُ اَمْرِهِ وَ نَهْیِهِ اَللّهُمَّ فَصَلِّ عَلى خاتِمِهْم وَ قآئِمِهِمُ الْمَسْتُورِ عَنْ عَوالِمِهِمْ اَللّهُمَّ وَ اَدْرِكَ بِنا اءَیّامَهُ وَظُهُورَهُ وَقِیامَهُ وَاجْعَلْنا مِنْ اَنْصارِهِ وَاقْرِنْ ثارَنا بِثارِهِ وَاكْتُبْنا فى اَعْوانِهِ وَ خُلَصاَّئِهِ وَ اَحْیِنا فى دَوْلَتِهِ ناعِمینَ وَ بِصُحْبَتِهِ غانِمینَ وَ بِحَقِّهِ قآئِمینَ وَ مِنَ السُّوَّءِ سالِمینَ یا اَرْحَمَ الرّاحِمینَ وَالْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعالَمینَ وَ صَلَواتُهُ عَلى سَیِّدِنا مُحَمَّدٍ خاتَمِ النَّبِیّینَ وَ الْمُرْسَلینَ وَ عَلى اَهْلِ بَیْتِهِ الصّادِقینَ وَ عِتْرَتِهَ النّاطِقینَ وَالْعَنْ جَمیعَ الظّالِمینَ واحْكُمْ بَیْنَنا وَ بَیْنَهُمْ یا اَحْكَمَ الْحاكِمینَ النّاطِقینَ وَالْعَنْ جَمیعَ الظّالِمینَ واحْكُمْ بَیْنَنا وَ بَیْنَهُمْ یا اَحْكَمَ الْحاكِمینَ

  • Membaca salawat syakbaniyah yang dianjurkan dibaca setiap hari pada waktu zawal (zhuhur).
  • Membaca doa berikut yang juga dibaca Nabi Muhammad saw pada malam Nisfu Syakban:اَللّهُمَّ اقْسِمْ لَنا مِنْ خَشْیَتِكَ ما یَحُولُ بَیْنَنا وَ بَیْنَ مَعْصِیَتِكَ وَ مِنْ طاعَتِكَ ما تُبَلِّغُنا بِهِ رِضْوانَكَ وَ مِنَ الْیَقینِ ما یَهُونُ عَلَیْنا بِهِ مُصیباتُ الدُّنْیا اَللّهُمَّ اَمْتِعْنا بِاَسْماعِنا وَ اَبْصارِنا وَ قُوَّتِنا ما اَحْیَیْتَنا وَاجْعَلْهُ الْوارِثَ مِنّا وَاجْعَلْ ثارَنا عَلى مَنْ ظَلَمَنا وَانْصُرنا عَلى مَنْ عادانا تَجْعَلْ مُصیبَتَنا فى دینِنا وَلا تَجْعَلِ الدُّنْیا اَكْبَرَ هَمِّنا وَلا مَبْلَغَ عِلْمِنا وَلا تُسَلِّطْ عَلَیْنا مَنْ لا یَرْحَمُنا بِرَحْمَتِكَ یا اَرْحَمَ الرّاحِمینَ
  • Membaca zikir: سُبْحانَ اللّهِ, الْحَمْدُلِلّهِ., اللّهُ اَكْبَرُ, dan لا اِلهَ اِلا اللّهُ" 100 kali
  • Melakukan salat Ja'far ath-Thayyar.
  • Mendirikan salat 4 rakaat, yang disetiap rakaatnya membaca Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlash 100 kali, setelah salat membaca doa berikut:

اَللّهُمَّ اِنّى اِلَیْكَ فَقیرٌ وَمِنْ عَذاِبكَ خائِفٌ مُسْتَجیرٌ اَللّهُمَّ لا تُبَدِّلْ اِسْمى وَلا تُغَیِّرْ جِسْمى وَلاتَجْهَدْ بَلاَّئى وَلا تُشْمِتْ بى اَعْداَّئى اَعُوذُ بِعَفْوِكَ مِنْ عِق ابِكَ وَ اَعُوذُ بِرَحْمَتِكَ مِنْ عَذابِكَ وَ اَعُوذُ بِرِضاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَ اَعُوذُبِكَ مِنْكَ جَلَّ ثَناَّؤُكَ اَنْتَ كَما اَثْنَیْتَ عَلى نَفْسِكَ وَ فَوْقَ ما یَقُولُ الْقآئِلُونَ.

Amalan pada siang hari
  • Membaca ziarah Imam Zaman as.
  • Membaca doa untuk kemunculan segera Imam Zaman as.

Nisfu Syakban dalam Pandangan Ahlusunah

Bukan hanya umat Islam Syiah yang meyakini Nisfu Syakban memiliki keutamaan besar melainkan juga dalam keyakinan Ahlusunah khususnya kelompok-kelompok tarikat tasawuf. Diriwayatkan dalam sejumlah hadis dari Rasulullah saw dan periwayatan dari sejumlah sahabat mengenai besarnya keutamaan beribadah pada malam Nisfu Syakban. [16] [17] [18] [19] [20]

Sebagian dari ulama Ahlusunah meragukan kesahihan riwayat mengenai keutamaan Nisfu Syakban demikian pula diantaranya oleh Ibnu Taimiyah yang menjadi rujukan kaum salafi, sehingga mengeluarkan fatwa bid'ahnya bagi kaum muslimin menghidupkan malam Nisfu Syakban dengan mendirikan salat 100 rakaat. [21] Oleh karena itu, ulama salafi abad 14 dan 15 H seperti Tahanawi, Yusuf Qardhawi dan Muhammad Saleh Munjid mengeluarkan fatwa menghidupkan malam Nisfu Syakban dan melakukan peringatan di dalamnya adalah amalan tanpa dasar dan merupakan perbuatan bid'ah. [22][23] [24] [25]

Secara umum Ahlusunah meyakini keutamaan dan fadhilah malam Nisfu Syaban. Bahwa menghidupkan malam Nisfu Syakban dengan amalan ibadah seperti membaca Alquran, mendirikan salat berjamaah, memperbanyak doa, berpuasa pada hari Nisfu Syakban memiliki keutamaan besar diluar hari-hari lainnya. Malam Nisfu Syakban bagi mereka juga diyakini sebagai malam pembebasan dari api neraka. [26] [27] [28]

Mendirikan salat 100 rakaat atau salat al-Khair yang didalamnya dibaca 1000 kali surah Al-Ikhlas adalah diantara amalan sunah yang dilakukan oleh Sunni dan Syiah pada malam Nisfu Syakban. [29] Pada sebagian wilayah Islam seperti di bagian selatan asia hari Nisfu Syakban dirayakan dengan menziarahi kubur, berbagi makanan serta bersedekah pada orang yang membutuhkan. [30]

Perayaan Malam Nisfu Syakban di Masjid Jamkaran

Perayaan Nisfu Syakban

Umat Islam Syiah menjadikan malam Nisfu Syakban sebagai malam perayaan karena bertepatan dengan malam kelahiran Imam Mahdi as. Pada malam itu mereka menghiasi masjid dan tempat-tempat keramaian dengan lampu-lampu hias. Mereka membagikan makanan dan minuman kepada orang-orang miskin untuk turut bergembira. Di Iran, salah satu pusat tempat merayakan malam Nisfu Syakban adalah di Masjid Jamkaran yang terletak di kota Qom. Pada hari 15 Syakban, di Iran ditetapkan sebagai hari libur resmi dan disebut sebagai hari Musthadafien sedunia. [31]

Di Irak umat Islam Syiah juga mengadakan perayaan malam Nisfu Syakban. Mereka pada malam itu melakukan ziarah di makam Imam Husain as sampai keesokan harinya. Demikian pula perayaan malam Nisfu Syakban juga diadakan umat Islam Syiah di Bahrain, Yaman, Mesir, Lebanon, Suriah dan India. [32]

Catatan Kaki

  1. Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 98, hlm. 413.
  2. Sayid Ibnu Thawus, Iqbāl al-A'māl, riset: Jawad Qayyumi Isfahani, hlm. 216-217.
  3. Sayid Ibnu Thawus, Iqbāl al-A'māl, riset: Jawad Quyyumi Isfahani, hlm. 540; Majlisi, Bihār al-Anwār, cet. III, jld. 94, hlm. 84-85.
  4. Sayid Ibnu Thawus, Ali bin Musa, Iqbāl al-A'māl, hlm. 218-219.
  5. Ali Akbar Dehkhuda, Lughatname, item: برات , Tehran, 1325-1359 S.
  6. Rampuri, Ghiyāts al-Lhugāt, riset: Manshur Tsarwat, Mendia Informasi Hauzah.
  7. Ba Syukuhtarin Jasyn Tawalud Baraye Kamiltarin_e Insan, Media Informasi Hauzah.
  8. Kulaini, al-Kafi, jld. 1, hlm. 514; Syaikh Mufid, al-Irsyād, hlm. 339; Thabari, Dalāil al-Imamah, hlm. 501; Thusi, Kitab al-Ghaibah, hlm. 239.
  9. Thusi, Kitab al-Ghaibah, hlm. 231; Syaikh Mufid, al-Irsyād, hlm. 346.
  10. Kulaini, al-Kāfi, jld. 1, hlm. 329, hadis no. 5 dan hlm. 514, hadis no. 1; Ibnu Babawaih, Muhammad bin Ali, terj: Baqir Kamraha, Kamāl al-Din wa Tamām al-Ni'mah, jdl. 2, hlm. 104.
  11. Thusi, al-Ghaibah, hlm. 396, hadis no. 367.
  12. Sayid Ibnu Thawus, Iqbāl al-A'māl, riset: Jawad Qayyumi Isfahani, hlm. 212; Majlisi, Bihār al-Anwār, Beirut, Dar al-Ihya al-Turats al-'Arabi, cet. III, jld. 98, hlm. 413.
  13. Sayid Ibnu Thawus, Iqbāl al-A'māl, riset: Jawad Qayyumi Isfahani, hlm. 216-217.
  14. Sayid Ibnu Thawus, hlm. 209; Majlis, Bihār al-Anwār, jld. 94, hlm. 85.
  15. Mandzari, al-Targhib wa al-Tarhib, Abdul Adzhim bin Abdul Qaqi, riset: Ibrahim Syamsuddin, Dar al-Kutub al-'Ilmiah, cet. I, jld. 2, hlm. 73 dan 74, jld. 3, hlm. 67, 233, 307 dan 309.
  16. Albani, al-Silsilah al-Shahihah, jld. 3, hlm. 135, jld. 4, hlm. 86.
  17. Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Amāli al-Muthlaqah, riset: Hamdi Abdul Majid al-salafi, Beirut, hlm. 52.
  18. Baihaqi, Syu'ab al-Iman, cet. I, jld. 3, hlm. 378-386.
  19. Ahmad Nigari, Jami' al-'Ulum, jld. 3, hlm. 179.
  20. Ibnu Taimiyah, Fatawa, cet. I, jld. 5, hlm. 344.
  21. Ibnu Taimiyyah, Fatawa, jld. 5, hlm. 344 .
  22. Tahanawi, Tashil Behesti Zaiwar asatid Jami' al-Rasyid, Kitab Ghahr, Karachi, hlm. 75.
  23. Hukum syar'i menghidupkan malam pada pertengahan Syakban, site resmi Yusuf Qhardawi.
  24. 'Athir saqar, Malam Nisfu Syakban, Fadhilat dan Hukum Syar'i Menghidupkan Malamnya, site resmi Islami online.
  25. Multani, jld. 1, hlm. 174-176.
  26. Alawi Kirmani, jld. 1, hlm. 405.
  27. Nurbakhsy, al-Fiqh al-Ahwath, jld. 1, hlm. 112-113.
  28. Alawi Karmani, sair al-Awliya, jld. 1, hlm. 405.
  29. Ahmad Dehlawi, Farhang Ashfiyah, item: شب برات
  30. Abu Raihan, al-Tafhim, hlm. 252.
  31. Riset tentang perayaan malam nisfu Syakban di berbagai negara Islam, Situs Depertemen Tablighat Islami Iran.
  32. Riset tentang perayaan malam nisfu Syakban di berbagai negara Islam, Situs Depertemen Tablighat Islami Iran.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Babawaih, Muhammad bin Ali. Terjemahan: Muhammad Baqir Kamareh-i. Kamāl al-Din wa Tamām al-Ni'mah. Teheran: Kitab Furusyi Islamiyah, 1419 H.
  • Ibnu Taimiyah, Ahmad bin Abdul Halim. Fatawa. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, cet. I, 1408 H.
  • Ahmad Dahlawi.Farhang Ashfiyah. Item: شب برات. Lahore: 1986.
  • Ahmad Nigari. Jami' al-'Ulum. Beirut: 1395 H.
  • Al-Bani, Muhammad Nashiruddin. Al-Silsilah al-Shahihah. Riyadh: Maktabah al-Ma'arif lil Nasyr wa al-Tauzi', cet. I, 1415 H.
  • Biruni Khawarazmi, Abu Raihan Muhammad bin Ahmad. Al-Tafhim li Awail Shana'ah al-Tanjim. Abu Raihan Biruni. Riset: Jalaluddin Humai. Anjuman Atsar Milli Iran: tanpa tahun.
  • Baihaqi, Ahmad bin Husain. Syu'ab al-Iman. Riset: Abu Hajir Muhammad sa'id Basyuni Zughlul. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiah, Mansyurat Muhammad Ali Baidhawi, cet. I, 1421 H.
  • Tahanawi. Tashil Behesti Zaiwar. Asatid Jami' al-Rasyid, Kitab Ghahar. Karachi: 1327 H.
  • Khurramsyahi, Bahauddin. Hafidzh Nameh. Intisyarat 'Ilmi wa Farhanggi, cet. XXI, 1435 H.
  • Dehkhuda, Ali Akbar. Lughatnameh. item: برات. Riset: Muhammad Mu'in. Teheran: 1365-1400S.
  • Rampuri, Ghiyatsuddin Muhammad bin Jalaluddin bin Rampuri Ghiyāts al-Lughāt. Riset: Manshur Tsarwat. Teheran: Ambir Kabir, 1435 H.
  • Sayid Ibnu Thawus, Ali bin Musa. Iqbāl al-A'māl. Riset: Jawad Qayyumi Isfahani, Daftar Tablighat Islami Hauzah Ilmiah Qom, 1418 H.
  • Syaikh Mufid, Muhammad bin Muhammad. Al-Irsyād fi Ma'rifati Hujujillah 'ala al-'Ibad. Beirut: Dar al-Mufid, 1413 H.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Dalāil al-Imāmah. Riset: Muassasah Bi'tsat. Qom: Muassasah Bi'tsat, cet. I, 1413 H.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan. Kitab al-Ghaibah. Muassasah Ma'arif Islami, 1411 H.
  • Asqalani, Ahmad bin Hajar. Al-Amāli al-Muthlaqah. Riset: Hamdi Abdul Majid al-salafi. Beirut: al-Maktabah al-Islami, cet. I, 1416 H.
  • Alawi Kirmani, Muhammad. Sair al-Awliya. Islam Abad, 1398 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1389 H.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Bihār al-Anwār. Riset: Muhammad Baqir Mahmudi dkk. Beirut: Dar al-Ahya al-Turats al-Arabi, cet. III, 1403 H.
  • Multani, Bahaudiin Zakariya. Al-Awrād. Islam Abad: 1398 H.
  • Mundziri, Abdul 'Adzhim bin Abdul Qawi. Al-Targhib wa al-Tarhib. Riset: Ibrahim Syamsuddin, Dar al-Kutub al-'Ilmiah, cet. I, 1417 H.
  • Maulawi, Jalaluddin Muhammad bin Muhammad. Diwān Syams. Riset: Azizullah Kasib. Penerbit: Muhammad, 1429 H.
  • Nurbkahsy, Muhammad bin Muhammad. Al-Fiqh al-Ahwath. Karachi: 1393 H.
  • Pesta Kelahiran Paling Meriah untuk Manusia Paling Sempurna. Site resmi informasi Hauzah.
  • Hukum Syar'i Menghidupkan Malam dan Mengadakan Ritual Ibadah Malam Nisfu Syakban. Site resmi Yusuf Qardhawi.
  • Malam Nisfu Syakban; Keutamaan dan Hukum Syar'i Menghidupkan Malamnya. Site resmi Islami Online Ibnu Athiyah
  • Riset Mengenai Budaya Mengadakan Pesta Malam Nisfu Syakban di Negara-negara Islam. Site resmi Departemen Tablighat Islami Iran.