tanpa prioritas, kualitas: b

Al-Kautsar

Dari WikiShia
Revisi per 15 Mei 2018 16.12 oleh E.amini (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Al-Kautsar (bahasa Arab:الکوثر) adalah sebuah kata dalam Alquran yang bermakna kebaikan yang berlimpah. Kata ini secara lafaz berhubungan dengan kata "banyak", dan hanya satu kali disebut dalam Alquran, yaitu dalam surah al-Kautsar. [1] Ada perbedaan pendapat mengenai arti kautsar, Ibnu Abbas, Aisyah dan Abdullah bin Umar meyakini bahwa kautsar memiliki arti sebuah sungai di surga. Juga berarti, kebaikan yang banyak, kenabian dan kitab langit, Alquran, banyaknya penolong dan pengikut atau banyaknya anak dan keturunan.[2]

Dalam sebagian riwayat diyakini bahwa yang dimaksud dengan kautsar adalah syafa'at; sebagian yang lain mengartikannya dengan Telaga Kautsar, yang memiliki kebaikan yang melimpah.[3]

Menurut pandangan para mufasir Syiah, kautsar adalah Sayidah Zahra sa. Karena bertentangan dengan keyakinan Ash bin Wa'il, yang menganggap bahwa Nabi saw sebagai Abtar (tanpa anak keturunan; seseorang yang tidak mempunyai keturunan dan anak cucu), Allah mengaruniakan keturunan dan anak cucu yang banyak kepadanya melalui putrinya Sayidah Fatimah sa.[4]

Tersebarnya keturunan Sayidah Fatimah az-Zahra sa di seluruh penjuru dunia

Saat ini diberbagai penjuru dunia, para sayid berasal dari keturunan Sayidah Fatimah az-Zahra sa, sebagai contoh: selain dari Negara-negara Arab dan Iran, Negara seperti Tunisia dan Maroko, generasi Idris bin Abdullah bin Hasan, pendiri Pemerintahan Syiah yang bernama Idrisian sampai saat ini masih ada. Di Indonesia seperti keluarga al-Habsyi, Alwi dan lain lain merupakan keluarga sayid. Di Yaman banyak keluarga yang berasal dari keturunan Imam Hasan as dan Imam Husain as. Di kota Aswan Mesir, ada sebuah suku besar yang bernama Ja'afere yang di nisbatkan kepada Imam Ja'far al-Shadiq as. Begitu pula di dua Negara India dan Pakistan banyak keluarga sayid yang bernama keluarga Razawi dan Taqawi. [5]

Catatan Kaki

  1. QS. Al-Kautsar, ayat 1.
  2. Lihat: Dāneshnāmeh Qurān dan Qurānpajuhi, jld. 2, hlm. 1269.
  3. Lihat: Dāneshnāmeh Qurān dan Qurānpajuhi, jld.2, hlm.1269.
  4. Lihat: Dāneshnāmeh Qurān dan Qurānpajuhi, jld.2, hlm.1269.
  5. Daghir. Mashadir al-dirasah al-adabiyah. 1983. Jilid 4, Hal. 364-366.

Daftar Pustaka